
akar masalah inflasi harga-harga
Buku Manifesto Hizbut Tahrir untuk Pakistan
adalah hilangnya nilai Rupee. Rupee yang lebih lemah menjadikan membeli
barang-barang menjadi lebih mahal dan telah menyebabkan berbagai kemerosotan di
banyak pasar.
Fund), bersikeras mendesak untuk depresiasi Rupee. Ini adalah karena Rupee yang
lebih lemah menguntungkan para multinasional Barat sehingga sekarang bisa
memproduksi barang-barang dengan murah di Pakistan dan kemudian mengekspornya ke
perekonomian Barat dengan nilai tukar menguntungkan.
dan perak sehingga memungkinkan mata uang Khilafah mencegah kenaikan
harga-harga, yang dihasilkan mata uang fiat (tanpa cadangan emas) hari ini.
revolusi industri
Negara untuk mengurus berbagai kepentingan warganegara.
publik seperti pabrik pengeboran minyak dan penyulingan. Karena aset-aset milik
rakyat adalah milik semua kaum Muslimin, maka begitu pula pabrik-pabrik yang
terlibat dalam pengeboran dan penyulingan. Negara mendirikan mereka mewakili
kaum Muslim.
penghasil senjata. Para individu boleh memiliki pabrik semacam itu, tapi karena
industri-industri demikian memerlukan dana besar Negara Khilafah akan
menyediakannya. Militer yang kuat hanya mungkin ada jika ada industri besar,
yang mampu memproduksi mesin dan peralatan.
industri efektif, sementara menciptakan lapangan kerja yang akan menguntungkan
keseluruhan Umat.
militer
Amerika menjual senjata dengan maksud membangun pengaruh dan kepemimpinan atas
Pakistan. Ada banyak batasan atas transfer teknologi, membuat militer Pakistan
menjadi sandera bagi suplai suku cadang dan amunisi Amerika. Pakistan dijuali
teknologi kuno yang tidak berguna bagi Amerika, seperti F-16 yang sudah
ketinggalan laju teknologi.
lain dan tidak dipengaruhi oleh siapapun dari mereka, ia harus memproduksi dan
mengembangkan persenjataannya sendiri. Ini membuatnya independen dan terus
memiliki persenjataan paling maju dan terkuat. Ia juga akan menguasai, semua
senjata yang dibutuhkan untuk mengintimidasi, baik musuh terlihat maupun musuh
potensial. Allah Swt. berfirman,
siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan
dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu
menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu
tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya.” [Terjemah Makna Qur’an Surat
(8) Al-Anfal 60]
pertanian untuk ekspansi
mantap, terdapat pengabaian dan non-pengolahan lahan. Terdapat mereka yang
mempunyai lahan-lahan luas tapi tidak mampu mengolahnya. Juga terdapat
eksploitasi karena kepemilikan lahan dipisahkan dari pengolahannya. Jadi,
banyak jumlah mereka yang mengolah lahan yang sebenarnya tidak dimilikinya,
tapi membayar sewa pada pemilik sebenarnya. Islam memandang masalah pertanian terkait
dengan pengolahan lahan dan bukan jumlah lahan yang dimiliki. Secara unik,
Islam memecahkan masalah pertanian dengan melarang pemisahan kepemilikan lahan
dari pengolahannya. RasulAllah Saw. bersabda,

mengolah lahan yang tidak dimiliki oleh siapapun, dia lebih berhak atasnya.”
(Hadits Riwayat Bukhari)
pertanian dari pemiliknya jika tidak diolah selama 3 tahun berturut-turut. Ini
akan memastikan pemanfaatan penuh lahan pertanian oleh pemiliknya yang akan
meningkatkan produksi pertanian. Negara Khilafah akan menyediakan hibah ataupun
hutang tanpa bunga bagi siapapun yang bisa mengolah lahan, berkontribusi pada
ekspansi kemampuan pertanian Negara. Jadi, dalam jangka waktu pendek, akan ada
peningkatan dalam pengolahan lahan dan peningkatan penghidupan pedesaan.
Buku Manifesto Hizbut Tahrir untuk Pakistan








































