banyak fotonya karena 3x makan di sana, gak juga langsung ditulis. 😁
Sore itu, saya lagi suntuk banget. Lupa tahun berapa.
Sepertinya sekitar tahun 2013. Oiya, kami lagi liburan di Bandung saat
itu. Pengen jalan-jalan tapi suami lagi pergi. Males jalan jauh kalau
gak sama suami.

Saya memutuskan untuk ke Kedai Kopi 170 aja. Ini kedai yang paling dekat
dengan rumah. Tinggal jalan kaki sekian menit saja. Saya pikir, kayaknya
enak ngopi sore ditemani dengan sepotong camilan.
Saya pun jalan kaki berdua dengan Nai. Tapi sampai sana, cukup kaget juga.
Menunya tidak seperti yang saya bayangkan. Saya pikir menu ala cafe gitu,
ada berbagai pilihan kopi *kan namanya juga kedai kopi* dengan aneka kue.
Ternyata pilihan kopinya sangat sedikit. Seingat saya hanya ada kopi panas
dan dingin. Gak ada tuh cappucino, latte, ada kopi-kopi kekinian lainnya.

Saya jadi mikir apa karena namanya kedai jadi menu dan kopi yang
ditawarkan ala warung kopi yang dikonsep lebih modern. Ada berbagai
pilihan makan berat dan camilan. Sedangkan kopinya cukup kopi panas dan
dingin saja.
Saya pun batal ngopi. Akhirnya pilih makan yang berat aja. Pilih mie ayam
dan segelas teh. Huahahha emang dasarnya tukang makan.


Kapok ke ke Kedai Kopi 170? Enggak, lah.
Kumpul Bocah tahun 2014

Kalau lagi di Bandung, kami suka kumpul keluarga. Kadang-kadang makan
bersama di satu tempat. Paling enggak bocah-bocahnya aja yang ikut.
Kami pun kembali mengajak para bocah alias sepupu untuk makan bersama.
Lagi gak mau ribet dan bermacet-macetan. Kedai 170 pun kembali jadi
pilihan. Selain dekat, tempatnya juga nyaman. Meskipun gak ber-AC tapi
karena langit-langitnya tinggi dan ada juga ruang terbuka, gak bikin
pengap.
Lokasi Kedai Kopi 170 termasuk strategis. Berada di jalan Naripan,
berseberangan dengan resto Nyonya Rumah. Ada tempat parkir yang bisa
menampung beberapa mobil. Kalaupun penuh juga gak masih bisa parkir di
pinggir jalan karena berada di jalan raya yang cukup lebar.
[Silakan baca:
Kedai Nyonya Rumah, Serasa Makan di Rumah]







Kopdar bersama Teh Nchie Hanie
Kalau ke Bandung gak kopdar ma teh Nchie rasanya ada yang kurang hehehe.
Entah ini udah kopdar yang keberapa kali tapi kayaknya suka gak puas aja.
Padahal kalau kopdar suka lama, lho. Mungkin karena selalu seru. Ada aja
yang diobrolin. Apalagi kami sama-sama punya anak yang hampir seumuran
jadi problemnya suka sama. Saling curhat tentang anak. Emak-emak kalau
udah ngobrolin anak kan suka seru hahahaa. *Sayangnya pas kita kopdar, di
sebelah lagi ada yang nge-vape ya, Teh. Ngebul 😂

Berbeda dengan pengalaman saya ke Kedai Kopi sebelumnya. Saat kopdar ma
teh Nchie, di lokasi yang sama ada Coffee and John. Nah, kalau ini sesuai
ekspektasi saya. Ada berbagai macam pilihan kopi dan juga kue. Tapi karena
lagi pengen makan berat, saya pilih Kedai Kopi 170 aja.




Beberapa kali datang ke sana mencoba berbagai menu, rasanya lumayan. Gak
mengecewakan juga. Kalau mengecewakan pasti udah gak balik ke sana lagi,
ya. Dan yang pasti menu mie ayam selalu jadi pilihan setiap kali makan di
sana 😁


sarapan yang enak, bisa ke Kedai Kopi 170 ini.
*Btw, baru nyadar gak ada foto kopdar ma teh Nchie. Foto makanan semua.
😂
[Silakan baca:
Ngopi di Cofi]
Kedai Kopi 170





































