![]() |
| Ketua Umum MUI Pusat,KH Ma’aruf Amin |
bersamaislam.com Jakarta – Rais Aam Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Ma’ruf Amin menggagas dialog nasional yang digelar dengan tujuan untuk memfasilitasi komunikasi seluruh elemen bangsa.
Dialog nasional ini, menurut Ma’ruf Amin, juga untuk menghindari kecurigaan-kecurigaan serta prasangka buruk yang justru bisa membuat salah paham berbagai pihak. “Ada praduga-praduga yang tidak tepat. Tentu ini tidak baik jika terus didiamkan karena berpotensi memecah persatuan seluruh elemen bangsa. Jadi perlu dibangun komunikasi dari semua pihak,” ujarnya di Jakarta, dilansir dari Republika, Selasa (29/11).
Dialog nasional tersebut direncanakan dapat terselenggara setelah Aksi Bela Islam III pada 2 Desember yang akan dihelat di Lapangan Monas, dengan kegiatan Shalat Jumat berjamaah, dilanjutkan dengan zikir. Menurut Ma’ruf, perlu ada kesepakatan bersama kembali untuk membela Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika. Ma’ruf mengingatkan kepada semua pihak agar agama tidak dipahami secara eksklusif dan ekstrem.
Ma’aruf menambahkan, peran tokoh-tokoh agama untuk melihat secara objektif Indonesia yang beragam agar lebih bisa moderat, dan tanpa harus mengorbankan ajaran dasar agama.
“Agama memiliki posisi penting dan tidak terlepas dari keberadaan Indonesia yang religius,” ungkap Ma’ruf.
Dalam konteks Indonesia yang berdasarkan Pancasila, menurutnya, posisi penting agama diakui dan ada perlindungan terhadap kebebasan beragama, namun harus dipadukan dengan perlindungan terhadap kemurnian agama. “Hal ini berarti bahwa beragama memang harus dijamin, tetapi kebebasan beragama secara menyimpang tidak dapat dibenarkan,” jelasnya.
ADVERTISEMENT












