
Islamedia – Dalam sebuah program RCTI yang bertajuk kuis kebangsaan, para
penelepon diwajibkan menyebut password bersih, peduli dan tegas, slogan
capres dan cawapres Partai Hanura Wiranto-Harry Tanoesoedibjo (Win-HT).ย
Belakangan, diketahui kuis tersebut hanya rekayasa belaka untuk meningkatkan elektabilitas pasangan Win-HT.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP Muhammad Romahurmuziy
menyatakan program itu telah melakukan pelanggaran frekuensi penyiaran.
Dia pun menyayangkan sikap stasiun televisi milik HT itu yang masih
melakukan pelanggaran setelah ditegur Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).
“Itu
nyata-nyata bentuk penyalahgunaan frekuensi milik publik untuk
kepentingan partai. MNC Grup termasuk RCTI sudah nyata-nyata mendapat
sanksi berupa teguran dari KPI,” ujar pria yang akrab disapa Romy, Rabu (11/12).
Dia yakin, jika stasiun TV yang
melakukan pelanggaran akan kena sanksi tegas KPI. Pihaknya pun berjanji
akan terus mengamati pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan lembaga
penyiaran jelang Pemilu 2014 itu.
“Jika masih bandel, sanksi yang lebih berat menanti dan PPP berada dalam posisi terus mengamati perkembangan ini,” tegas dia.
Selain
langgar Undang-Undang (UU) penyiaran, dia melihat, Partai Hanura juga
telah melanggar UU Pemilu. Dia menjelaskan, dalam aturan UU Pemilu para
kandidat dilarang melakukan blocking time.
“Kuis tersebut juga merupakan pelanggaran nyata terhadap ketentuan UU Pemilu yang melarang blocking time,” pungkasnya.[mrdk/YL/Islamedia]












