fisik seperti olahraga, tentu kebutuhan cairan tubuh akan meningkat.
Akan tetapi, asupan cairan saat berolahraga pun ada batasnya. Jika
berlebihan, tubuh bisa mengalami overhidrasi.
![]() |
| gettyimages.com |
“Minum secukupnya
secara bertahap, tidak sekaligus banyak saat berolahraga untuk
menghindari dehidrasi maupun overhidrasi,” ujar pakar fisiologi olahraga
Departemen Fisiologi FKUI, dokter Ermita Ilyas dalam diskusi “Kenali
dan Pahami Overhidrasi di RSCM, Jakarta, Selasa (5/5/2015).
Mengutip
American College of Sport Medicine (ACSM) 2011, Ermita mengatakan,
sebaiknya kita minum 500-600 cc air putih pada empat jam sebelum
berolahraga. Kemudian, kembali minum 250-300 cc saja pada 10-15 menit
sebelum olahraga. Saat olahraga, cukup minum 100-250 mL setiap 15-20
menit jika olahraga kurang dari satu jam.
Setelah berolahraga,
minumlah 600-700 cc secara bertahap jika terjadi penurunan berat badan
sebesar 0,5 kg. “Jangan langsung minum satu liter per jam,” katanya.
Ermita
menyarankan untuk mengecek berat badan sebelum dan setelah olahraga.
Jika kelebihan cairan, berat badan akan bertambah. Cek pula warna urine.
Jika bewarna gelap, berarti Anda kurang minum. Bila bewarna jernih,
Anda cukup minum.
Sementara untuk overhidrasi agak sulit jika
dilihat melalui warna urine. Ermita mengatakan, overhidrasi memang
rentan terjadi pada olahragawan. Olahraga berat dibarengi dengan cuaca
panas sering kali memicu seseorang untuk minum terlalu banyak.
Tak
hanya dehidrasi, menurut Ermita, overhidrasi pun perlu diwaspadai oleh
mereka yang berolahraga. Apalagi, saat ini mulai ramai lomba lari
maraton di Indonesia. Pada kasus berat, overhidrasi bisa menyebabkan
kematian.
sumber: Kompas Health
































