Pagi itu
tersapu kalut, Embun pagi memanas
tipis dihapusnya
pagi bersinar, beri harapan atas sendu sedan itu
merapat menutupi hangatnya mentari
setapak itu tertutup ilalang
harap sinarnya mengantarkan ku pada nya
yang merindu
hujan boleh basahi tubuh ini
tetesan air mata mu tak boleh menetes dihatiku
ini mendinginkan hatiku yang rindu pada mu
mengapa kamu selalu Dingin saat aku bersamamu
ini
tetesan hujan yang basahi raga ini
berikan kepercayaan pada derasnya sungai yang mengalir
Menatap pada bait-bait ayat, berpadu dalam doa di
tengah gundah
Aku bersujud dan percaya
Setiap jalan yang ku tempuh
Tidaklah sesulit yang ku pikirkan
Teknik Kimia, Universitas Bung Hatta






































