
Kusuma Edupark ini out of list, nggak
masuk itinerary. Sayangnya, aku dan
Widy bersebrangan dalam memilih destinasi dan itinerary yang sebelumnya syudah tersusun rapi mesti dibuat ulang. Kita
sepakat memilih Sindu Kusuma Edupark karena dekat dengan JCM (Jogja City Mall)
posisi kita saat itu. Kalau lihat di review-nya Sindu Kusuma Edupark ini kayanya fun dan cool ya dan foto-foto Lightfest-nya sukses membuat penasaran.
datang agak awal, ternyata kita jadi pengunjung pertama di hari itu haha…
serasa dunia milik berdua 🫂.
Edupark terbilang masih baru dan (sebagian) masih dalam tahap penyelesaian,
memang sudah banyak petugas yang siap sedia jaga wahana tapi mungkin karena
kita datang saat weekday jadinya
sepi. Sebelumnya kita malah sempet cengo, dikirain lagi undermaintenance atau kita yang salah info, ternyata… emang lagi
sepi aja sih *heu


keuntungan dari sepinya Sindu Kusuma Edupark ini adalah kita nggak perlulah
ngantri-ngantri atau desek-desekan kalau mau naik wahana, foto-foto pun bisa
maksimal karena nggak rebutan spot.
Eh tapi emang ada yang kurang kalau sepi mah, ambience keseruannya nggak dapet hehe Eh, iya nih… kalau sepi kita
bisa nambah waktu sama petugasnya “Mas, sekali lagi boleh nggak?” *modus detected 😋.
wahana yang ada di Sindu Kusuma Edupark, yang kita naiki cuma sebagian saja karena
wahana tersebut diperuntukkan untuk pengunjung anak-anak. Sempat merasa agak menyesal
ya karena kita belinya tiket terusan ++ seharga Rp. 100.000, tapi kalau dipikir-pikir
lagi harga segitu termasuk reasonable
mengingat penambahan wahana diluar tiket masuk adalah sekitar Rp. 30.000an. So... Rp. 100.000 itu flat price
ya.
((Korsel 😁)) Meski bukan wahana utama di Sindu Kusuma Edupark dan
lebih cocok untuk anak-anak, kita akhirnya nyerah juga naik Komidi Puter, bukan
apa-apa ya… kita udah geje nungguin lampu Lightfest dinyalain. Oh iya, kalau
mau naik Komidi Puter usahakan naik kuda yang bagian terluar ya yang dekat
dengan pagar, karena apa? Karena kudanya bisa naik turun hehe

yang mabur ya, wahana ini juga sukses membuat jantung kita ikutan mabur karena
was-was di sepanjang rute-nya.
Awalnya kita pikir cuma sepedahan di atas doang mah nggak akan kenapa-napa haha
((cuma 🥲)) ternyata pas sepedahnya udah mulai lepas landas baru kerasa
deg-degannya. Kita sempat mentok dan ingin balik lagi dong saking
deg-degannya, tapi ternyata NGGAK BISA !!!

jalan-jalan ini adalah kali pertama kita naik Flying Fox, cyusss… Karena kalau
naik Flying Fox saat liburan keluarga ku terlalu gengsi untuk teriak diliatin
orang-orang haha *fayah Ternyata… naik Flying Fox biasa aja yha~ Deg-degannya
diawal kesananya mah nggak gimana-gimana. Karena lintasan Flying Fox di Sindu
Kusuma Edupark cukup panjang dan jauh, well… ehm… bisa kali pulangnya nebeng motor petugas yang bolak balik.

pilihan film yang bisa ditonton di bioskop 8D, kalau dilihat dari posternya sih
ber-genre horror + comedy karena menyesuaikan
dengan pengunjung anak-anak. Durasi filmnya ± 15 menit dan jeda antar filmnya
adalah ± ½ jam, untuk schedule film-nya bisa tanya ke petugas yang
jaga. Yang membuat kita ngeri malah bukan filmnya, tapi kenyataan kalau cuma
kita berdua yang nonton.
ini adalah; serodotan di atas rumput sintetis dengan kemiringan ± 45◦.,
sebenernya asik-asik aja ya cuma pas naiknya lagi malesnya nggak ada dua haha
mana mesti ngegeret-geret alas serodotannya. Padahal ya tambah 1 orang petugas
lagi untuk ngangkutin alas serodotannya biar pengunjung senang J atau kalau nggak mau nambah perugas bisa pake katrol kaya
flying fox.

Atau kincir. Widy yang masih parno akibat Sepeda Mabur nggak mau ikut naik,with or
without you ya sist … sendiri
juga asyik kok *menghibur diri. Wahana ini adalah point of interest dari Sindu Kusuma Edupark,
mungkin Satu-satunya concern adalah
bianglalanya terus berputar (meski lambat), jadi kalau mau naik atau turun mesti
ambil ancang-ancang dulu.

untuk anak-anak, kita nggak naik karena “merasa” udah dewasa.
untuk anak-anak, kita nggak naik karena “merasa” udah dewasa.
petugasnya nggak ada.






















































