
Sebelum tampil, para penari melakukan persiapan di dalam Museum Perangko. Para pelajar berusia belasan tahun ini menghias wajah dan badannya secara bergantian dengan cairan kapur berwana putih dan merah. “Cairan ini tidak gatal dan nanti mengelupas sendiri,” aku Boni, salah seorang penari.
Acara Hari Untuk Guru yang diadakan Majalah CIA (Creativity in Action) dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional ini diikuti seribu (1.000) guru se-Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak, SD, SMP hingga SMK.
Ketua Pelaksana Hari Untuk Guru (HUG), Stefanie Agustin menjelaskan guru merupakan profesi penting dalam kehidupan manusia. โSayangnya, guru saat ini seperti pejuang di masyarakat yang sedang berjalan sendiri di lapangan. Posisi guru tenggelam di antara profesi popular lainnya dan sering diabaikan,โ ujar Stefanie seraya menambahkan ajang ini digelar ini sebagai bentuk apresiasi terhadap profesi dan jasa guru sekaligus untuk mengngkat harkat priofesi guru dalam masyarakat.
Pada pelaksanaan Hari Untuk Guru ini para guru selain mendapatkan kegiatan hiburan yang edukatif dan interaktif serta sejumlah bingkisan, juga memperoleh Kartu Hanya Untuk Guru (HUG) secara cuma-cuma.
Kartu membership tersebut hanya ditujukan khusus buat guru. โDengan kartu ini, setiap guru yang memiliki katu ini mendapatkan fasilitas khusus diberbagai tempat dalam bentuk diskon, harga khusus, hadiah, dan lain sebaginya,โ jelas Stefanie.
Di tahap awal, kartu HUG diberikan untuk kebutuhan dasar guru seperti retail, kesehatan dan asuransi. โRetail yang sudah berkontribusi dalam kartu ini baru Alfamart dengan Kartu Aku. Nantinya kartu ini akan mengarah pada kartu asuransi, kartu untuk laboratorium, bahkan ke depan juga KPR,โ ungkap Stefanie yang menargetkan lewat Kartu HUG ini kelak juga dapat bekerjasama dengan lebih banyak bidang industri, termasuk otomotif.

Menurut Stefanie, pemberian Kartu HUG ini terinpirasi dari pengalamannya sendiri. Ketika dia menggelar reuni SMP, ada gurunya yang sakit dan tidak ada biaya berobat. โSampai guru itu meninggal tidak ada yang tahu kesulitannya. Dari kejadian itu saya tergerak untuk memberikan sesuatu kepada para guru,โ kata mantan murif SMP Marsudirini, Jakarta ini.ย

Dalam acara ini, sejumlah guru mengaku senang mendapatkan hiburan, bingkisan dan juga Kartu HUG dan Kartu AKU.ย
Corporate Communication General Manager Alfamart Nur Rachman mengatakan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, (SAT) yang merupakan pemilik jaringan Alfamart dan Alfamidi menjelaskan ย Kartu AKU yang diberikan kepada 1000 guru yang hadir secara gratis punya manfaat banyak, antara lain diskon 10 % untuk pembelian produk Alfamart yakni Produk Home Brand Private Label (HBPL) yang diproduksi khusus untuk dijual di toko Alfamart.
“Kartu AKU ini juga punya banyak manfaat lain seperti kalender belanja, ย produk-porudk spesial, hadiah langsung ataupun undian, dan lainnya khusus untuk member atau pemilik kartu,” ujar Nur.ย





























