ADVERTISEMENT
Salah satu teknik clustering partisi yang paling populer adalah k-Means. Berikut adalah penjelasan
k-Means berdasarkan penerapan secara teknis. Misalkan ada suatu dataset D, yang berisi object sebanyak n dalam ruang Euclidean (ruang dua dimensi). Metode partisi akan mendistribusikan object-object di dalam D ke dalam cluster-cluster sebanyak k, C1, … , Ck, yang artinya bahwa, Ci ⊂ D dan Ci ∩ Cj= ∅ untuk (1 ≤ i , j ≤ k). Suatu fungsi yang obyektif digunakan untuk menilai kualitas partisi sehingga object-object di dalam suatu cluster mirip satu sama lain dan tidak mirip dengan object-object di cluster yang lain. Artinya, fungsi obyektif tersebut bertujuan untuk menilai kemiripan yang tinggi pada object-object di dalam cluster yang sama dan kemiripan yang rendah pada cluster yang berbeda.
k-Means berdasarkan penerapan secara teknis. Misalkan ada suatu dataset D, yang berisi object sebanyak n dalam ruang Euclidean (ruang dua dimensi). Metode partisi akan mendistribusikan object-object di dalam D ke dalam cluster-cluster sebanyak k, C1, … , Ck, yang artinya bahwa, Ci ⊂ D dan Ci ∩ Cj= ∅ untuk (1 ≤ i , j ≤ k). Suatu fungsi yang obyektif digunakan untuk menilai kualitas partisi sehingga object-object di dalam suatu cluster mirip satu sama lain dan tidak mirip dengan object-object di cluster yang lain. Artinya, fungsi obyektif tersebut bertujuan untuk menilai kemiripan yang tinggi pada object-object di dalam cluster yang sama dan kemiripan yang rendah pada cluster yang berbeda.
Selengkapnya >>


























