
- Keesaan Nama-Nama Allah dan Sifat-SifatNya (Tauhid Asma’ wa Shifat)
Asma’ wa Shifat merupakan keyakinan bahwa Allah memiliki nama dan
sifat, yang dengan nama dan sifatNya itu, Ia atau Nabi saw melukiskan
keadaan diriNya. [Abu Ameenah Bilal, Menolak Tafsir Bid’ah, PT. Andalus Press, Surabaya, hal.208.]
Imam Ibnu Taimiyyah menyatakan, “Allah swt mensifati DiriNya dengan
sifat yang telah disifatkan oleh DiriNya sendiri, atau disifatkan oleh
Rasulullah saw, serta para generasi awal Islam yang tidak melebihi batas
al-Quran dan Sunnah. [Imam Ibnu Taimiyyah, Majmuu’ al-Fatawa, juz III/16, Daar al-Kutub al-‘Imiyyah.]
Dia-lah Tuhan (Yang disembah) di langit dan Tuhan (Yang disembah) di
bumi dan Dia-lah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. Dan Maha Suci
Tuhan Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan apa yang ada di
antara keduanya; dan di sisi-Nyalah pengetahuan tentang hari kiamat dan
hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” [al-Zukhruf:84-85]
dan Sifat Allah tidaklah serupa dengan sifat dan nama makhlukNya. Dalam
hal ini Allah swt telah memberi rambu-rambu kepada umatNya ketika
hendak memahami sifat dan nama Allah, dengan firmanNya,
Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu
sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak
pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan
jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang
Maha Mendengar lagi Maha Melihat. [al-Syura:11].








































