Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Explore

Monumen Jenderal Sudirman Pascakabar Pelelangan

Jelajah by Jelajah
20.07.2010
Reading Time: 4 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

ADVERTISEMENT

Hingga detik ini dia masih berdiri kokoh. Tenang dan tentu saja gagah. Sedikit pun dia tidak peduli dan ambil ambil pusing apa kata orang yang sedang hangat membicarakannya. Ada yang kecewa keberadaannya lalu meminta ganti rugi. Ada yang menentang pelelangannya. Ada pula yang terus mendukung kehadirannya. Dia cuma diam dan terus bertahan diterpa panas siang dan dibalut dingin malam. Entah sampai kapan.

Suasana di kawasan patung perunggu Jenderal Sudirman setinggi 8 meter yang berdiri di Dusun Sobo, Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan ini semula tenang, adem ayem saja. Termasuk suasana sekitar rumah yang pernah didiami Sudirman ketika bergerilya, pada April-Juli 1949.

Namun pertengahan Juli lalu, seketika atmosfirnya berubah โ€˜panasโ€™ setelah tersiar kabar pelelangan patung dan bekas rumah atau markas Jendral Soedirman itu yang dilakukan oleh pihak ahli waris Roto Suwarno โ€“bekas ajudan Jenderal Soedirman semasa perjuangan- di dua situs internet.

Pihak ahli waris meminta ganti rugi aset bangunan kepada pemerintah senilai Rp 40 miliar. Padahal menurut taksiran tim Pemkab Pacitan, nilai aset yang dibangun Roto Suwarno hanya sekitar Rp 4,2 miliar.

Pelelangan itu dikecam warga dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pacitan. Demontrasi pun terjadi (19/7) lalu. Puluhan warga mendatangi kawasan wisata sejarah Monumen Panglima Besar Jenderal Sudirman sambil membawa poster, mendesak agar aset bersejarah itu tidak dilelang. Penolakan senada juga sampai Jakarta. Ketua Paguyuban Warga Pacitan (PWP) di Jakarta dan Menbudpar Jero Wacik pun menyayangkan adanya informasi lelang tersebut.

Penyelesaian permasalahan mengenai ganti rugi tanah monumen ini antara pemilik tanah dengan Pemkab Pacitan hingga kini masih belum menemui titik temu.

Riwayat Monumen
Pembangunan kawasan monumen sejarah ini dimulai 1981-1993 atas prakarsa pribadi Roto Suwarno. Karena pembangunan terbengkalai lama, kemudian pada 2006 diusulkan direvitalisasi sejalan gagasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tahun 2007 dilakukan revitalisasi Monumen Jenderal Sudirman, melibatkan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Panglima TNI. Pembangunannya selesai 22 Juli 2008 dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertepatan dengan Hari Juang Kartika ke-63 atau HUT TNI AD ke-63, pada 15 Desember 2008 lalu.

Kompleks Monumen Panglima Besar Jenderal Besar Sudirman terdiri atas patung Jenderal Sudirman setinggi 8 meter, dilengkapi pasar seni, perpustakaan, lapangan, diorama, aula, parkir, toilet, dan tempat pertunjukan seni. Patungnya berada di ketinggian 1.300 di atas permukaan laut ini.

Ada 38 relief di kompleks monument ini. Relief tersebut terbuat dari perunggu yang menggambarkan perjalanan hidup Sudirman dari masa kelahiran, belajar mengaji, sekolah, kepanduan, mendirikan koperasi, menjadi anggota Peta, memimpin gerilya, hingga meninggal di Magelang.

Sebelum mencapai monumen ini ada 8 gerbang yang menunjukkan delapan provinsi pada 1948-1949. Masing-masing gerbang bertuliskan kata-kata petuah Jenderal Sudirman, antara lain tulisan berbunyi โ€œWalau dengan satu paru-paru dan ditandu, pantang menyerahโ€.

Eks Markas Gerilya
Rumah yang ditempati Jenderal Sudirman selama 107 hari, sejak 1 April 1949 sampai 7 Juli 1949 sekaligus menjadi markas gerilya berlokasi di Dukuh Sobo, sekitar 2 Km dari monumen.

Di depan rumah milik Karsosoemito_seorang bayan di Dukuh Sobo ini, ada papan informasi mengenai sejarah dan rute perang gerilya Jenderal Sudirman, sejak berangkat hingga kembali ke Yogyakarta.

Rumahnya menghadap Utara. Berlantai dan bergenting tanah liat. Bagian depan dindingnya terbuat dari gebyok (papan kayu) dan bagian belakang dindingnya terbuat dari gedhek (anyaman bambu).

Di ruangan depan ada 2 pintu. Atapnya di topang tiang-tiang kayu. Di dalamnya ada 4 kamar tidur, salah satunya kamar tidur Jenderal Sudirman. Ada juga foto Sudirman dengan masyarakat di depan rumah bersejarah ini, foto ketika berangkat bergerilya dan ketika beliau pulang ke Yogyakarta. Juga ada tiruan tandu, meja-kursi tamu, dan tempat tidur pengawal/ajudan beliau, yaitu Soepardjo Rustam dan Tjokro Pranolo sert set meja dan kursi tamu dari kayu dan balai dari bambu.

Ruang bagian belakang, atapnya juga disanggah tiang-tiang kayu. Berfungsi sebagai dapur lengkap dengan alat-alat memasak, tempayan, meja, dan kursi makan dari kayu. Di dalamnya ada peralatan audiovisual untuk menyaksikan tayangan tentang Jenderal Besar Sudirman. Di belakang rumah berdiri mushola, toilet, dan bak penampungan air.

Di rumah bekas markas gerilya yang berpanorama indah dan berudara sejuk ini, dulu digunakan Jenderal Sudirman sebagai tempat bersosialisasi dan bergabung dengan masyarakat setempat. Beliau juga menerima tamu dengan pejabat pemerintah di Yogyakarta, di rumah ini.

Menurut Padi, anak dari Karsosoemito, pemilik rumah ini, ketika dia berusia 7 tahun, banyak komandan pasukan maupun pejabat pemerintahan yang datang ke Sobo untuk minta petunjuk. โ€œSaya tidak tahu kalau yang tinggal di rumah itu Panglima Besar Jenderal Besar Sudirman. Hampir setiap pagi, saya dipanggil beliau untuk sarapan bubur. Setiap pagi, beliau berjemur sinar matahari,โ€ kenang Padi.

Pascaperjanjian Roem-Royen yang isinya Pemerintah Indonesia dan Belanda sepakat berdamai, Panglima Besar Jenderal Sudirman merencanakan pulang ke Yogyakarta. Akhirnya setelah dibujuk sejumlah pihak, Panglima Besar Jenderal Besar Sudirman meninggalkan rumah ini, kembali ke Yogyakarta pada 7 Juli 1949.

Tips Perjalanan
Momumen Panglima Besar Jenderal Besar Sudirman di Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan dapat ditempuh dari Solo maupun Yogyakarta. Dari Solo waktu tempuhnya sekitar 3 jam dengan kendaraaan roda empat, kalau dari Yogyakarta sekitar 4 jam. Sedangkan Rumah bekas markas gerilya, berada sekitar 2 Km dari monumen.

Bila dengan kendaraan umum, naik bis dari Solo ke Pacitan, lalu ganti bis lagi jurusan Pacitan ke Nawangan, kemudian berjalan kaki atau naik sepeda motor ke monumen dan rumah bekas markas gerilya Jenderal Sudirman. Kalau tak mau gonta-ganti kendaraan umum, Anda bisa membawa mobil sendiri atau sewa mobil travel dari Yogyakarta atau Solo Rp 500.000 per hari, belum termasuk bahan bakarnya.

Untuk mencapai monumen dan rumah itu, harus melewati perjalanan darat yang cukup panjang baik dari Solo maupun Yogyakarta dengan kendaraan roda empat. Jalannya berkelok-kelok, dan naik turun bukit dengan jurang di sisi jalan. Untungnya jalannya sudah beraspal mulus dan berpanorama indah.

Naskah & Foto: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)

Tags: ExploreIndahJalan-JalanJelajahTempatTravelTravelingwisataWisatawan
ShareTweetPin
Jelajah

Jelajah

Related Posts

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung
Explore

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

20.01.2026
Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya
Explore

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

17.01.2026
Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata
Explore

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

16.01.2026
Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet
Explore

Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet

15.01.2026
Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak
Explore

Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak

09.01.2026
Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung
Explore

Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung

04.01.2026
Next Post

English for Tourism in Bali

Hadis : Batasan Dalam Berhias

Iklan

Recommended Stories

Wisata Glass Bridge Bali Yang Terpanjang se asia Tenggara

08.08.2023

Ayah Nabi Ibrohim

22.06.2019
Belajar Bertaubat Dari Abu Lubabah

Super Air Jet Dukung Konser SLANK, Semakin Popularkan Jogya Destinasi Super Favorit

19.12.2022

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE ยป

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?