Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Explore

Pangan Sebagai Simbol Ragam-Budaya

Jelajah by Jelajah
07.08.2014
Reading Time: 8 mins read
0
Gunung Merapi Muntahkan Lava Pijar
ADVERTISEMENT
Membahas masalah ragam budaya selalu mengutamakan ciri-ciri yang
menandai antara lain jangkauan lintas budaya dan lompatan lintas batas
dari sebuah identitas komunal. Ini artinya tidak ada dominasi kekuasaan
mayoritas terhadap hak-hak minoritas dan tidak ada penghalang yang
mengungkung sebuah suku yang hidup dalam keberadaan masyarakat dengan
nilai-nilai demokratis.

Kepentingan dalam menciptakan masyarakat
didasari bahwa keragaman dan pluralisme merupakan sebuah kondisi yang
saling melengkapi, saling menghargai dan menjunjung nilai-nilai yang
terkandung pada masing-masing suku dan bangsa sebagai prasyarat
kehidupan bersama.

RELATED POSTS

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

Pangan sebagai bagian kultur suku bangsa
Oleh
karena luasnya ruang lingkup persoalan ragam kehidupan, maka memahami
persoalan ragam budaya bisa dibuat rumit dengan berbagai kajian ilmiah,
namun bisa pula untuk dipahami secara sederhana pula. Contoh yang paling
mudah dicerna ย adalah bagaimana memahami ragam budaya secara ringan
adalah dengan menyimak bentuk dan jenis makanan yang dimiliki warga
masyarakat pada berbagai suku bangsa yang ada.

Mengapa makanan dan bukan yang lain ?
Alasannya
proses kehidupan manusia baik sejak dalam kandungan hingga akhir
hayatnya, tak dapat melepaskan dirinya dari makan dan minum. Karena
sangat pentinginya makanan bagi sebuah suku bangsa, maka terdapat
keyakinan tertentu bahwa sumber makanan secara simbolik disamakan
ย dengan dewa-dewi suci. Suku bangsa India mensucikan lembu atau sapi
sebagai penjelmaaan sebuah Dewa Nandi. Masyarakat Indonesia menjuluki
tanaman padi sebagai Dewi Sri, dewi yang membawa kemakmuran. Sedangkan
masyarakat pesisisir di Jawa Timur menjauhi ikan tertentu karena
diyakini sebagai hewan jelmaan dari Dewa yang telah menyelamatkan para
nelayan di laut lepas.

Bangsa yang mempunyai penduduk dengan
beragam suku dan ras tentu mempunyai aneka ragam tata cara dan jenis
makanannya. Ini tentunya terbawa oleh warisan kehidupan para nenek
moyang mereka yang secara turun-temurun menjadi nilai kebudayaannya.
Makanan dan tata cara menyajikan dan menyantap makanan bukan saja sebuah
ritual dalam kehidupan seseorang, namun punya keterkaitan dengan
budaya, status sosial dan pola pikir yang diyakini oleh pelakunya.

Kita
ambil sebuah contoh, sebagian besar negara-negara di belahan Asia jenis
makanan mereka menggunakan banyak rempah-rempah dalam aneka masakannya.
Ini disebabkan tempat tinggal mereka kaya akan sumber-sumber yang
banyak memberikan ragam tumbuhan yang berfungsi sebagai komponen bumbu
pada makanannya.

ADVERTISEMENT

ย Maka ras suku bangsanya pun bisa beraneka ragam
pula. Indonesia, menurut ensiklopedi J.M. Melalatoa, suku-suku bangsa
di indonesia, punya tidak kurang 500 suku-bangsa dan ratusan bahasa yang
dipakai sebagai alat komunikasi diantara warga sukunya.

Sementara
negara yang mempunyai sedikit sumber alamnya yang tidak banyak
menawarkan jenis tumbuhan yang bisa dimakan, maka jumlah keberadaan suku
yang mendiami tempat tersebut pun tidak sebanyak negeri yang kaya
sumber daya alam.

ย Masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah
yang mempunyai keragaman alam serta punya keterkaitan kuat dengan
lingkungan, maka budaya dan perilaku masyarakatnya pun lebih kompleks,
seluas keragaman alam dan lingkungannya.

Coba kita perhatikan,
berbagai jenis makanan yang berasal dari masyarakat dunia barat, relatif
lebih terbatas dalam rasa dan aromanya, jika dibandingkan dengan
makanan dari bahan serupa dari masyarakat belahan dunia Asia. Sepotong
daging oleh masyarakat Asia bisa dibuat makanan dengan puluhan rasa dan
aroma misalnya, opor yang bernuansa warna kekuning-kuningan, semur
dengan rasa manis dengan warna kecoklatannya, rendang yang merah dan
pedas, sampai dengan sate yang pengolahannya cukup sekedar dibakar,
namun penyajiannya menggunakan berbagai jenis rempah-rempah maupun bahan
nabati lainnya.

Makanan-makanan tersebut cara pengolahannya
memerlukari bumbu-bumbu pelengkap agar memperoleh rasa yang pas,
sehingga sekurang-kurangnya terdiri ada 7 hingga 10 jenis bahan baku
bumbu yang mereka gunakan. Semakin banyak prasyarat baik dalam cara
pengolahan maupun penyajiannya, maka tentu pula semakin banyak waktu
yang tersita untuk menyelesaikannya.

Sementara itu, makanan buat
orang-orang di barat dengan bahan baku berupa daging yang sama cara
pengolahannya lebih terbatas dan dengan citra rasa yang melekat pun
relatif lebih sederhana karena hanya membutuhkan 2 hingga 5 jenis rasa
saja (garam, merica, saus, cabe dan jeruk), dan dengan bentuk akhir yang
lebih terbatas.

Cara mereka memasaknya pun lebih sederhana dengan menekankan pada segi-segi kepraktisannya.

Dari
sini kita bisa belajar banyak bahwa dari pangan bagi masyarakat Asia
ternyata membawa implikasi lain, dimana secara sadar atau tidak,
kehidupan masyarakatnya mempunyai adatยญ-istiadat yang sangat kompleks.
Sementara bagi masyarakat barat karena jenis pangan mereka lebih
terbatas dan pengolahannya menonjolkan sifat kepraktisannya, maka
masalah kehidupan mereka pun mengedepankan cara-cara yang pendek dan
serba praktis.

Pola makanan dan pola kehidupan kelihatannya punya
keterkaitan yang tidak secara langsung, terhadap kehidupan sebuah
masyarakat meskipun banyak dipengaruhi oleh kondisi sosial lainnya.
Masyarakat yang mempunyai ragam dan jenis makanan yang lebih bervariasi
tentu membawa akibat yang jauh lebih rumit dan kompleks ketimbang
masyarakat lainnya yang punya pola makan sederhana.

Buat orang
Minang, Sumatra Barat, yang turun-temurun mengenal rasa pedas, tentu
punya reaksi aneh ketika lidahnya bersentuhan dengan makanan Jawa Tengah
yang dominan rasa manis, atau masyarakat Jawa Timur yang ke-banyakan
menyukai jenis makanan yang dimasak secara matang, tentu sedikit
terkejut manakala ia melihat kebiasaan masyarakat Sunda yang tidak
pernah lepas dengan berbagai ragam daun lalapan mentah yang dimakan
sebagai teman nasi.

Masalah makanan, ternyata hampir semua suku
bangsa di Indonesia mempunyai satu jenis makanan yang bahan dasarnya
sama, yaitu sambal. Sambal terkait dengan cabe dengan rasa yang pedas
dan panas, sehingga bisa pula dipertanyakan apakah ini berarti bahwa
tiap-tiap suku bangsa yang mengenal dan mengkonsumsi sambal mempunyai
sifat-sifat pedas dan panas pada perilaku pribadinya ? Entahlah, mungkin
perlu riset untuk itu.

Pertanyaan yang sama, ย mungkinkah
golongan masyarakat yang gemar memakan yang berasal dari sumber hewan
mempengaruhi gen tubuhnya dari sebagian perilaku kehidupan hewan,
sementara masyarakat yang gemar akan makanan tumbuh-tumbuhan, terutama
golongan masyarakat Asia ter-pengaruh pula gen yang lebih dekat dengan
kehidupan tumbuh-tumbuhan alam yang relatif lebih rumit untuk diduga
perilaku kehidupan sosialnya

Perilaku ini mungkin tidak seratus
persen tepat namun kalau kita amati masyarakat barat yang konon dikenal
sebagai pemakan daging terbesar mempunyai sifat-sifat tersebut di atas.

Sedangkan masyarakat Asia yang gemar makan dari bahan nabati maka perilaku-nya seperti kehidupan alamnya.

Perilaku
umumnya lebih sulit untuk diterka, karena awalnya seakan-akan diam dan
pasrah itu, tiba-tiba dapat saja berubah lebih garang dan mengerikan
seperti sebuah peristiwa bencana alam.

Karena kebiasaan makan
setiap suku bangsa dengan yang lain berbeda, maka ketika ekspansi
kebudayaan melalui perdagangan makanan ini dilakukan, maka rasa pada
makanan mulai disesuaikan dengan selera setempat. Artinya fanatisme
nilai terhadap budaya asli mulai tergeser karena kepentingan budaya
masyarakat lain, dan atau karena pertimbangan bisnis yang harus adaptif.
Kondisi ini bukan saja semata-mata dilakukan oleh makanan dan suku
bangsa asli Indonesia, namun makanan dari barat pun terpaksa
menyesuaikan dengan kebiasaan masyarakat setempat.

Contoh yang
paling sederhana, adalah nasi putih termasuk pada ย menu resto Kentucky
Fried Chicken, padahal hampir tak pernah ditemui pada restoran di tempat
asalnya, Amerika Serikat.

Dengan banyaknya ragam dan jenis
pangan pada sebuah suku bangsa, maka tak ayal karakter-karakter yang
terbawa dalam perilakunya meng-hasilkan sejumlah benturan dan gesekan
yang acapkali sulit untuk dihindarkan. Konflik-konflik yang terjadi
biasanya terjadi atas perebutan sebuah sumber bagi kebutuhan pangan
mereka. Penguasaan ekonomi oleh suatu ras atau suku menyebabkan suku
lain tersingkirkan.

Jika mereka kemudian mulai kelelahan dan
menyadari bahwa konflik tersebut tidak memperoleh manfaat, maka prosesi
perdamaian diantara pihak yang bertikai dilakukan melalui sebuah upacara
yang diyakini mampu mengikatkan kembali tall persaudaraan yang telah
terputus. Disini lagi-lagi simbol-simbol makanan dipakai sebagai alat
pemersatu.

Ada tepung tawar, ada upacara pinang sirih, serta
upacara selamatan dengan nasi tumpeng, dan tak jarang mereka sepakat
untuk memotong hewan yang ada dan kemudian dilanjutkan dengan prosesi
upacara makan bersama.

Juga berbagai ritual dengan cara membakar
batu dan potong babi seperti yang sering dilakukan pada suku Dani, di
Lembah Baliem, Papua Barat.

Mengapa makanan tetap dipakai sebagai
simbol penyelesaian konflik ? Jawabannya sebenarnya sederhana, karena
mereka meletakan simbol-simbol dalam makanan sebagai sebuah makna
tertentu.

Pada dunia diplomasi politik modern pun hampir tak
lepas dengan ritual jamuan makan sesudah basa-basi penyambutan secara
verbal. Sebab riual ย itulah yang memberikan nilai-nilai penghormatan
antar pemimpin suatu bangsa pada bangsa lain.

Dalam makanan
tertentu, ada pula kandungan simbol-simbol kasta atau golongan yang
patut dihormati ketika prosesi upacara perjamuan akan dilakukan. Sebagai
misal jika anda mengenal tumpeng, (sebuah makanan yang terbuat dari
nasi yang dibentuk seperti gunung berwarna kuning dimana pada bagian
bawahnya diletakan beraneka lauk pauknya), maka prosesi cara memakannya
pun memiliki ritual sendiri. Ragam lauk yang ada sekitar nasi tumpeng
seperti berbagai jenis ikan, macam-macam jenis kacang atau yang terbuat
dari kacang, seperti tahu-tempe dan berbagai jenis unggas merupakan
simbol yang mewakili tiga unsur lapisan dunia, yakni dunia bawah, dunia
tengah (bumi) dan dunia atas. Bentuk nasi tumpeng yang kerucut adalah
sentral yang menunjuk ke atas sebagai metafor pada yang โ€œMahaโ€ Oleh
sebab itu bagian teratas yaitu pucuk dari gunungan biasanya diberikan
oleh yang empunya hajat kepada seseorang yang secara sosial sangat
dihormati, demikian seterusnya hingga ke bawah.

Ada yang menarik
dari sebuah tumpeng dalam konteks ragam budaya adalah kesamaan pada
warna kuningnya. Jadi walaupun bagian teratas diperuntukan bagi golongan
dengan status sosial teratas, dan bagian akhir untuk disantap secara
beramai-ramai tanpa mempedulikan stasus dan golongan-nya, namun
kesemuanya punya warna pengikat kebersamaan yaitu warna kuning.

Jika
warna pada makanan saja mampu menjadi simbol egaliter, maka
sesungguhnya masyarakat kita pun dapat pula ditemukan simbol-simbol
dengan sisi yang mampu mempersatukan nilai keragaman budaya, namun di
sisi sebaliknya tetap memberikan ruang untuk sebuah nilai dan kualitas
keragaman dari berbagai suku, agama, ras dan aliran atau golongan.

ย โ€œRitualโ€
makan pada beberapa suku bangsa kerap juga dianggap sebagai simbol
hubungan seksual. Apakah yang membuat kesamaan perilaku dari dua aksi
itu. Secara psikologis memang berbeda namun demikian ada persamaan arti
secara simbolik.

Contoh, pada berbagai suku bangsa, memberi suap
pasangan, atau makan bersama untuk kali pertama adalah suatu perjanjian
non verbal yang mengikat antara dua manusia seperti tradisi di kepulauan
Trobriand.

Makan berdua-duaan di depan publik sudah dapat diartikan sebagai pengumuman akan status โ€œpernikahanโ€ mereka.

Lain
lagi bagi suku Wogeo di Papua Nugini, jika seorang laki makan bersama
dengan perempuan, maka perempuan itu dianggap sebagai kakak kandung-nya,
maka si laki itu tidak boleh menikahi.

Pada masyarakat โ€œmodernโ€
berlaku beberapa tradisi misalnya bersantap bersama dalam keluarga inti,
atau mengundang khusus kerabat dekat untuk makan bersama pada hari
tertentu, yang kadang-kadang hanya berupa jenis ragam makanan yang
simbolik โ€œkeakrabanโ€

Berbeda dengan apa yang terjadi pada
kelompok masyarakat adat atau golongan โ€œtradisionilโ€ – ย para laki dewasa
biasanya punya tempat hunian terpisah dengan perempuan serta anak-anak.
Maka pola makan pun berbeda, si perempuan (isteri) akan menghantar ke
tempat hunian si laki (suami) dan ia sendiri bersama anak-anak makan
bersama di tempat hunian sendiri

Ada juga masyarakat yang anggota
kelompoknya tidak akan makan hewani atau jenis burung tertentu karena
mereka menganggap hewan-hewan itu merupakan โ€œnenek-moyangโ€ mereka.
Mereka anggap taboo disebabkan mereka percaya bahwa makan jenis
hewan-hewan tersebut adalah sama dengan melakukan hubungan seks dengan
kerabatnya dan itu berarti โ€œincestโ€.

Biasanya ย beberapa jenis
makanan juga menjadi ukuran untuk menentukan kategori seseorang atau
juga dapat menentukan tingkat sosial seseorang.

Misalnya, di
antara masyarakat pulau Trobrian, seorang yang dianggap mempunyai
kedudukan tinggi sangat dilarang makan ikan pari (stingray) atau babi
hutan, kecuali mereka yang tergolong tingkat sosial rendah.

Larangan
untuk makan tersebut juga berlaku pada masyarakat yang ada dalam sistem
kasta di India. Misalnya bagi masyarakat yang memiliki ke-dudukan
tinggi akan tercemar posisinya apabila tubuhnya bersentuhan dengan
seorang golongan kasta rendah atau menikah dengan seorang yang tergolong
kasta rendah. Karena khawatir tercemar kedudukannya, seorang dengan
gelar Brahmana atau individu yang sederajat tidak akan mau makan bersama
ataupun memakai piring bekas, bahkan tidak mau menerima pemberian
makanan yang di suguhkan oleh orang dari kasta rendah, ini juga berlaku
di Sri Langka. Dengan demikian makan dan seksual dapat merupakan suatu
metafora ย di wilayah ini.

Ritual agama Hindu di India berlaku
beberapa jenis makanan yang hanya dapat dipersembahkan kepada Dewa yang
ada di dalam candi-candi.

Bahkan masing-masing jenis makanan mempunyai pesan (arti) atau per-mohonan khusus untuk persembahan bagi sang Dewa.

Lain
lagi makanan seperti Hot-dog, Hamburger, atau Apple Pie โ€“ semua ini
me-rupakan simbol makanan bagi warga masyarakat โ€œbiasaโ€ yang berlaku di
seluruh Negeri Amerika. Tingkat kelas sosial juga bisa ditentukan dari
jenis makanan dan minuman, misalnya, telur ikan Caviar dan Champagne
mewakili masyarakat golongan atas atau elit.

Sebaliknya hamburger
MacDonald adalah makanan bagi rakyat jelata, buruh dan pengemudi, jadi
cita rasa makanan dan minuman memberi arti simbolik akan posisi
seseorang. ย Di Indoneisa hamburger MacDonald menampilkan status jauh
berbeda dari Negeri asalnya.

Pola mozaik cara makan.
Perilaku
makan ternyata juga tidak terlepas dari budaya yang berlaku bagi
seseorang. Misalnya, tempat di mana, waktu, bagaimana dan apa yang
disantap, semua ini akan menentukan status seseorang.

Di India,
makan dengan jari-tangan kanan dibenarkan sebaliknya jari-tangan kiri
yang dianggap kotor dilarang. Di Amerika orang makan boleh dengan dua
jari yang disebut โ€œfinger foodโ€ atau harus memakai sendok, garpu dan
pisau.

Di China lain lagi, hanya dengan dua batang sumpit untuk
makan, tetapi jangan berani menaro pisau di meja, katanya kita bisa
dianggap sangat barbar.

Binatang kodok dan jenis bekicot dapat
ditemukan di Negeri Inggris dan Perancis, tetapi hanya masyarakat
Perancislah yang gemar makan bekicot, nama kerennya Escargot.

Mereka
pelihara kuda, anjing dan sapi tapi hanya daging sapi-lah yang mereka
santap, kecuali orang Perancis kadang-kadang juga melahap daging kuda.

Artikel Referensi : Hadipurnomo

Tags: Jalan-JalanPelesirTempat WisataTourTravelTravelingwisata
ShareTweetPin
Jelajah

Jelajah

Related Posts

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung
Explore

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

20.01.2026
Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya
Explore

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

17.01.2026
Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata
Explore

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

16.01.2026
Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet
Explore

Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet

15.01.2026
Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak
Explore

Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak

09.01.2026
Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung
Explore

Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung

04.01.2026
Next Post
Berjoget Di Atas Sajadah, Polisi Periksa Caleg PDIP

Antropologi Makanan - Selera, Budaya dan Psikologi Makanan

Lombok Idjo (JOGJA)

Iklan

Recommended Stories

Resep Thin Crust Pizza Oven Tangkring Mudah dan Enak

10.03.2024
Jembatan Talang, Tempat Wisata Alami dan Tersembunyi di Jogja

Kapan Shalat Dhuha ?

14.08.2015

10 Kiat Agar Situs Usaha Lebih Mudah Diingat

05.08.2011

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE ยป

Terkini

Hayati Kamelia Bantah Cekcok dengan Irish Bella di Medsos: Kenal Saja Enggak

Hayati Kamelia Bantah Cekcok dengan Irish Bella di Medsos: Kenal Saja Enggak

23.01.2026
Insanul Fahmi Akhirnya Minta Maaf pada Wardatina Mawa, Akui Khilaf Lakukan Poligami

Insanul Fahmi Akhirnya Minta Maaf pada Wardatina Mawa, Akui Khilaf Lakukan Poligami

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?