Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Explore

Karyawisata Singkat ke Candi Borobudur dan Waduk Sermo

Jelajah by Jelajah
17.09.2019
Reading Time: 10 mins read
0
ADVERTISEMENT

Setelah napak tilas AADC 2 yang bikin jompo kita lalu menuju Candi Borobudur, yang dari Rumah Doa Bukit Rhema hanya berjarak sekitar 10-15 menitan. Sebenarnya kita udah nggak terlalu excited ke Candi  Borobudur sebab udah terlanjur gempor 😂 Tapi gimana ya, mumpung masih di Magelang berasa sayang kalau melewatkan Candi Borobudur. Meski sebenarnya candi mah gitu-gitu aja sih… dari batu hehe 😅

RELATED POSTS

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

FYI, sekolahku dulu nggak ada karyawisata adanya study tour, itu juga Cuma ke BIB (Balai Inseminasi Buatan) Lembang dan Museum Geologi Bandung, nggak rame banget ya haha 😂 Nggak ngerti juga ya kenapa sekolahku nggak mengadakan karyawisata kemana gitu kek, makanya kita nggak punya cerita karyawista macem orang-orang. So, bisa dibilang ini adalah kali pertama kita (berempat 👧👧👧👧) berkaryawisata ke Candi Borobudur.

***

CANDI BOROBUDUR

Saat memasuki area parkir kita akan disambut oleh bapak dan ibu yang menawarkan dagangannya, mostly topi dan payung. Eh tapi kalau payung kita bisa menyewa kok Rp. 5000 per payungnya. Tiket masuk Candi Borobudur dihargai Rp. 40.000 (2019) bisa dibeli di loket yang terletak di bagian depan, oh iya loket tiket domestik dan internasional dibedakan ya, beda harga soalnya 😁.

ADVERTISEMENT

Untuk menggapai Candi Borobudur ((menggapai 😂)) ada 2 option, bisa dengan jalan kaki bisa pake transportasi (berbayar) yang disediakan. Ada kereta wisata, Tayo (beneran dinamai Tayo 🚌), mobil golf dan kereta kuda alias delman alias andong alias sado. Kita memilih naik Tayo sebab yang parkir paling dekat dengan loket ya si Tayo itu haha *jiwamalasmemanggil 😈. Perjalanan menuju Candi Borobudur naik Tayo adalah perjalanan yang melenakan, angin sepoi-sepoinya bikin ngantuk yaini 👌.

Anak-anak Tayo setelah kena tanning gratis
Kita diturunkan di depan gerbang Candi Borobudur dan aku langsung cuci muka di basin yang ada di tamannya. Disini kita baru sadar, ternyata ada tangga yang mesti di daki haha 😁 Bisa-bisanya ya kita mendaki tangga di tengah hari, nggak pake payung, sunscreen masih sisaan tadi pagi, kaki masih gempor, setrong amat yha~ 💪 Nggak usah ditanya gimana bentukan muka, sama leceknya kek baju 😳.
To be honest, aku agak kecewa sih dengan Candi Borobudur, entah apanya yang salah namun di memoriku ‘Candi Borobudur nggak gini deh’ 😅. Seriusan, Candi Borobudurnya menciut, bukan Cuma menciut tapi juga gundul. Banyak patung-patung yang kepalanya nggak ada dan stupa-stupa yang nggak lengkap. Relief di dinding candi semakin kopong dan halus sebab tergerus alam, bahkan ada beberapa relief yang ditambal sulam. Mungkin udah waktunya restorasi 😌.
Kaya waktu zaman SD, kalau salah nulis langsung diitemin 😅
Kita nggak naik sampai ke puncak stupa ya, Cuma sampai di undakan kedua dan jalan-jalan mengelilingi relief-nya, udah nggak sanggup ziz 😂 Kita malah lebih fokus mencari space yang sepi dan memiliki bayang-bayang cukup besar, selonjoran sambil menikmati angin sepoi-sepoi… 🍃dan ujung-ujungnya malah ketiduran haha 😂 Sumpah, seumur-umur ke Candi Borobudur baru kali ini aku ketiduran di candi, nikmeh memang… saking nikmehnya udah nggak peduli lagi dengan orang-orang yang berlalu lalang 😅.
Tadinya kita berniat naik Tayo lagi, tapi petugas loketnya nggak datang-datang jadilah kita nontonin gajah main air di sampingnya. Kasihan gajahnya… udah kurus, dekil, dirantai lagi… 🐘 Karena kita nggak bisa menunggu (asique 😏) akhirnya kita jalan menuju pintu keluar, ZBL sih ini… kita diarahkan ke kios-kios yang menjual cenderamata, berhubung sedari awal nggak berniat untuk jajan yang ada kita KZL. Gimana nggak KZL ya… jalan di kios-kios ini lebih lama ketimbang jalan di Candi Borobudur 😵.
Mandatory picture

🌞

Cahaya illahi ini menyilaukan sekali 😉

Before after 😁

Wefie dulu sebelum bobo 😅
Tiket masuk domestik: RP. 40.000/orang
Tiket parkir: Rp. 20.000/mobil
Tiket kereta wisata: Rp. 10.000/orang
Tiket Tayo: Rp. 15.000/orang
Tiket mobil golf: Rp. 50.000/orang
Tiket kereta kuda: Rp. 100.000/orang
***
Ana dan Huda nggak ikut ke Candi Borobudur ya, ngungguin mobil 😛 nggak deng mungkin bosan saban hari nganterinnya kesini mulu. Setelah berhasil keluar dari labirin kios-kios itu kita kembali ke mobil dengan lunglai 😩 butuh energi  😁 Udahlah, pokoknya urusan perkulineran kita serahkan pada Ana dan Huda, terserah mau dibawa kemana sing penting dahar 😂.

RM. AYAM GORENG NINIT


RM. Ayam Goreng Ninit ini memang bukan tempat makan yang fancy atau kekinian, tentcunya bukan masalah bagi kita sebab yang penting kan makanannya 😋 Kita order menu andalan RM. Ayam Goreng Ninit yakni ayam goreng serta beberapa menu pendukung lainnya macem urap, perkedel dan tahu. Untuk sambal kita nggak order sebab udah disediakan di atas meja, ada sambal hijau dan sambal merah. Apa coba yang kurang? Yap. Kerupuk.
Sebagai orang Sunda yang tiap makan mesti dikerupukin Deya sempat nyariin (kerupuk) tapinya nggak nemu, untungnya Huda peka dan melipir ke warung sebelah, beliin kerupuk 😁 Ingin ciiee tapinya udah taken.
Ayam gorengnya okcoy yaini 👌, empuk dan berasa, tapi yang paling penting sih crispy … wajar jadi menu andalan. Urapnya apalagi, rasanya otentik dan kuat jadinya enak… yang agak kurang malah sambalnya, kurang pedas. Harganya pun cukup pocket friendly, kita makan ber-6 habisnya Rp. 95.000. Udahlah ya, kalau kalyan kebetulan lagi berada di Magelang dan nggak tahu mau makan apa, bisa dicoba nih RM. Ayam Goreng Ninit.
🪧 Jl.  Ikhlas no 68 Magelang Jawa Tengah
***
Menurut itinerary tujuan kita selanjutnya adalah Museum OHD (yang mana sebenarnya hanya berjarak ± 5 menit dari RM. Ninit) tapi karena khawatir nggak sampai di Waduk Sermo tepat waktu, maka Museum OHD dicoret dari list. Udah nggak ngerti lagi kemana hilangnya kesadaran ini… 😅 sepanjang perjalanan dari RM. Ninit ke Waduk Sermo kita tepar, paling bangun tipis-tipis kemudian tidur lagi, gitu teroosss 😌 sampai di Waduk Sermo.

WADUK SERMO

   
Berasa di New Zealand 😅
Agak gambling juga sih sebenarnya masukin Waduk Sermo ke itinerary, sebab kita memilihnya berdasarkan foto di IG, tahu sendirilah… rerata foto di IG adalah hasil edit. Tapi Ana ngajakin, sebab ternyata doi belum pernah ke Waduk Sermo juga😁. Seingatku, Waduk Sermo berada di jalur yang sama dengan Kalibiru hanya saja Waduk Sermo sedikit lebih jauh.
Sebenarnya spot Waduk Sermo-nya sendiri ada di samping jembatan, dimana ada letter sign Waduk Sermo terpampang di pinggir lapangan. Tapi… karena angle-nya nggak sesuai dengan gambar yang kita temukan di IG, maka kita jalan terus sampai di ujung Waduk Sermo. Seriusan ini, foto Waduk Sermo yang kalyan temukan di IG adalah Waduk Sermo di bagian paling ujung.
Bisa untuk camping dan mancing
Seperti waduk pada umumnya, Waduk Sermo ini adalah waduk yang berfungsi sebagai penghasil tenaga listrik. Berhubung saat ini masih kemarau air di waduknya surut sampai terlihat dasarnya, kemungkinan kalau musim hujan mah airnya tumpeh-tumpeh. Jalan menuju ujung Waduk Sermo relatif sepi ya hanya beberapa kendaraan yang sempat berpapasan dengan kita dan jalannya pun nggak begitu lebar.
Akhirnya, setelah mengelilingi hampir separuh waduk, kita sampai di Waduk Sermo versi angle yang kita lihat fotonya di IG. Fyuhh… jauh juga ya 😅 Kita sampai di sana sekitar jam 5 sore, diwaktunya golden hour. Sebenarnya di sepanjang jalan banyak spot henti, cukuplah kalau untuk sekedar selfie atau killing time, beberapa diantaranya memberlakukan tiket masuk dan parkir.
Haee… 🙌
Begitu sampai langsung selonjoran santuy haha 😁 Well… setelah seharian jalan, duduk di rumput sambil nontonin sunset tentcunya adalah hal yang menyenangkan. Meski sesekali terhalang awan, cuacanya cukup enak untuk ukuran sore, nggak panas nggak juga dingin.
Kalau dilihat disini ada beberapa mobil camper dan Jeep, itu semua bisa disewa ya guise barangkali ada yang berminat untuk camping. Disini kita juga bisa mancing atau naik perahu ke tengah waduk, kita mah nggak ya… lebih prefer untuk berleha-leha sambil nontonin sunset, jarang-jarang kan bisa begini.
DeyaMotret lagi beraksi 📷

Sobat karyawisataku 💗

Berusaha berasyik masyuk padahal kaki udah gempor 😂

Behind the scene foto insto

Sesekali berkontempelasi *yakeles 😂
Tiket masuk: Rp. 3000/orang
Tiket parkir: Rp. 5000/mobil
***
So far, Waduk Sermo adalah penutup hari yang okcey dari karyawisata singkat ini. Yang agak PR malah udahnya, curiga di hotel bakal pada mager sambil koyoan 😂.
Tags: Jalan-JalanPelesirTempat WisataTourTravelTravelingwisata
ShareTweetPin
Jelajah

Jelajah

Related Posts

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung
Explore

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

20.01.2026
Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya
Explore

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

17.01.2026
Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata
Explore

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

16.01.2026
Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet
Explore

Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet

15.01.2026
Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak
Explore

Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak

09.01.2026
Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung
Explore

Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung

04.01.2026
Next Post

Jakarta, Oktober 1945: Bantuan kemanusiaan untuk warga Belanda (2)

Biografi Yazid bin Muawiyah

Biografi Yazid bin Muawiyah

Iklan

Recommended Stories

Adab Bergaul dan Berkomunikasi Dengan Orang Lain

21.03.2020

Menyiapkan Bekal Anak Tanpa Ribet dan Ribut dengan Produk Polytron

10.11.2022
Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin, Putrajaya, Malaysia

Bank Mandiri KCP Kabanjahe

26.06.2015

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

23.01.2026
Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?