![]() |
| Parade Bhinneka Tunggal Ika di Jakarta, Ahad (20/11) |
bersamaislam.com Jakarta – Dibalik klaim kesuksesan oleh panitia, ternyata peserta Parade Bhinneka Tunggal Ika banyak yang merasa kecewa saat dihadirkan pada acara tersebut. Seperti yang dialami oleh Amun dan Asep asal Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Keduanya merasa kecewa karena bayaran yang diberikan panitia untuk mengikuti parade tidak lebih dari 100 ribu rupiah. Padahal mereka berdua sempat dijanjikan bayaran lebih.
Dalam keluhannya yang disampaikan kepada wartawan, mereka mengatakan, harga makanan dan rokok di Jakarta terlampau lebih mahal ketimbang di kampungnya, sehingga bayaran 100 ribu rupiah yang diberikan panitia parade dirasa kurang mencukupi.
“Ya meski enggak cukup ya dicukup-cukupin aja. Kalau 200 ribu sebenernya bisa, cukup lah. Rokok aja 20 ribu, mahal. Masih 11 ribu di kampung mah,” kata Amun di lokasi parade, kawasan Patung Kuda, Jakarta, Sabtu (19/11/2016).
Diberitakan Hidayatullah, Amun mengaku, dirinya beserta rombongannya dari Bandung berangkat menggunakan bus sejak pukul 03.00 WIB menuju Jakarta. Saat di mobil itulah, kata dia, panitia memberikan bingkisan berisi uang dan kaos. Para peserta parade merasa panitia tidak memberi uang sesuai harapannya.
“Meskipun begitu, kan, kita diongkosin. Nanti pulangnya juga dianterin sampai kampung,” ungkap Amun mencoba menghibur diri.
Seperti diketahui, acara parade Bhinneka Tunggal Ika diprakarsai salah seorang tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL), Nong Darul Mahmada. Acara ini diklaim sebagai ajang pertemuan antar umat beragama terbesar di Indonesia. Namun kenyataannya dalam parade tersebut hanya dihadiri beberapa ribu massa dan sangat jauh berbeda dengan jumlah massa aksi bela Islam 4 November lalu.
ADVERTISEMENT












