![]() |
| Sekjen MUI, Anwar Abbas |
bersamaislam.com Jakarta – Pembantaian oleh junta militer Myanmar terhadap muslim Rohingnya mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan di Indonesia. Majelis Ulama Indonesia akhirnya bertemu dengan Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi di Kementerian Luar Negeri pada Selasa (22/11) sore. Dalam pertemuan itu membahas perkembangan terkini kondisi Muslim Rohingya, dan masukan kepada pemerintah Indonesia untuk mengambil peran menghentikan kekerasan di Rakhine, Myanmar.
Sekjen MUI, Anwar Abbas mengatakan pertemuan MUI dan Menlu terkait nasib Muslim Rohingya menunjukkan adanya niat baik pemerintah mengakomodir suara umat Islam yang prihatin dengan kekerasan yang terjadi di Myanmar.
“Kita mengimbau kepada pemerintah, dalam hal ini Kemenlu agar ikut berperan aktif, berinisiatif dan memprakarsai usaha-usaha untuk menghentikan aksi kekerasan dan kebrutalan terhadap Muslim Rohingya di Rakhine, Myanmar dapat berakhir,” kata Anwar kepada wartawan di Kantor MUI, Selasa (22/11) seperti dikutip Republika.
MUI melihat peristiwa ini terjadi berulang-ulang, dan korban-korbannya sudah banyak berjatuhan. Kerjadian yang terbaru pada awal November ini, telah terjadi pembunuhan, penyiksaan dan pembakaran terhadap komunitas Islam yang tinggal di daerah Maungdaw, Rakhine di Myanmar.
Tapi kenyataanya desakan umat Islam ke pemerintah selama ini, menurut Anwar, seperti ada keterbatasan yang menghalangi. Anwar melihat ada indikasi kesepakatan-kesepakatan bilateral yang sudah dibuat dan sudah terikat didalamnya, bahwa Indonesia tidak boleh ikut campur dalam bentuk apapun terhadap negara Myanmar.
“Jadi kita akan mengkonfirmasi betul atau tidaknya ada keterbatasan yang dialami pemerintah Indonesia. Karena itu kita MUI dengan Menlu akan membicarakan apa masalah yang menghalangi ini,” jelasnya.
ADVERTISEMENT












