GANDA
nikmat yang banyak kepada hamba hamba-Nya diantara berupa rizki dalam bentuk
harta. Dan Allah Ta’ala sangat menganjurkan untuk membagi sebagian rizki itu
dalam bentuk infak atau sedekah. Dan Allah Ta’ala berjanji akan menggantinya
dengan berlipat ganda.
رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا
أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang
dikehendaki-Nya). Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya
dan Dia lah Pemberi rizki yang sebaik-baiknya. (QS Saba’ 39)
كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ
حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap
tangkai ada seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki
dan Allah Mahaluas dan Maha Mengetahui.(Q.S al Baqarah 261)
menjelaskan bahwa Allah melipat gandakan harta orang orang yang berinfak di
jalan-Nya sampai tujuh ratus kali lipat bahkan bisa jadi lebih dari itu.
seperti ini (infak di jalan Allah) akan dilipat gandakan. Kelipatan ini dengan
tujuh ratus kali lipat hingga berlipat ganda lagi banyaknya dari itu. Karena itu Allah berfirman : “Allah melipat gandakan (balasan) bagi siapa
yang Dia kehendaki. Itu tentunya sesuai
dengan apa yang ada dalam hati orang yang berinfak tersebut dari keimanan dan
keikhlasan yang tulus. Juga sesuai dengan kebaikan dan manfaat yang
dihasilkan dari infaknya tersebut. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).
dijelaskan dalam sabda Rasulullah
Salallahu “alaihi wasallam : “Man anfaqa nafaqatan fii sabiilillahi,
kutibat lahu sab’a mi-ati dhi’fin.” Barangsiapa yang berinfak di jalan
Allah, maka dicatat baginya tujuh ratus kali lipat. (H.R Imam Muslim)
kisah yang dialaminya setelah bersedakah. Sedekahnya lima rial langsung diganti Allah dengan
tunai lima ratus rial.
aku melihat seorang wanita bersama anaknya yang memakai pakaian yang sudah
lusuh dan robek. Aku kasihan dan merasa iba melihat kondisinya. Tatkala aku
memeriksa kantong bajuku aku tidak
mendapati apa apa kecuali hanya ada uang 5 rial saja.
ataukah untuk anak anakku karena aku tidak mempunyai uang kecuali hanya 5 rial
saja. Akhirnya aku membulatkan tekad. Aku putuskan untuk memberikannya kepada
wanita dan anak fakir itu, lalu aku pulang kerumah.
: Ambillah amplop ini. Tadi ada si Fulan datang dan memberikannya sebagai
hadiah untukmu. Ketika aku membukanya ternyata isinya adalah uang sejumlah 500
rial. Segala puji bagi Allah atas segala karunia-Nya. (Kitab Min Ajib ash
Shadaqah).
dari kebaikan dari Allah Ta’ala saja dan sungguh Allah Ta’ala tak pernah mengingkari janji, sebagaimana
firman-Nya :
عَلَىٰ رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ
الْمِيعَادَ
Engkau janjikan kepada kami melalui rasul rasul-Mu. Dan janganlah Engkau
hinakan kami pada hari Kiamat. SUNGGUH ENGKAU TAK PERNAH MENGINGKARI JANJI.
(Q.S Ali Imran 194).
Wallahu A’lam. (1674)




































