membuat tulisan, semoga bisa menginspirasi dan memberi inspirasi. Mari menjaga
bumi, dimulai dari kamu. Saya berbagi sedikit dari pandangan saya sebagai traveler dan food blogger
![]() |
| Cintai Bumimu, Jaga dan Lestarikan Bersama |
Makan dari Hasil Bumi
Tapi Jangan Berlebihan
penikmatnya tapi dipersembahkan sebagai hasil buah pemikiran dan karya yang
Panjang. Tidak heran kalau banyak orang yang rela antri, bukan sekedar 10 atau
15 menit bahkan 1 jam hanya untuk seporsi menu andalan. Saya juga punya
langganan makanan seafood. Yessss Seafoood! I LOVE IT! dari dulu saya suka
banget menikmati sajian bahari, ya selain enak sudah pasti segar. Hasil laut
kita melimpah karena kita negara yang dikelilingi laut. Menikmati makanan hasil
laut sesuai dengan instruksi Bu Susi (supaya ngga ditenggelamkan) juga bisa
bikin bumi lebih adem karena mengurangi dampak pemanasan global. Pas banget
Pada tanggal 22 April 2020 ini diperingati hari bumi kan ya
![]() |
| Makan dari Hasil Bumi Tapi Jangan Berlebihan |
peternakan mengurangi produksi gas metana yang menjadi penyebab kedua pemanasan
global setelah emisi gas rumah kaca. Etapi, sudah pada tahu ngga kenapa?
Ternyata Gas Metana yang diproduksi oleh peternakan itu lebih besar 20% dari
industry minyak. Hayooooo tebak, darimanakah datangnya gas metana itu? Dari
sendawa dan kentut ternak hehehehehe.
tentu akan membantu mengurangi pemanasan global tapi kudu diinget, pengambilan
hasil laut jangan berlebihan dan tetap memperhatikan perikanan tangkap
berkelanjutan.
ngabisin makanan. Apalagi sampe dibuang ya. Pemanasan global bisa jadi berasal
dari makanan sisa dipiringmu lho! rantai produksi yang
mengeluarkan emisi karbon, salah satu yang paling besar dalam pemanasan global
Rantai jejak karbon makanan berasal dari pertanian, perkebunan, pabrik
pengolahan makanan, transportasi distribusi, dan peternakan. Ayo hitung, pasti
banyak buanget kan!
Lihat dong makanan yang saya pesen minta
dibungkusin pake daun pisang, selain aromanya jadi harum, saya juga ngga perlu
nambahin sampah kertas, plastic atau stereofoam. Ini juga yang membuat saya
jadi pelanggan tetap karena disediakan wadah take away yang bisa dipakai
berulang kali
Pemanasan Global
Berasal Dari Sisa Makananmu
Ini pesan Bumi untuk kamu yang dirumah aja dan suka membuang
makanan
![]() |
| Pemanasan Global Berasal Dari Sisa Makananmu |
you can eat? Seperti diriku yang diajak untuk makan gudeg sepuasnya.
Siapa yang bisa menolak gudeg legit, ayam bacem gurih dengan areh. Tak lupa tambahan
telur dan tahu kopong serta sambal krecek yang menggelora. Senengnya juga,
makanan ini dialasi dengan besek dan daun jati. No plastik plastic club.
seperti ini harus inget etika makan ya. Jangan lapar mata sehingga makanan sampe dibuang ya. Pemanasan
global bisa jadi berasal dari makanan sisa dipiringmu lho! rantai produksi yang mengeluarkan emisi karbon, salah
satu yang paling besar dalam pemanasan global Rantai jejak karbon makanan
berasal dari pertanian, perkebunan, pabrik pengolahan makanan, transportasi
distribusi, dan peternakan. Ayo hitung, pasti banyak buanget kan!
Saat membuang makanan, sama saja kita membuang air,
tanah, dan pupuk yang digunakan untuk merawat sayuran yang kita buang, ditambah
lagi untuk mengangkut limbah makanan sisa, pasti dibutuhkan kendaraan ke tempat
pembuangan akhir, yang juga dapat menimbulkan polusi udara.
Gunakan Barang Daur Ulang
dirumah saja, saya belajar menganyam tas belanjaan pasar ini dari sampah
plastik. Ternyata seru juga jika sudah tahu ritme membuatnya, Oh ya, anyaman
ini dibuat oleh tetangga saya, Mak Ida yang memang menjual aneka anyaman dari
plastik untuk di jual ke pasar. Hasil kerajinannya banyak banget, selain tas
belanja, ada juga tampah, topi caping sampai kipas. Semuanya terbuat dari tali
plastik.
![]() |
| Gunakan Barang Daur Ulang |
beli produknya! Sehingga makin banyak orang orang seperti Mak Ida yang
berkontribusi mengurangi sampai. Biaya
ini mencakup seluruh siklus produksi pengolahan dan mafuktur ini juga
menciptakan peluang kerja bagi banyak orang yang terlibat dalam berbagai
proses.
belanjaan seperti ini dapat membantu dalam mencegah pemanasan global. Dengan
meminimalkan energi yang dihabiskan untuk produksi industri, hal itu juga
membantu dalam mengurangi emisi gas rumah kaca. Tali plastik ini sudah ada
sebelumnya, tak perlu lagi ada pengolahan bahan mentah yang masih baru yang dapat
menimbulkan bahan beracun dan mencemari
lingkungan. Dengan mengurangi energi yang digunakan, juga akan meminimalkan
jumlah pemakaian bahan bakar yang berdampak mengurangi polutan berbahaya Pemanfaatan
sampah seharusnya digalakkan dalam usaha untuk pencegahan global warming.










































