![]() |
| Donald Trump berorasi pada kampanye Sabtu (05/12/2015) di Davenport, Iowa (Foto: Yahoonews) |
bersamaislam.com – Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump menyerukan larangan bagi muslim untuk memasuki negaranya dalam istilah yang dia sebut “total and complete shutdown of Muslims entering the United States”.
Trump mengklaim, janji kampanye itu perlu dilakukan sampai negara Paman Sam dapat mengungkap apa yang terjadi dengan dunia Islam secara global. Dia berkomitmen mencegah migrasi warga muslim dari negara manapun ke AS karena menganggap sebagian besar komunitas muslim menyimpan kebencian mendalam terhadap orang-orang Amerika.
“Tanpa melihat hasil berbagai survey, jelas sekali bahwa kebencian itu mengalahkan rasa saling pengertian,” kata Trump di Yahoonews, Selasa (08/12).
“Dari mana kebencian ini datang dan kenapa, perlu dipastikan. Sampai kita mengerti permasalahan ini dan bahaya yang dibawanya, negara kita tidak bisa menjadi korban dari serangan pelaku jihad dan tidak punya respek terhadap kehidupan manusia. Jika saya memenangkan pemilihan Presiden, kita akan membuat Amerika menjadi besar kembali,” katanya.
Pernyataan itu mengutip hasil survey dari Pusat Kebijakan Keamanan di Washington yang menyebutkan sebanyak 25 persen muslim di negara adidaya tersebut berpikir kekerasan terhadap warga AS adalah bagian dari jihad global.
Namun tidak jelas seberapa luas bentuk pelarangan Trump ini. Apakah itu termasuk melarang pemimpin dari negara Islam seperti Raja Yordania yang merupakan sekutu AS?
Saat ditanyakan apakah itu termasuk melarang warga muslim Amerika yang sedang berada di luar negeri untuk kembali, juru bicara Hope Hicks menjawab, “Trump jelas mengatakan, siapapun,” tegasnya.
Ibrahim Hooper, Direktur Komunikasi Dewan Perhubungan Amerika-Islam mengatakan terkejut atas pernyataan calon Presiden tersebut.
“Anda bisa membayangkan, langkah apa lagi yang akan dilakukannya. Atau apa lagi yang akan dia katakan dengan cara berpikir anti Muslim yang sangat fanatik seperti itu. Sangat mengherankan, saya tak tahu harus berkata apa,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Presiden Obama sendiri memastikan perang melawan terorisme bukanlah antara Amerika melawan Islam.
“ISIS tidak mewakili Islam. Mereka adalah para preman, orang-orang yang gemar membunuh, dan mereka adalah bagian yang sangat kecil dari miliaran muslim dunia – termasuk jutaan warga muslim Amerika yang patriotik yang menolak ideologi kebencian,” ujar Obama.
(Ahmad Yasin)











