MASJID
amalan utama dalam Islam. Perhatikanlah
bagaimana Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam ketika hijrah dari Makkah ke
Madinah. Begitu sampai di Madinah beliau bukan mencari pasar atau lokasi untuk
pasar ataupun membangun rumah tempat tinggal. Tetapi paling awal yang beliau
lakukan adalah membangun masjid yaitu tempat berbagai kegiatan kaum muslimin
terutama sekali tempat berkumpul untuk
shalat berjamaah.
membangun masjid adalah sebaik baik perbuatan dan kebutuhan paling utama bagi
orang orang beriman. Bahkan disebutkan dalam satu hadits bahwa masjid adalah
tempat yang paling dicintai Allah Ta’ala :
وَسَلَّمَ قَالَ أَحَبُّ الْبِلاَدِ إِلَى اللهِ مَسَاجِدُهَا وَأَبْغَضُ
الْبِلاَدِ إِلَى اللهِ أَسْوَاقُهَا
: Tempat yang PALING DICINTAI ALLAH adalah masjid masjidnya dan tempat yang paling
dibenci Allah adalah pasar pasarnya. (H.R Imam Muslim, dari Abu Hurairah).
besar dan tentu sedikit sekali orang mampu memikulnya sendiri. Namun demikian
ketahuilah bahwa HAKIKATNYA SEMUA ORANG BERIMAN MAMPUNYAI KESEMPATAN ATAU BISA
MEMBANGUN MASJID yaitu secara patungan atau bersama sama. Patungan dengan dana,
material ataupun tenaga yang sedikit.
masjid akan mendapat keutamaan yaitu Allah berjanji membangunkan rumah bagi
mereka di surga. Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
مِثْلَهُ
maka Allah akan membangun baginya semisal itu di surga. (H.R Imam Bukhari dan
Imam Muslim).
‘alaihi wa sallam bersabda :
بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ
walaupun hanya sebesar tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah
bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga. (H.R Ibnu Majah).
hadits ini digunakan kalimat yang bersifat umum yaitu BARANGSIAPA YANG
MEMBANGUN MASJID KARENA ALLAH, maksudnya SIAPA SAJA yang membangun masjid.
Apakah masjid kecil ataupun besar, dengan biaya perorangan ataupun patungan
maka setiap orang yang memiliki andil dalam membangun masjid, akan Allah bangun
rumah baginya di surga.
memberikan dana beberapa ribu rupiah atau beberapa puluh batu bata saja
sehingga umumnya orang orang beriman bisa membangun masjid.
yang berinfak dijalan Allah yaitu akan diganti berlipat ganda sebagaimana disebutkan dalam ayat al
Qur an dan hadits berikut ini :
كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ
حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap
tangkai ada seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki
dan Allah Mahaluas dan Maha Mengetahui.(Q.S al Baqarah 261)
dijelaskan dalam sabda Rasulullah
Salallahu “alaihi wasallam : “Man anfaqa nafaqatan fii sabiilillahi,
kutibat lahu sab’a mi-ati dhi’fin.” Barangsiapa yang berinfak di jalan
Allah, maka dicatat baginya tujuh ratus kali lipat. (H.R Imam Muslim)
Allah, masjid yang sedang dibangun atau direnovasi maka berusahalah mengambil
bagian untuk pembangunannya seberapapun jumlahnya pasti bernilai disisi-Nya.
Allah Ta’ala berfirman :
خَيْرًا يَرَهُ
barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah niscaya dia akan melihat
(balasan) nya. (Q.S al Zalzalah 7).
adalah bahwa semua orang beriman apakah orang banyak harta atau sedikit harta.
Punya jabatan atau tidak. Apakah masih
muda atau sudah tua. Dalam keadaan sehat atau sakit SUNGGUH SEMUA MEMPUNYAI KESEMPATAN DAN BISA
MEMBANGUN MASJID INSYA ALLAH. Wallahu A’lam. (1.719)




































