
Khilafah Islamiyah
nasionalisme
kepemimpinan yang bijak dalam wujud Negara Khilafah Islamiyah
Ketertinggalan umat Islam dalam berbagi bidang kehidupan karena tiadanya
penerapan seluruh sistem Islam oleh Negara Khilafah Islamiyah
Islam dengan Negara Khilafah Islamiyah
Allah mengetahui orang-orang yang menghalang-halangi di antara kamu. » (QS. Al-Ahzaab:18)
kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang
dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami terhadap mereka. Tak
ada seorangpun yang dapat merobah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah.” (QS.
Al-An’aam:34)
berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.”
(QS. Yusuf:21)
KEJAYAAN UMAT
mencermati sejarah sejak Islam dinyatakan di kota Makkah, dan berdiri Negara
Islam sampai sekarang tiadanya Negara Khilafah Islam, maka akan mengetahui
sejauh mana upaya konsisten untuk melenyapkan, menghentikan laju dan upaya
memusnahkan Islam dari muka bumi.
menjajah dan bersifat radikal yang dianut kalangan Yahudi ekstrem. Kata Zionis
terambil dari nama sebuah gunung di salah satu pegunungan Palestina yang
terletak di utara Quds. Lihat Mohammad Sayyid Aththanthawi, Banuu Israail filkitaab was-Sunnha hal.15] dan Salibis
di masa modern ini menggunakan beraneka perlawanan dan makar yang berlipat
ganda ukurannya daripada peperangan yang mereka lancarkan sejak abad-abad lalu.
besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada
kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka
sendiri.” (QS. AlBaqarah:109)
tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu
dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup.” (QS.
Al-Baqarah: 217)
pendapat , mengapa mereka dinamakan dengan nama Yahudi, yaitu:
mereka bertaubat dan tidak menyembah sapi lagi. Mereka berkata: ”inna hudnaa
ilaika”, artinya kami bertaubat dan kembali. Maka kalimat Yahudi berasal
dari kata haada yang artinya bertaubat dan kembali.
mereka yatahawwadun artinya bergerak ketika membaca kitab taurat.
kepada putera keempat dari Nabi Ya’qub yang bernama Yahudza. Lihat Mohamad
Sayyid Thanthawi, Banuu Israail filkitab was-Sunnah hal.15]
keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi
dan orang-orang musyrik.” (QS. Al-Maidah:82)
tidak lain karena kekafiran Yahudi adalah kekafiran yang ingkar dan melawan,
menyelewengkan kebenaran, menghina manusia dan mencela ahli ilmu. Karena
inilah, mereka banyak membunuh para Nabi. Bahkan bukan hanya sekali mereka
bermaksud membunuh Rasulullah Saw.
berusaha meracun dan menyihir beliau. Mereka juga bersekongkol dengan kaum
musyrikin yang juga bermusuhan dengan Islam. Mereka semua layak mendapat laknat
Allah yang terus menerus sampai hari kiamat. [Tafsir Ibnu Katsir, jilid 2 hal.86]
Yahudi yaitu bahwa wajib menyampaikan kejahatan kepada orang yang bertentangan
agama (jalan hidup) dengan mereka dengan segala cara dan jalan. Jika mereka
dapat melakukannya dengan membunuh, maka mereka membunuh. Jika tidak dapat,
maka mereka merampas harta atau mencurinya atau dengan jenis makar, tipuan dan
rekayasa lainnya.” [Fakhruddin Arrazi,
Mafatihul Ghaib jilid 6 hal.111-112]
itulah yang menyimpan kemunafikan di kota Madinah dan memperluasnya dengan
sarana-sarana makar kepada Islam dan kaum Muslimin. Mereka itulah yang
menghasut kaum musyrikin untuk bersedia berkonspirasi dengan mereka. Kaum
Yahudi saling bekerjasama dengan kaum musyrikin untuk memerangi kaum Muslimin.
menebarkan isu-isu, kabar bohong dan makar dalam barisan umat Islam. Mereka
juga berperan menyebarkan kekacauan, keraguan serta penyimpangan seputar akidah
dan kepemimpinan Negara Islam. Kesemua hal itu terjadi sebelum mereka mengarahkan
wajah-wajah mereka dalam perang nyata dan terang-terangan.
mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih
benar jalannya dari orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa’:51)
bergerak membuat makar kepada Islam melalui hembusan kabar bohong yang
dilancarkan ke dalam kitab Taurat mereka. Tidak ada kitab yang selamat dari
rekayasa berita bohong mereka kecuali hanya kitabullah Al-Qur’an yang
kemurniannya dijamin Allah.
balik kesombongannya di masa Khilafah terakhir (Utsmani), berada di balik
kudeta yang dimulai dengan makar penggantian Syariat Islam dari perundangan,
dan mengganti undang-undang pada masa Sultan Abdul Hamid, lalu penghapusan
Negara Khilafah Islam secara total dengan pelaksana Kamal Attaturk seorang
Yahudi.




































