1.Peternakan Sapi Perah
Selain konsep wisata alam yang telah di kembangkan di Desa Wisata ini, juga
mencoba basis perekonomian produktif di sector peternakan sapi perah sebagai
daya tarik wisata.

2.Pengembangan Pertanian
Holtikultura
Selain pertanian yang konfensional, masyarakat Tulungrejo juga menerapkan
pertanian pengembangan holtikultura.Ini selaras dengan semangat desa ini
sebagai desa wisata yang berbasis pada pertanian.

3.Hutan sebagai penunjang perekonomian masyarakat
dan wisata
menunjang perekonomian juga di sandarkan pada sector kehutanan. Diantaranya
adalah menyadap getah pinus sebagai bahan baku utama karet atau cat. Dengan
system bagi hasil dengan perhutani maka masyarakat desa akan mempunyai tambahan
pendapatan.

4.Pengolahan Pupuk Organik
berlebihan justru membuat petani kian merugi, karena struktur tanah menjadi
kurang subur dan hasil pertanian tidak sehat untuk di konsumsi.Maka dari itu,
petanian di Desa Wisata Tulungrejo mulai mencoba pertanian dengan system
organic. Menggunakan pupun yang di olah sendiri dengan bahan baku kotoran
ternak yang tidak mengandung bahan kimia sama sekali.

5.Kerajinan Kayu/Mebeler
betapa tidak, hasil hutan yang melimpah bisa di manfaatkan untuk mebeler yang
berkualitas tinggi









































