“The Best Of India”. Saya pernah beberapa kali ikut bedah buku. Yup! Buku orang.
Saya bisa melihat bagaimana seorang penulis dengan sigapnya menceritakan
bagaimana karya itu bisa di susun lalu di rancang dan kemudian menembus
penerbit besar yang pasti susahnya minta ampun. Saya hanya bisa membaca nama
nama besar seperti Trinity, Dee, Agustinus Wibowo dan banyak lagi penulis idola
saya yang tentu saja buku-bukunya sering saya baca. Ah serunya!
![]() |
| Wiga memandu acara bedah buku The Best Of India |
18.30 di saat semua orang merayakan valentine maka saya sibuk dengan mengajak
teman-teman pembaca The Best Of India untuk sama-sama membedah buku yang terbit
19 Desember 2016 lalu. Buku terbitan Grasindo ini jadi bintangnya malam ini.
Bersama dengan Iman Santosa, traveler dan juga jurnalis serta Yeni Mada seorang
peneliti dari Balai Bahasa yang juga gemar traveling.
![]() |
| Tukang Jalan Jajan dan buku The Best Of India |
![]() |
| Keadaan bedah buku di The Best Of India di Kungfu Uduk |
mendapat banyak dukungan dari orang baik yang menjadi sponsor saya. Ada dari
XL, Kungfu Uduk, Kaira Cake, Optik Pvsat, Brachelet Store Pontianak, Wiga
Aprilia, Louise Wulandari, dan Blogger Pontianak serta banyak lagi sahabat dan
teman yang menghadiri acara ini. Walaupun hujan rintik membasahi bumi namun
tetap berusaha datang, penyemangat saya untuk terus menulis dan berkarya.
![]() |
| Febri Amalia sibuk membaca buku The Best Of India |
![]() |
| Iman Santosa, Yeni Mada dan Tukang Jalan Jajan siap membedah buku The Best Of India |
buku ini, kedua teman saya terlebih dahulu menyampaikan bagaimana pandangan
mereka tentang buku ini. Yeni Mada lebih bercerita mengenai sejarah, mengapa
India jadi hal menarik untuk dijelajahi. India sendiri yang kaya akan sejarah
dan peradaban. Budaya dan cerita masa lampau menjadi hal yang seru untuk di
ulik. Mulai dari bangunan, candi, agama hingga kamasutra. Semuanya jadi hal
menarik untuk di teliti. Buku #TheBestOfIndia mengupas semuanya walaupun tidak
terlalu detil namun mampu mewakili karena buku ini memang bukan buku sejarah.
![]() |
| VVIP di acara bedah buku The Best Of India |
![]() |
| Terimakasih sponsor bedah buku The Best Of India |
menjadi teman adu argumen dan juga suporter nomor 1 banyak bercerita sisi lain
yang dia rasakan, mungkin kami punya pandangan berbeda tentang India walaupun
perjalanan sama. Saya yakin semua orang juga sama, walaupun satu rute tetap ada
hal menarik yang bisa dirasakan masing-masing. Persepsi manusia yang berbeda
membuat setiap orang punya gambaran berbeda. Cerita tentang India menurut Iman
lebih ke arah pembuktian dirinya sebagai penggemar film-film India. Ternyata
kehidupan yang ditemui di sana jauh dari apa yang selama tergambar di film. Memang
masih ada budaya sama yang bisa ditemukan dalam kehidupan sehari hari.
![]() |
| Tukang Jalan Jajan menandatangani buku The Best Of India |
![]() |
| Tukang Jalan Jajan menandatangani buku The Best Of India |
mental, tenaga dan perasaan. Semuanya di aduk jadi satu. Semua yang saya
lakukan di India harus rasional dan penuh perhitungan. Banyak sekali kekerasan
yang membuat kita juga harus “keras”, jangan sampai mau mengalah adu argumen.
Harus tegas menolak dan menghindar karena banyak cara untuk menipu dari mulai
pura-pura bodoh atau memohon meminta belas kasihan dengan berbagai macam teknik
penipuan. Rasional dan tegas memang jadi pilihan. Fisik juga harus kuat dengan
berbagai macam perjalan jauh yang melelahkan sampai dengan ancaman makanan
kotor.
![]() |
| Penyerahan hadiah door prize bedah buku The Best Of India |
![]() |
| Penyerahan hadiah door prize bedah buku The Best Of India |
membaca buku ini, mereka meminta kejelasan bagaimana biaya yang saya habiskan?
Apa pengalaman yang paling spesial di India? Bagaimana bisa merangkumnya dan
apakah saya memiliki catatan pengeluaran?
![]() |
| Penyerahan buku ke sponsor bedah buku The Best Of India |
![]() |
| pembeli buku di acara bedah buku The Best Of India |
buku perjalanan saya ke India dan mencari momen yang tepat. Kebetulan momen
yang saya kejar adalah Holi Festival atau festival warna yang berlangsung tiap
tahun. Titik perjalanan, akomodasi, transportasi dan biaya sudah saya buat
dengan detil sekali sehingga didapatkanlah rupiah yang harus dikeluarkan.
Kurang lebih 5 juta rupiah untuk semua perjalanan. VISA juga sudah saya buat
sebulan sebelum perjalanan.
![]() |
| pembeli buku di acara bedah buku The Best Of India |
![]() |
| my Family di acara bedah buku The Best Of India |
mengikuti blog tukang jalan jajan maka dapat mengikuti cerita saya di blog ini.
Semua saya tuliskan secara runtut. Namun jika ingin merasakan perjalanan yang
lebih menarik dan kontinyu, saya persilakan membeli buku The Best Of India yang
di jual di semua toko buku Gramedia di seluruh Indonesia. Jika berminat membeli
lewat saya juga bisa tentu di tambah dengan tanda tangan. Harganya hanya 65
ribu rupiah di tambah ongkos kirim.
![]() |
| pembeli buku di acara bedah buku The Best Of India |
![]() |
| pembeli buku di acara bedah buku The Best Of India |
atau juga di twitter atau instagram @dodon_jerry. Selamat membaca jika sudah
membeli, terimakasih sudah mendukung saya dan terus menyuntikkan semngat.
Semoga karya saya bisa memberi informasi baru bagi yang ingin menikmati India.


























































