
Jasa ojek yang biasa mangkal di area pelabuhan pun juga tak terlihat menawarkan jasa. Kami pun melanjutkan langkah kaki dan menemukan jasa ojek motor setelah melewati pos pengecekan KTP untuk masuk area Bali.
Setelah tawar menawar harga, akhirnya saya pun diantarkan jasa ojek motor ini menuju warung makan ayam betutu Men Tempeh, salah watu warung ayam betutu yang terkenal di wilayah Gilimanuk.



Warung ayam betutu Men Tempeh yang asli tidak membuka cabang, dengan ciri khas utama warungnya yang terlihat jelas dari bangunannya. Tangga berundak menuju warung makan menjadi ciri khas utama warung makan ayam betutu Men Tempeh yang asli ini.
Suasana modern minimalis berpadu dengan aksen arsitektural Bali langsung terasa ketika memasuki warung makan ayam betutu Men Tempeh. Deretan meja panjang beralaskan kaca dengan kursi yang nyaman tertata rapi di bagian utama warung. Di bagian samping ruang utama terdapat sebuah bale begong yang digunakan untuk tempat lesehan.

Aroma khas dari bumbu ayam betutu pun langsung menyeruak ke dalam indra penciuman sehingga membuat saya tak sabar ingin segera menyantap sajian ayam betutu ini.
Ayam betutu merupakan sajian masakan ayam kampung yang diberi bumbu pedas seperti cabai merah, cabai rawit, daun serai, dan bawang merah serta tak lupa juga bumbu-bumbu rempah yang semakin memperkuat aroma dan cita rasa. Bumbu-bumbu tersebut dirajang halus, sebagian dilumurkan dibagian kulit luar daging ayam secara menyeluruh, sebagian lagi dimasukkan ke dalam rongga perut ayam.
Setelah pemberian bumbu usai, ayam kemudian dikukus hingga matang menggunakan teknik slow cookingย sehingga didapatkan tekstur daging ayam yang lembut dengan cita rasa bumbu yang meresap ke seluruh bagian daging ayam.
Perpaduan rasa pedas dan gurih terasa nikmat saat suapan pertama. Tekstur daging ayamnya pun terasa lembut dan tidak alot. Aroma rempah yang harum semakin menambah makan semakin lahap. Ditambah dengan sambal matah dan sayur plecing semakin menambah kenikmatan ayam betutu.
Tak lupa campuran kacang goreng sangrai semakin menambah tekstur kriuk-kriuk saat menyantap sajian ini. Keringat pun tak kuasa terbendung, bercucuran membasahi wajah kami, efek dari rasa pedas dan gurih sajian ayam betutu yang nikmat. Pesanlah minuman hangat untuk menetralisir rasa pedas, atau siap-siap menambah pesanan air minum lagi jika kalian memesan minuman es.

Loh, bukannya ayam betutu sudah memiliki cita rasa pedas? Kok masih ditambah dengan sambal matah juga sih? Bagi saya, rasa ayam betutu yang sudah bercita rasa pedas terasa cukup cocok dipadukan dengan sambal matah yang juga memiliki rasa pedas. Seolah rasa pedasnya saling melengkapi di lidah.
Walaupun pedas, tapi hanya terasa di mulut saja, masih aman untuk perut. Setidaknya itu pengalaman saya beberapa kali menikmati ayam betutu, entah bagi orang yang tidak doyan masakan pedas, hehehe !
Satu ekor ayam betutu bisa ditebus dengan harga Rp 95.000,00 (data November 2016). Harga yang cukup tinggi, namun sebanding dengan cita rasa yang disajikan.
Selain dinikmati langsung di warung makan, ayam betutu ini juga bisa dijadikan untuk oleh-oleh keluarga di rumah. Sang penjual akan menempatkan ayam betutu di dalam wadah besek (tempat dari anyaman bambu) untuk dibawa pulang. Bagaimana, tertarik untuk menikmati sensasi pedas gurih ayam betutu Men Tempeh yang asli langsung di Gilimanuk ini?
keterangan :
– Lokasi warung makan ayam betutu Men Tempeh Asli terletak di kompleks Terminal Lama, seberang pasar Gilimanuk
– Warung ini buka setiap hari dari pukul 07.00-20.00 WITA (atau tutup lebih awal jika sudah habis)
– Telp 085238444335
– Selain paket ayam satu ekor utuh, warung ini juga menyediakan paket setengah ekor ayam dan juga paket per-potong











