A. Kedudukan Ilmu Mawaris
Untuk menghindari hal semacam itu, maka Allah SWT menurunkan ketentuan dan aturan dalam mengatur pembagian harta warisan dengan aturan yang sudah pasti.ย
Semua kebijaksanaan dalam hal ini adalah berasal dari Allah SWT, karena sering kali manusia tidak dapat mengetahui hakikat sesuatu dan hanya Allah sajalah yang mengetahui sebagaimana tersebut dalam firman-Nya.
ุกุงุจุข ุคูู ูุฃุจูุงุคูู ูุงุชุฏุฑูู ุงูููู ุฃูุฑุจ ููู ููุนุง ูุฑูุถุฉ ู ู ุงููู ุงู ุงููู ูุงู ุนููู ุง ุญููู ุง
B. Hukum Mempelajari Ilmu Mawaris
Umat Islam wajib mengetahui tentang ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh Allah SWT dalam hal yang berkaitan dengan ilmu Faraidh atau ilmu mawaris tersebut. Rasulullah saw bersabda:
ุงูุณู
ูุง ุงูู
ุงู ุจูู ุงูู ุงููุฑุฆุถ ุนูู ูุชุงุจ ุงููู
“Bagilah harta benda diantara ahli-ahli waris menurut kitabullah (HR. Muslim dan Abu Daud)
Rasulullah juga pernah bersabda:
ุชุนูู
ูุง ุงููุฑุงุฆุถ ูุนูู
ููุง ุงููุงุณ ูุฅูู ูุตู ุงูุนูู
ููู ููุณู ููู ุงูู ุดุฆ ููุฒุน ู
ู ุงู
ุชู
“Pelajarilah Faraidh dan ajarkanlah kepada manusia karena dia adalah separuh ilmu dan dia mudah dilupakan orang dan dia adalah sesuatu yang akan dicabut pertama kali dari umatku. (HR, Ibnu Majah dan Daruqhutni).








