melanjutkan cerita tentang mengelilingi 5 taman di Bandung dalam
setengah hari. Kami pun melanjutkan ke taman yang ke-3 yaitu Skywalk
Teras Cihampelas. Kali ini jalan kakinya agak jauhan. 1,5 km dengan
waktu tempuh sekitar 20 menitan berjalan santai. Lumayaaan.

Kami sempat berhenti sekali di salah satu warung buat beli minum.
Biasanya saya selalu membawa 1 botol besar air minum. Tetapi, karena
awalnya dipikir hanya jalan-jalan di satu taman, jadinya gak bawa. Eh,
ini malah lanjut ke beberapa taman.

tumpukan daun kering di pinggir jalan. Karena sudah semakin mendekati
tengah hari, jalanan mulai ramai. Saya pasang muka tembok aja saat
foto-foto, deh hehehe. Sempat kepikiran juga kalau daun-daun itu pasti
kotor. Tetapi, biarin aja lah. Sekalian duduk buat istirahat sejenak.
Jalan
Cihampelas sebetulnya panjang. Tetapi, jangan tanya saya ya batasnya
dari mana sampai mana. Kebanyakan orang terutama yang bukan warga
Bandung seperti saya ini taunya jalan Cihampelas ya yang banyak toko
jeans.
benci hehehe. Salah satu mall yang paling kami suka di Bandung adalah
Cihampelas Walk (Ciwalk). Tetapi, kalau gak penting atau gak kepengen
banget kayaknya enggak mau deh lewat sini. Abis di sini kayaknya macet
tiada akhir. 😅
[Silakan baca:
Forest Walk Babakan Siliwangi, Bandung – Setengah Hari Mengelilingi 5
Taman di Bandung Dengan Berjalan Kaki]
Pedagang Kaki Lima Pindah ke Skywalk
Sejak dulu, Cihampelas memang terkenal dengan toko-toko jeans. Sebetulnya
gak hanya menjual jeans aja, baju atau celana dari bahan lain juga ada.
Tetapi, memang terkenalnya adalah pusat jeans. Biasanya kalau di pusat
keramaian begitu pedagang kaki lima juga berderet. Zaman saya masih jadi
anak sekolah, berkunjung ke Cihampelas sepertinya jadi salah satu
destinasi wajib kalau lagi mengadakan field trip.
Selain macet
yang tiada akhir, efek lain yang agak bikin Cihampelas jadi kurang nyaman
adalah kurang ramah dengan pejalan kaki. Trotoar banyak dipenuhi dengan
pedagang kaki lima. Enak juga sih karena banyak jajanan. Tapi, kalau mau
jalan kaki juga jadi agak susah. Kadang-kadang para pejalan kaki harus
turun ke jalan. Ya syukur-syukur kalau para pengendara roda dua dan empat
mengerti. Kalau pengendaranya agak galak, siap-siap aja diklaksonin bahkan
diomelin. *Beginilah nasib pejalan kaki.
Belum lagi lahan parkir pertokoan Cihampelas yang memang terbatas banget.
Adanya Cihampelas Walk (Ciwalk) yang memiliki lahan parkir juga gak
menjadi solusi. Tetap aja susah banget cari parkir kalau ke sana. Jadinya
semakin ribet. Udahlah trotoar banyak dikuasai PKL, trus para pejalan juga
banyak ngalah dan sabar dengan kendaraan yang lewat atau mau parkir.
Hufff!

Area kulineran. Banyak aja pilihan makanan kaki lima di sini. Ada tempat
duduk dan mejanya juga, kok kalau mau makan di tempat
Memperlebar trotoar juga kayaknya gak mungkin. Lebar jalan Cihampelas
cuma segitu, kalau mau diperlebar bakalan kayak gimana coba? Mungkin
karena itulah Ridwan Kamil, wali kota Bandung yang saat ini menjadi
Gubernur Jawa Barat, memiliki gagasan memindahkan trotoar ke atas
sekaligus dengan pedagang kaki limanya. Caranya? Ya dengan membangun
Skywalk Teras Cihampelas.

Kalau ini area souvenir dan pakaian. Kebanyakan pakaian yang dijual sih
kaos dan jaket.
Skywalk Teras Cihampelas ini termasuk yang baru diresmikan yaitu Februari
2017. Sebetulnya namanya Teras Cihampelas. Tetapi, banyak yang bilang
skywalk. Ya mungkin karena trotoarnya ada di atas, ya.
Menurut
saya dengan adanya skywalk ini jadi semakin berasa nyaman berjalan kaki di
Cihampelas. Para pedagang kaki lima juga diatur berdasarkan area. Tidak
lagi bercampur baur antara penjual makanan dengan penjual souvenir dan
pakaian. Di area makanan kaki lima juga disediakan meja dan kursi sehingga
pembeli nyaman bila ingin makan di tempat.


Teras Cihampelas Skywalk Bandung sepanjang 500 meter dengan tinggi 4,6
meter dan lebar 7,6 meter ini start dari dekat rumah sakit advent hingga
hotel Promenade. Di beberapa titik ada tangga yang akan memudahkan Sahabat
KeNai bila ingin turun untuk belanja pakaian di salah satu toko atau
ngemall di Ciwalk. Menariknya lagi, Teras Cihampelas ini nyaman bagi para
difabel. Ada track bagi difabel untuk naik dan turun skywalk. Teras ini
juga dilengkapi dengan beberapa charging station dan juga toilet.
Saran saya, sebaiknya ke Teras Cihampelas itu sore hari. Kalau
nyaris tengah hari kayak yang kami lakukan saat itu rasanya gerah. Memang
ada beberapa pohon di beberapa titik. Tetapi, tetap aja gerah. Kalau sore
atau malam hari selain lebih teduh, bahkan dingin, juga bisa menikmati
lampu-lampu di kawasan Cihampelas. Sepertinya akan lebih romantis, asalkan
jangan hujan aja hehehe.
Skywalk Teras Cihampelas
[Silakan baca:
Teras Cikapundung, Bandung – Setengah Hari Mengelilingi 5 Taman
di Bandung Dengan Berjalan Kaki]
Ke Bandung Naik Pesawat, Booking Tiketnya di Pegipegi
Saat kedua bibi saya sedang menawar tape di salah satu lapak,
whatsapp saya berbunyi. Ternyata dari sepupu yang mengabarkan kalau
di rumah kedatangan sodara agak jauh. Saat itu hanya dia yang di
rumah.

Segera saya tunjukkan WA tersebut ke salah seorang bibi. Eh gak
taunya bibi saya malah bilang kalau tamunya biarkan menunggu saja.
Katanya, sebaiknya kalau mau bertamu mengabarkan dulu. Lagipula saat
ini para bibi dan paman saya sedang mengajak jalan-jalan
keponakannya yang udah lama gak ke Bandung.
Saya sempat merasa gak enak hati. Tapi, memang benar juga apa yang
dikatakan bibi. Kalau saat itu kami langsung pulang, mungkin ada
sedikit rasa kecewa di hati saya. Udahlah lagi jarang banget ke
Bandung, sekalinya bisa jalan malah terpaksa pulang. Hmmm …
pelajaran banget, nih. Kalau bertamu sebaiknya kasih kabar dulu biar
sama-sama enak.

Cihampelas memang salah satu jalan di kota Bandung yang gak ada
matinya. Kawasan ini selalu saja ramai wisatawan sejak dulu hingga
sekarang. Bahkan beberapa waktu lalu kami sekeluarga sempat sengaja
menginap di salah satu hotel di Cihampelas demi bisa menikmati kawasan
ini tanpa harus keluar masuk mobil.

Saat itu Teras Cihampelas belum ada. Tanda-tanda mau dibangun juga
belum kelihatan. Dengan adanya skywalk ini, sepertinya akan sangat
menarik bagi wisatawan. Apalagi kabarnya Teras Cihampelas tahap 2
akan segera dibangun.
Tidak hanya wisatawan lokal. Wisatawan mancanegara pun banyak yang
tertarik ke kota Bandung. Kalau begini saya suka ingat dengan
keluarga besar suami dari sepupu saya yang memang warga negara
Malaysia. Bila ke Indonesia, Bandung seringkali menjadi salah satu
kota yang disinggahi. Apalagi kalau bukan untuk beli
oleh-oleh.
Sekarang ke Bandung memang semakin banyak pilihan transportasi.
Tidak hanya jalan darat, melalui udara alias naik pesawat pun sudah
bisa. Banyak wisatawan yang langsung datang ke Bandung dengan
menggunakan transportasi udara.
Sahabat KeNai sudah coba beli
tiket pesawat
via Pegipegi? Keunggulan beli tiket pesawat di Pegipegi adalah
Sahabat KeNai bisa mendapatkan harga termurah setiap hari. Lebih
murah dari harga resmi karena Pegipegi sudah bekerjasama dengan
berbagai maskapai dan juga ribuan hotel.

Metode pembayarannya pun banyak pilihan. Sahabat KeNai bisa
melakukan pembayaran melalui ATM, virtual account, e-banking, kartu
kredit, minimarket, dan lainnya. Sahabat KeNai akan mendapatkan
voucher hotel atau tiket elektronik hanya dalam waktu kurang dari 2
jam setelah proses pembayaran selesai. Mudah dan cepat, kan? *Kalau
saya sih iyeeess. Anaknya males ribet. 😂
Biasanya Pegipegi juga menawarkan berbagai harga promo yang
menarik. Makanya rajin-rajin juga deh buka web atau apps Pegipegi.
Seneng banget kan tuh kalau bisa liburan dengan harga tiket pesawat
yang cakep banget. Apalagi sekarang udah menjelang musim libur, nih.
Yuk cek Pegipegi!
Bandung






























![[AUDIO] Hukum Maulid Nabi – Apakah Maulid Nabi Muhammad Bidah?](https://i0.wp.com/aopok.com/wp-content/uploads/2024/10/bidah2520maulid2520nabi25201-1.jpg?fit=600%2C600&ssl=1)


