
kacau tidak keruan (pikiran); dan “kegalauan” berarti sifat (keadaan
hal)
Freud mengatakan kecemasan berkembang dari konflik antara sistem id,
ego dan superego tentang sistem kontrol atas energi psikis yang ada.
perasaan tak nyaman berupa rasa gelisah, takut, atau khawatir yang
merupakan manifestasi dari faktor psikologis dan fisiologis. Kecemasan
dalam kadar normal merupakan reaksi atas stress yang muncul guna
membantu seseorang dalam merespon situasi yang sulit. Ada beberapa macam kecemasan:
- Kecemasan realita adalah rasa takut akan bahaya yang datang dari
dunia luar dan derajat kecemasan semacam itu sangat tergantung kepada
besarnya ancaman. - Kecemasan neurotik adalah rasa takut bila instink atau keinginan
pribadi akan keluar jalur dan menyebabkan sesorang berbuat sesuatu yang
tidak diinginkan. - Kecemasan moral adalah rasa takut terhadap hati nuraninya sendiri.
Orang yang hati nuraninya cukup berkembang cenderung merasa bersalah
apabila berbuat sesuatu yang bertentangan dengan norma moral.
Ada sebuah metode psikoterapi yang sangat terkenal bernama Sedona Method. Metode simpel namun powerful ini ditemukan oleh Lester Levenson dan dipopulerkan oleh muridnya Hale Dwoskin. Caranya adalah merangsang bawah sadar untuk mengambil keputusan dan menemukan solusi dengan melakukan monolog.
Simpel sekali, ambil tempat yang tenang. Identifikasi permasalahan Anda, misalnya cemas, galau, takut, marah, benci dan yang semacamnya. Anda boleh memberikan nilai antara 10 sampai 0. 10 berarti nilai maksimal, nol berati perasaan itu sudah hilang. Lalu, ajukan pertanyaan ini:
1. Dapatkah saya melepaskannya?
Saat itu juga pikiran Anda akan mengalami dialog, mungkin pertentangan batin, mungkin juga sebuah jawaban langsung. Apapapun yang Anda alami, lanjutkan dengan pertanyaan berikut:
2. Bersediakah saya melepaskannya?
Mungkin Anda akan bisa langsung menjawab ‘mau’ atau ‘belum mau’ atau ‘mau, tapiiiii’
3. Kapankah saya melepaskannya?
Dan sama seperti dua pertanyaan di atas, bawah sadar Anda merespon pertanyaan itu dengan mencari jawaban yan paling bijkaksana bagi diri Anda. Anda tidak perlu menyadari jawaban ‘ya’ atau ‘tidak’nya. Ajukan saja pertanyaan itu terus menerus. Bombardir critical area Anda dengan pertanyaan itu.
Lakukan pengulangan, terus ulangi lagi hingga nilai Anda menjadi nol.
Dan, bagi sahabat muslim ini lebih mudah. Anda tentunya mengenal istighfar ya?
Habib Umar bin Segaf as-Segaf, dalam karyanya, Tafrihul Qulub wa
Tafrijul Kurub mengatakan“Kitabullah dan hadis-hadis Rasul
SAW menyebutkan fadhilah-fadhilah istighfar berulang kali. Diantara
fadhilahnya adalah melebur dosa-dosa, menetaskan jalan keluar dari
pelbagai persoalan, dan menyingkirkan kegalauan serta kesumpekan dari
dalam hati.”
Ini semacam penguatan saja sebenarnya. Dengan memahami arti istighfar sebenarnya sudah sangat cukup. Dengan mengucapkan dan memahami istighfar sesungguhnya sedang terjadi proses merelease beban emosi, melakukan pemindahan tanggung jawab mental ke luar diri yakni kepada Yang Maha Agung lagi Gagah Perkasa. Dengan istighfar itu kita meng-nol-kan diri. Cling!
























