paling utama seorag beriman di dunia ini adalah :
ilmu syar’i dan juga ilmu ilmu yang bermanfaat bagi kaum muslimin. Rasulullah
bersabda :
الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
wajib bagi setiap muslim. (H.R
Imam Ahmad dan Ibnu Majah).
berdasarkan ilmu. Sungguh Allah Ta’ala telah mengingatkan dalam firman-Nya :
لِيَعْبُدُونِ
tidak menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku. (Q.S
adz Dzaariat 56).
masing : Adakah kita sudah betul betul MENYEDIAKAN WAKTU UNTUK BELAJAR DAN
BERIBADAH. Kalau belum berarti kita BELUM PAHAM APA YANG PALING UTAMA bagi diri
kita. KITA BELUM PAHAM APA YANG
MENYELAMATKAN MANUSIA DI DUNIA DAN DI AKHIRAT KELAK.
bisa menyelamatkan diri kita di dunia
dan di akhirat. Tapi kenyataannya
sebagian manusia hanya sedikit sekali berusaha atau mungkin tidak berusaha sama
sekali ke arah itu.
WAKTU UNTUK MENCARI HARTA terutama pada hari hari keja. Lalu pada hari LIBUR
MENGHABISKAN WAKTU BERSENANG SENANG, MENCARI HIBURAN BERSAMA KELUARGA.
mencari rizki untuk menafkahi diri serta keluarga dan juga ada kewajiban
memberikan hak kepada anak dan istri yaitu memberi waktu untuk bersama mereka.
Memberikan kegembiraan kepada mereka.
kewajiban untuk BELAJAR ILMU DAN BERIBADAH kepada Allah Ta’ala. Ketahuilah
bahwa harta dan anak seringkali melalaikan seorang hamba dalam mengingat Allah,
termasuk dalam hal ini belajar ilmu dan beribadah. Oleh karena itu berusahalah
mengatur waktu agar kewajiban utama
tetap menjadi paling utama untuk ditunaikan.
الْأَعْرَابِ شَغَلَتْنَا أَمْوَالُنَا وَأَهْلُونَا فَاسْتَغْفِرْ لَنَا ۚ
berkata kepadamu : Kami telah disibukkan oleh harta dan keluarga kami, maka
mohonkanlah ampun untuk kami.
أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ
فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
orang orang yang beriman !. Janganlah harta bendamu dan anak anakmu melalaikan
kamu dari mengingat Allah. Dan barangsiapa berbuat demikian maka mereka itulah
orang orang yang rugi.
as Sa’di berkata : Allah Ta’ala memerintahkan hamba hamba-Nya yang beriman agar
banyak banyak mengingat-Nya. Didalam berdzikir itu terdapat keberuntungan, laba
dan kebaikan yang banyak. Allah melarang hamba hamba-Nya yang beriman agar
tidak dipersibuk oleh harta dan anak sehingga lalai untuk berdzikir kepada
Allah.
beliau berkata : Kebanyakan jiwa manusia itu terbentuk untuk mencintai harta
dan anak sehingga lebih dikedepankan daripada mengingat Allah dan itu akan
menimbulkan kerugian yang besar. (Tafsir Taisir Karimir Rahman)
(1.381)




































