
Demikian disampaikan Direktur Marketing Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan Timor Leste, Aquilino Santos Cairo di Atambua, Kabupaten Belu, NTT, Kamis (25/10/2012) lalu.ย
Tujuan Timor Leste mengikuti kegiatan in untuk mempromosikan wisata dan seni budaya masyarakat Timor Leste di Perbatasan kepada mayarakat Indonesia.
โFestival ini sangat bermanfaat karena mempererat tali persahabatan bagi masyarakat digaris perbatasan,โ jelasnya.
Selama dua tahun berturut-turut mengikuti festival ini, lanjutnya, pihaknya hanya melibatkan masyarakat di garis perbatasan Indonesia dan Timor Leste. โKedepan kami mengupayakan agar diikuti juga oleh warga dari distrik-distrik lain hingga Lospalos, Timor Leste,โ jelasnya.
Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Faried M mengatakan festival ini digelar untuk mempromosikan wisata Kabupaten Belu kepada wisatawan luar negeri, terutama warga Timor Leste, yang berbatasan langsung dengan Indonesia. โDiharapkan, tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke wilayah Kabupaten Belu dan Indonesia pada umumnya, bisa meningkat, terangnya.
Pada tahun lalu, wisman yang masuk dari pintu Atambua tercatat 18ribu orang. Dan tahun ini sampai Agustus sudah mencapai 17ribu orang. โDengan membuat program-program kreatif dan khas, pasti bakal menarik lebih banyak wisman dari Timor Leste,โ tambahnya.
Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Sekda Belu, Petrus Bere mengatakan festival ini harus terus dilaksanakan mengingat Timor Leste dan Belu maupun masyarakat Timor seluruhnya memiliki serumpun budaya yang sama. โEvent ini pun untuk mempererat tali persaudaraan dan menciptakan perdamaian,โ jelasnya.
Naskah & foto: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)










