Aopok.com – #Google #kembali #meningkatkan #keamanan #perangkat #Android #dengan #menghadirkan #fitur anti-maling terbaru yang dirancang untuk melindungi ponsel dari risiko pencurian fisik maupun pemanfaatan data setelah perangkat hilang. Pembaruan ini merupakan bagian dari strategi keamanan Android yang terus berkembang, menggabungkan autentikasi canggih, kecerdasan buatan (AI), serta mekanisme penguncian dan pemulihan yang lebih kuat untuk memberikan perlindungan berlapis pada pengguna.
Baca juga: OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

Google baru-baru ini merilis fitur anti-maling terbaru untuk perangkat Android guna meningkatkan perlindungan terhadap pencurian dan penyalahgunaan ponsel. Fitur baru ini dirancang untuk membuat smartphone Android lebih sulit dibuka, diakses, atau dimanfaatkan oleh pihak yang tidak berwenang jika ponsel hilang atau dicuri.
Pembaruan fitur ini meliputi perluasan dan peningkatan berbagai mekanisme keamanan yang sebelumnya sudah ada, seperti Failed Authentication Lock, Identity Check, serta alat pemulihan seperti Remote Lock. Keamanan menjadi fokus utama dalam upaya ini karena pencurian ponsel tak hanya berarti kehilangan perangkat, tetapi juga bisa membuka celah penyalahgunaan data pribadi dan finansial penggunanya.
Salah satu peningkatan penting adalah perluasan fungsi Identity Check. Sebelumnya fungsi ini bekerja hanya pada beberapa situasi dan perangkat tertentu, namun kini telah diperluas mencakup semua aplikasi dan fitur yang menggunakan sistem Biometric Prompt. Artinya, tindakan sensitif seperti membuka aplikasi perbankan atau mengakses pengelola kata sandi kini wajib melalui verifikasi sidik jari atau wajah ketika perangkat berada di luar lokasi tepercaya.
Baca juga: Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih
Selain itu, Failed Authentication Lock, yang otomatis mengunci perangkat setelah terlalu banyak percobaan masuk yang gagal, kini mendapat toggle khusus di pengaturan sehingga pengguna bisa mengaktifkan atau menonaktifkannya sesuai kebutuhan. Google juga memperpanjang durasi penguncian untuk memperlambat upaya penebakan PIN atau sandi secara paksa.
Fitur Remote Lock juga diperbaharui agar dapat membantu pemilik perangkat mengamankan ponsel dari jarak jauh melalui peramban web. Dalam versi baru, Google menambahkan tantangan keamanan tambahan untuk memastikan hanya pemilik sah yang bisa mengunci ponsel lewat layanan ini.
Beberapa fitur juga aktif secara otomatis pada perangkat Android terbaru yang diaktifkan di negara tertentu, seperti Brasil, di mana Theft Detection Lock langsung aktif untuk mendeteksi pola gerak yang mencurigakan saat ponsel diambil secara paksa.
Baca juga: Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan
Pembaruan ini tersedia untuk perangkat Android yang menjalankan Android 16 ke atas untuk banyak fitur utama, sementara beberapa peningkatan recovery tools kompatibel dengan perangkat yang menjalankan Android 10 atau lebih baru. Dengan demikian, mayoritas ponsel Android aktif dapat memanfaatkan lapisan keamanan baru ini setelah pembaruan diinstal.




























