BERKELAKUAN BURUK
menjadi makhluk yang hidup berkelompok, makhluk sosial. Dalam setiap kelompok
baik skala kecil maupun skala besar ada baginya pemimpin atau pemegang
kekuasaan.
sisi Allah Ta’ala dan Dia memberikan jabatan sebagai penguasa atau pemegang
kekuasaan kepada siapa yang Dia kehendaki diantara manusia. Allah berfirman :
وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ
kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapapun yang Engkau kehendaki dan
Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. (Q.S Ali Imran
26).
pemimpin adalah salah satu amanah yang diberikan Allah Ta’ala kepada orang yang
dikehendaki-Nya. Nah ketika seorang pemimpin atau penguasa diberi amanah untuk
memimpin maka janganlah sekali kali dia BERKELAKUAN BURUK.
ANCAMAN YANG BERAT kepada para pemimpin yang berkelakuan buruk seperti menzhalimi atau tidak berlaku adil, suka
berbohong dan tidak amanah dalam memimpin orang banyak. Beberapa diantara ancaman itu
adalah :
paling dibenci oleh Allah Ta’ala.
berkata, Rasulullah saw bersabda:
يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إِمَامٌ عَادِلٌ وَأَبْغَضَ
النَّاسِ إِلَى اللَّهِ وَأَبْعَدَهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إِمَامٌ جَائِرٌ
Allah pada hari kiamat dan paling dekat kedudukannya di sisi Allah adalah
seorang pemimpin yang adil. Sedangkan orang yang paling dibenci oleh Allah dan
paling jauh kedudukannya dari Allah adalah seorang PEMIMPIN YANG ZHALIM. (H.R
at Tirmidzi)
tidak mengampuninya.
Hurairah radiyallahu anhu menyebutkan bahwa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ وَلاَ يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلَهُمْ
عَذَابٌ أَلِيمٌ شَيْخٌ زَانٍ وَمَلِكٌ كَذَّابٌ وَعَائِلٌ مُسْتَكْبِرٌ
mereka pada hari kiamat kelak. (Dia) tidak sudi memandang muka mereka, (Dia)
tidak akan membersihkan mereka daripada dosa (dan noda). Dan bagi mereka
disiapkan siksa yang sangat pedih. (Mereka ialah ): Orang tua yang berzina, PENGUASA
YANG SUKA BERBOHONG dan fakir miskin yang takabur. (H.R Imam Muslim)
baginya surga.
sallam bersabda :
فَهُوَ فِي النَّارِ
tempatnya di neraka. (H.R Imam Ahmad)
‘alaihi wasallam bersabda :
ثُمَّ لَمْ يُحِطْهَا بِنُصْحٍ إِلَّا حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الجَنَّةَ.
اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ.
memimpin rakyatnya, kemudian ia TIDAK MENCURAHKAN KESETIAANNYA, maka Allah
haramkan baginya surga. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim)
ia mati dimana ketika matinya itu dalam keadaan menipu rakyatnya, maka Allah
haramkan surga baginya.
menyebutkan tentang ancaman Allah Ta’ala terhadap para pemimpin yang berlaku
buruk terhadap orang orang yang dipimpinnya.
Wallahu A’lam. (1.811)






































