Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Explore

STASIUN KRONCONG SAWAHLUNTO

Jelajah by Jelajah
02.07.2012
Reading Time: 5 mins read
0
ADVERTISEMENT
CRANG CRUNG DARI RANAH MINANG

RELATED POSTS

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

Dedi Novaldi duduk bermenung, tak bisa menyembunyikan rasa lelah dan
kantuknya. Pria ini beberapa hari disergap rasa “galau”, hingga akhirnya
malam itu benar benar melegakannya. Duduk pada sebuah kursi, ia mulai
berbinar muka, tanda puas karena telah melangsungkan hajatnya. Bukan dag
dig dug karena prosesi akad nikah, bukan pula sedang duduk dikursi
pesakitan “meja hijau”. 


Ia bersyukur, hajatan yang ia idamkan
itu terwujud, sebuah “pertunjukan musik keroncong”.Pertunjukan itu
diberi tajuk “Stasiun Kroncong – Menjemput Masa Lalu Bersama Kroncong”
sebenarnya adalah Tugas Akhir Strata I Minat Manajemen Pertunjukan –
Jurusan Musik ISI Padang Panjang, oleh Dedi Novaldi. 
Setelah
persiapan beberapa bulan sebelumnya, akhirnya dapat pula diselenggarakan
dengan gemilang. Bahwa itu masih ada kekurangan, adalah sebuah
kewajaran, tak kan pernah ada yang sempurna di dunia ini.Sabtu malam 23
Juni 2012, “mimpi” Dedi benar benar terwujud, berkat dukungan banyak
pihak. Mulai pihak ISI, sesama mahasiswa, panitia lokal, pihak pemilik
lokasi (PTKA), pula Pemerintah Kota Sawahlunto yang juga berperan dalam
perhelatan ini.

ADVERTISEMENT

KERONCONG DAN SAWAHLUNTO
Dalam
sambutannya, Dedi menyebutkan menyengaja membuat tugas akhir pertunjukan
musik keroncong, didasarkan pada Kota Sawahlunto yang identik dengan
Kota Tambang, sudah mengenal keroncong jauh waktu sebelum daerah lain di
ranah minang mengenalnya. 
Sejarah mencatat, sejak akhir tahun
1800an, ketika Sawahlunto menjadi daerah tambang batubara oleh
pemerintah Hindia Belanda, telah didatangkan dengan ‘paksa’ dan
‘sukarela’ ribuan budak, buruh dan pekerja tambang dari tanah Jawa.
Mereka tak hanya etnis Jawa, pula ada Madura, Sunda, bahkan China dan
etnis lainnya.
Semenjak berkembang pesat menjadi Kota Tambang
pada awal abad 19an, para “pekerja tambang” dari Jawa dan daerah
lainnya, pula membawa kesenian kampung halaman mereka sebagai sarana
hiburan dan untuk menghibur diri. Mulai dari Wayang Kulit, Kuda Kepang,
bahkan Keroncong. Maka sejak saat itulah, Sawahlunto yang kian multi
etnis, selain penduduk asli Minang, menjadi tempat yang kaya dan jamak
akan seni budaya penghuninya. 
Keroncong, kala itu tumbuh
subur.Ketika jaman berganti, waktu berubah, seakan musik crang crung ini
tertelan peradaban, meski sebenarnya hingga kini, peminat keroncong dan
pemusiknya secara turun temurun masih memerankan perannya. Disinilah
“peluang” yang dimanfaatkan Dedi untuk menambah keyakinannya menggelar
“pertunjukan keroncong”. Gayung bersambut, niat ini diamini oleh Dinas
Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sawahlunto, yang berkenan untuk
memfasilitasi perhelatan ini, mengambil tempat/lokasi di Museum Kereta
Api Sawahlunto.
Dedi juga mengamati, selama ini “pergerakan
krontjongers” di Sumatera Barat sebenarnya sudah mulai sangat berasa
akhir akhir ini. Maka bila diberikan kesempatan untuk tampil dimuka
umum, akan makin terdeteksi seberapa besar minat dan kecintaan
masyarakat Minang pada musik keroncong.
Dua hal inilah, selain
latar belakang lainnya yang mengantarkan Dedi dan segenap panitia sukses
mengantarkan “Stasiun Kroncong”. Reaksi positif ditunjukkan oleh, Medi
Iswandi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sawahlunto. Ia
menyebutkan, kelak kedepan bila animo masyarakat pada musik keroncong
ini makin menggelora, tak menutup kemungkinan akan diselenggarakan
kegiatan yang sama, bahkan dijadikan agenda rutin tahunan, menyusul
beragam event seni budaya lainnya yang sudah tergelar selama ini bahkan
event bertaraf internasional. Menurut Medi, kegiatan bertajuk keroncong
ini sesuai dengan visi misi pembangunan Kota Sawahlunto sebagai “Kota
Tambang Yang Berbudaya”. Khususnya, untuk menggairahkan pembangunan
sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
DUEL DUO ORKES KERONCONG
Pertunjukan dimulai dengan menampilkan Orkes Keroncong Lapangan
Segitiga (OK.LAPSEG) Sawahlunto. Tuan Rumah ini menjamu penonton dengan
10 lagu beragam ; Juwita Malam, Jenang Gulo, Bandar Jakarta, Barek
Solok, Kasiah Tak Sampai, Love Story, Sampul Surat, You Are Still The
One, dan Ayam Den Lapeh. Tak hanya menampilkan kekhasan musik keroncong,
mereka juga mengawinkan merdunya seruan alat musik tiup khas Minang,
Bansi. Lagu Kasiah Tak Sampai misalnya, jadi kental warna Minangnya. 
Tak kalah menariknya ketika lagu Mimpi milik Anggun Cipta Sasmi hits
tahun 89an, yang diaransemen keroncong dengan ditingkahi Bansi. Belum
lagi lagu langgam Jawa “Jenang Gulo”, yang juga dimainkan dengan gaya
khas Sawahlunto, memang agak berbeda dengan permainan musik langgam Jawa
kebanyakan di pulau Jawa, tapi tetap berwarna “Jawa”.
Yang
pula tampil pada bagian akhir adalah Orkes Keroncong Kota Bertuah
(OK.KOBER) Pekanbaru, pimpinan Dede Kuantani. Dede yang mengaku bahwa
orkes keroncong yang ia dirikan belum lama ini, selain memainkan lagu
lagu yang sudah dikenal masyarakat, juga menampilkan banyak lagu karya
sendiri. OK .Kober bercita rasa Melayu ini mengiringi Mbah Ponikem. 
Mbah Ponikem, legenda keroncong Sawahlunto menjadi Bintang Kehormatan
bagi OK. Kober, karena mengiringi dua lagu; Krc. Rindu Malam dan
Lgm.Lenggang Surabaya. Suara khas keroncong wanita 78 tahun ini benar
benar memukau penonton. Tak pelak lagi, berkali kali “Si Mbah” didaulat
nyanyi lagi.
Percaya atau tidak, Kota Sawahlunto yang
berpredikat Kota Tua, Kota Tambang, Kota Arang dan atau seabreg julukan
lain yang disandangnya, Sabtu malam itu benar benar menjadi ajang
apresiasi, silaturahmi dan komunikasi. 
Tak hanya dengan sesama
penggiat keroncong/ krontjongers dengan masyarakatnya, pula mampu
mengkomunikasikan suasana nostalgia dengan apik pada sebuah bangunan
bersejarah bernama Stasiun Kereta Api Sawahlunto yang kini telah menjadi
museum.
Andai gedung gedung tua di Sawahlunto memiliki
telinga, tentu mereka akan mengatakan, “musik ini dulu pernah menggema
disekelilingku, dan bila kini kembali menggema, aku akan senang dengan
kalian wahai krontjongers”. Benar benar terjadi, “Stasiun Kroncong –
Menjemput Masa Lalu Bersama Kroncong”.
[partho-bentangwaktu] 
————
Stasiun Kroncong di Museum Kereta Api Sawahlunto Sumatera Barat,
bersama OK.Lapangan Segitiga (Sawahlunto) dan OK.Kota Bertuah
(Pekanbaru) akan disiarkan ulang dalam Kharisma Keroncong Lita fm Jumat
29 Juni 2012 Pukul 19:00 – 22:00 WIB. Streaming
http://www.radiolitafm.com/
Siaran Ulang dan Liputan Khusus ini dipersembahkan oleh Krontjong
Toegoe, Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kota Sawahlunto, dan KHARISMA
KERONCONG 90.9 LITA FM Bandung.

**sumber : Bentang Waktu


Tags: ExploreIndahJalan-JalanJelajahTempatTravelTravelingwisataWisatawan
ShareTweetPin
Jelajah

Jelajah

Related Posts

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung
Explore

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

20.01.2026
Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya
Explore

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

17.01.2026
Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata
Explore

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

16.01.2026
Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet
Explore

Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet

15.01.2026
Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak
Explore

Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak

09.01.2026
Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung
Explore

Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung

04.01.2026
Next Post

Persiapan Ramadhan (1) : Perlukah?

#9 Sawarna

Iklan

Recommended Stories

Metode Belajar Klasikal di Era Milenial

Metode Belajar Klasikal di Era Milenial

27.09.2018
Biografi Abu Zur’ah Ar Razi

Biografi Abu Zur’ah Ar Razi

28.08.2020

Jatuhya pesawat militer Belanda Dakota DC3 di Padalarang, 1948

26.12.2015

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?