
Islamedia – Seorang buruh migran asal Filipina menerima ‘Hidayah’ di pengajian Majelis
Taklim (MT) Bustanul Ulum Tuen Mun Buruh Mingran Indonesia (BMI) Hong Kong, di Taman Tuen Mun,
Ahad (1/12) lalu.
Sebelum mengikrarkan syahadat untuk memeluk agama Islam, ia menuturkan, setelah
berkunjung ke Majelis Bustanul Ulum beberapa pekan lalu, dia bermimpi
ada suara yang memanggilnya dengan sebutan Aisyah.
Dia mengelak kalau nama itu bukan namanya, tapi suara tersebut
menjelaskan bahwa mulai saat itu namanya Aisyah. Hingga akhirnya dia
memutuskan untuk datang lagi ke Majelis taklim Bustanul Ulum dan
menyatakan masuk Islam.
Dia yakin itu adalah sebuah hidayah untuknya dan dia yakin kalau
Islam adalah agama yang lembut. Setelah bersyahadat, Melina, nama
aslinya, mendapat tambahan Aisyah sehingga menjadi Melina Aisyah.
Ikrar syahadat dibimbing Ustadzah Binti Maesaroh (Cordofa DDHK) yang saat itu menjadi penceramah.
Dengan tema “Pentingnya Ilmu”, dalam tausiyahnya Ustadzah Binti
mengimbau jamaah (BMI) yang hadir agar meluangkan waktu untuk mencari
ilmu.
“Orang dapat sukses dunia dan akhirat karena ilmu, ” tegasnya
seraya mengutip sabda Rasulullah Saw, “Bagi siapa yang ingin menguasai
dunia maka hendaklah dengan ilmiu dan barangsiapa yang ingin menguasai
akhirat maka hendaklah dengan ilmu”. [Amy
Utamy/ddhongkong/Islamedia]










