
buruk puluhan tahun haruslah diakhiri dengan suatu metode yang tepat. Metode
bagi kebangkitan ini haruslah bersumber dari apa yang dituntunkan Rasulullah
Saw. Dan metode seperti inilah yang diadopsi oleh Hizbut Tahrir. Perjuangan
melanjutkan kehidupan Islam ini insya’ Allah akan membuahkan hasil yang
gemilang dengan pertolongan Yang Maha Kuasa, sebagaimana tampak dari
perkembangan di dalam tubuh Umat akhir-akhir ini.
sebelumnya, demokrasi, sekularisme, campur tangan kafir penjajah dan korupsi
luas. Namun siklus berlanjut: demokrasi, korupsi, dan imperialisme terus mencabik
negeri. Para imperialis Barat melihat negeri-negeri Muslim sebagai bagian dari
sasaran ‘perang terhadap teror’. Namun, berkebalikan dengan tipuan namanya,
perang itu justru membawa kematian dan kehancuran pada jutaan orang di berbagai
negeri Muslim dan terus menyalakan “teror” di seantero dunia.
dalam al-Qur’an.
membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab: “Sesungguhnya kami
orang-orang yang mengadakan perbaikan.” [Terjemah Makna Qur’an Surat (2)
al-Baqarah:11]
para manusia yang merampas hak Allah Swt. dalam membuat hukum, tidak juga
memerlukan sistem kufur dan rusak sekularisme beserta demokrasinya. Namun,
negeri ini harus menerapkan konstitusi Islam sesungguhnya. Konstitusi ini akan
menjamin pemilihan pemimpin, pertanggungjawaban, peradilan independen dan
aturan hukum.
yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.”
[Terjemah Makna Qur’an Surat (5) Al Ma’idah 47]”
urusannya. Saat ini negeri ini adalah papan catur segala jenis campur tangan
asing dari Amerika, intelijen asing, perusahaan multinasional, maupun lembaga
keuangan dunia.
Islam yang berideologi Islam, bersistem hukum Islam, bervisi Islam, menguasai
iptek serta menaungi semua warganya tanpa pandang jender, suku, agama maupun
ras dengan Khilafah.
kronis korupsi, kesengsaraan hukum dan ekonomi. Hanya solusi radikal dari Islam
sajalah yang mampu mengatasi masalah-masalah itu, bukan solusi-solusi sekular
tambal sulam yang disediakan oleh elit penguasa beserta sistem bobroknya saat
ini.
bukanlah golongan kami” (Hadits Riwayat Tirmidhi)
kebijakan luar negeri menurut Syariat Islam, tidak menjadi korban Amerika
Serikat. Masa depan negeri ini adalah sebagai bagian dari kesatuan dunia Muslim
dengan seperempat populasi dunia, yang mengendalikan jalur-jalur pelayaran
utama dan yang menduduki mayoritas cadangan energi dunia. Hanyalah satu dunia Muslim
yang menyatu dalam Khilafah yang bisa menangani berbagai tantangan yang akan
muncul di abad 21 dari imperialisme dan kekufuran Amerika Serikat, Uni Eropa,
Rusia, dan Cina.




































