GRIYABIOGREEN-Kita seringkali mendengar kata rabies lalu apa sebenarnya rabies itu ?Anda perlu tahu pembaca setia griyabiogreen ,rabies adalah penyakit yang disebabkan atau dikarenakan oleh virus rabies.Virus ini ditularkan ke pada manusia biasanya melalui gigitan hewan yang terinfeksi oleh virus rabies seperti kucing ,anjing maupun kera.Virus ini juga bisa menular melalui jilatan hewan yang dikulitnya terdapat luka ,ini disebabkan virus ini terdapat di air liur hewan tersebut.Cara penularan lain yang jarang adalah melalui udara atau terhirup serta penanganan yang tidak tepat.Penularan antara manusia jarang terjadi ,bila terjadi umumnya melalui transolantasi organ yang terinfeksi virus rabies.
GEJALA .Virus rabies terjadi biasanya menyerang otot dan juga saraf sehingga gejala yang muncul terkait dengan saraf serta kekakuan atau kelumpuhan otot.Gejala yang utama yang sering ditemukan adalah trimus yaitu mulut kaku yang tidak bisa dibuka,terjadi kelumpuhan ataupun seluruh badan kaku ataupun terjadi kejang.Namun ada beberapa kasus yang terjadi yang tidak menunjukkan gejala .Hal ini bisa terjadi karena masa inkubasinya yaitu masa masuknya virus rabies ke tubuh sampai timbulnya gejala biasanya sangat lama bisa mencapai waktu sembilan puluh hari bahkan bisa lebih.Faktor yang mempengaruhi lamanya masa inkubasi biasanya adalah tempat yang terluka tergigit dengan otak atau sistem saraf pusat.Semakin jauh maka masa inkubasinya bisa lebih lama .Oleh sebab itu mungkin virus rabies tidak terdiagnosis bila pasien tidak ingat bahwa pernah digigit oleh hewan.Bagi yang pernah digigit hewan yang harus diwaspadai adalah virus rabies.


Gejala lain yang terdapat pada bekas gigitan biasanya timbul paresthesia yaitu sensasi kesemutan seperti terbakar atau kebas dan juga rasa gatal seperti gejala awal infeksi virus biasa seperti demam ,perubahan prilaku atau mood .Nah anda juga perlu tahu bahwa ada dua jenis gejala virus rabies dan perbedaan antara keduanya adalah tergantung daya tahan tubuh serta jenis virus yang menginfeksi.
PERTAMA TIPE FURIOUS
Yang sering ditemukan ,gejala awal infeksi virus ini ,pasien akan akan merasa hidrofobia yaitu takut terhadap air ataupun takut terhadap atau takut terkena angin atau aerofobia.Pasien juga akan mengalami kesulitan bernapas atau sesak bila setelah minum air.Otot yang sering terkena adalah didaerah wajah dan otot stemokleidomastoideus yakni salah satu otot pada leher.Pasien bisa jadi akan mengalami kejang atau henti napas dan juga jantung.Pasien juga biasanya mengalami gelisah dan mengalami gejala gangguan saraf.Banyak saliva atau air liur dan keluar air mata terus menerus ,berkeringat ataupun suhu tubuh yang naik turun dan juga tekanan darah tidak stabil .Dan yang paling mengerikan dan juga menakutkan kematian akan terjadi dalam waktu tiga atau sampai lima hari tanpa perawatan intensif.
KEDUA TIPE PARALITIK ATAU LUMPUH.
Pada tipe ini sering tidak terditeksi dan pasien akan mengalami paralisis atau kelumpuhan otot napas dan juga otot -otot pada wajah dan juga jarang disertai hidrofobia.Dan pasien hanya bisa bertahan sampai sekitar 1 bulan ,biasanya ini disebabkan oleh virus yang berasal dari kelelawar.
CARA PENANGANAN
Yang pertama pertolongan yang dilakukan pada korban yang terkena gigitan hewan secara umum ialah dengan membersihkan luka gigitan tersebut dengan membersihkan luka gigitan tersebut dengan air bersih yang mengalir .Virus rabies tidak tahan dengan sabun .Jadi bekas luka dicuci dengan air sabun namun jangan sampai digosok karena dapat mempercepat penyebaran virus rabies.Pembebatan atau tourniquet lengan atau tungkai yang digigit masih kontroversi sehingga tidak dianjurkan.Dan sebaiknya daerah yang digigit diistirahatkan jangan banyak digerakkan dan luka gigitan jangan dijahit,hanya kulit kulit luar disekitar luka yang dibersihkan dengan antiseptik.Dan korban sebaiknya dibawah kerumah sakit dengan ruang rawat intensif atau ICU.
Dan dirumah sakit korban yang dicurigai mengindap virus rabies dirawat di ICU.Ini dilakukan untuk memastikan dianogsis virus rabies.Dilakukan pemeriksaan cairan serebrospinal atau cairan yang mengalir didalam ruangan otak dan diantara saraf tulang belakang dengan pungsi lumbal yakni mengambil cairan dengan suntikan didaerah punggung bawah.Virus rabies dicari dengan pemeriksaan PCR atau polymerase chain rraction .Pemeriksaan ini jarang dilakukan karena beban biaya yang relatif tinggi.
UNTUK PENCEGAHAN
a. Pastikan hewan pemeliharan disekitar lingkungan anda mendapatkan vaksinasi rabies.
b. Hindarilah gigitan dan kontak langaung dengan air liur hewan ,terutama yang dicurigai terjangkit virus rabies.Jauhilah hewan liar.
c. Vaksinasi rabies ditujukan bagi yang beresiko tinggi seperti dokter hewan ,tenaga kesehatan dan juga pekerja laboratorium dan petugas yang berhubungan dengan hewan seperti anjing atau orang yang melakukan ekspedisi ke gua dan pekerja dikehutanan atau eksporrer.
VAKSIN RABIES
Sedangkan untuk waksin yang terdapat atau yang tersedia di Indonesia yakni jenis purified inactivated yaitu virus rabies yang sudah mati .Untuk pencegahan vaksin rabies diberikan 3 kali hari 0 ,hari ke -7 dan hari ke -28 .Lalu pemberian vaksin diulang lagi 1 tahun (booster ) dan perlindungannya bisa bertahan selama 5-8 tahun.Petugas dengan aktivitas lebih tinggi seperti petugas laboratorum kadar antibodi rabiesnya harus dimonitor tiap 6 bulan .
Sedang vaksin juga diberikan pada korban gigitan hewan yang dicurigai ada virus rabies.Sebaiknya diberikan pada hari yang sama saat pasien atau korban terkena gigitan.Vaksinasi yang sama ditambah ditambah dengan perawatan luka dapat menurunkan risiko rabies sampai dengan 60 % .Pemberian vaksin ini harus ditempat yang memiliki pelayanan kesehatan yang memadai.





















