
masih asri. Obyek wisata ini sangat cocok bagi wisatawan yang menyukai
petualangan atau trekking. Karena untuk menuju ke lokasi air, harus melewati
jalan setapak yang sedikit berliku-liku serta melewati beberapa kios yang
menjajakan souvenir khas Bali dan warung-warung.
segarnya udara di kawasan Air Terjun Gitgit sudah bisa dirasakan ketika sudah
berada di loket masuk. Dari area parkir, pertama-tama berjalan beberapa ratus
meter melewati persawahan penduduk, perkebunan cengkeh dan perkebunan kopi, nuansa
alam yang disajikan begitu sejuk khas daerah pegunungan.

terbayar setelah melihat eksotisnya air terjun yang jatuh dari atas tebing dengan
ketinggian sekitar 48 meter. Keindahan yang menajubkan, angin sepoi-sepoi yang
tercampur embun menerpa wajah terasa begitu segar, rerimbunan pohon dan semak
pada tebing menambah kealamian obyek wisata ini.
berada di bawah Air Terjun Git-Git, sipapun tak sabar ingin merasakan sensasi
segarnya air pegunungan bahkan para wisatawan juga bisa berendam maupun mandi
ditempat ini. Air Terjun Git-Git sangat populer di kalangan wisatawan domestik
dan merupakan air terjun tertinggi di Pulau Bali.

Git-Git tidak hanya satu air terjun saja yang dapat kamu nikmati, melainkan ada
empat air terjun yang mana lokasinya masih berdekatan dan tiga diantaranya
selain Air Terjun Git-Git adalah :
terjun ini memiliki dua air terjun yang aliran airnya menjadi satu. Sementara kata
“Campuhan” merupakan bahasa Bali yang bermakna “air yang bercampur”. Suasananya
sedikit gelap namun air yang dicurahkan sangat jernih, sebab Air Terjun Kembar
di apit oleh 2 tebing yang ditumbuhi banyak pepohonan rimbun.
bertingkat-tingkat, yang mana ada tiga tingkatan air terjun. Ketiga tingkatan
air terjun tersebut lumayan tinggi dan di setiap tingkatannya ada pembatas
genangan air seperti sebuah kolam.
berada di tengah hutan dan sangat alami. Keberadaannya yang berada di tengah
hutan inilah, untuk menuju ke Air Terjun Colek Pamor bagi mereka penghobi aktivitas
trekking. Untuk mencapainya harus melewati jalan tanah yang lumayan berlumpur,
serta tidak ada petunjuk arah.
Buleleng, Provinsi Bali, Indonesia.







































