usaha kaos khususnya yang melibatkan proses menyablon, memerlukan beberapa
pengetahuan yang perlu dipelajari agar prakteknya bisa berjalan dengan
lancar. Tentunya Sahabat KeNai tidak mau menghabiskan modal untuk
menyablon kaos polos yang akhirnya memberi hasil tidak memuaskan atau
bahkan benar-benar jelek.
Selain mengetahui jenis-jenis teknik menyablon baik manual maupun digital
seperti superwhite, plastisol atau rubber, kita juga perlu memperhatikan
trik-trik jitu yang bisa meningkatkan kualitas sablonan kaos polos agar
hasilnya lebih kece dan tentunya menarik pelanggan. Misalnya saja warna
yang lebih cerah, desain yang lebih menonjol, dan juga perawatan yang
membuat kaos tahan lebih lama.
Berikut adalah tips-tips supaya proses menyablon kaos polos menghasilkan
produk yang bagus dan keren.
Gunakan Kertas Saat Mencetak
Beberapa tahap penyablonan kaos polos diakhiri pada tahap finishing.
Setelah pencampuran dan pewarnaan, di sinilah kaos polos Sahabat KeNai
akan berubah menjadi lebih berwarna dengan beragam desain. Saat melakukan
proses finishing atau pencetakan, beberapa teknik sablon seperti sablon
foil misalnya memerlukan tambahan material seperti kertas untuk
menghindari plastik foil yang ditempel di atas kaos mengerut.
Jadi, jangan lupa untuk menambahkan kertas di atas plastik foil agar
desain yang dihasilkan optimal. Tentunya Sahabat KeNai tidak mau proses
pencetakan berakhir dengan motif kaos yang buruk hanya karena masalah
berkerut!
Perhatikan Jenis Bahan Kaos
Jauh sebelum proses sablon dimulai, hal yang juga tidak kalah penting
adalah memastikan jenis bahan kaos polos yang akan digunakan sesuai
dengan teknik sablonnya. Misalnya, bila Sahabat KeNai akan menggunakan
sablon discharge, gunakanlah kaos polos cotton combed 30s atau kaos
dengan bahan reaktif lainnya agar hasilnya bagus. Atau bila ingin
menyablon superwhite, pilihlah kaos dengan bahan katun 100% supaya hasil
desainnya tampak maksimal dan bisa tahan lama.
Ketahui tingkat ketahanan sablon pada suhu panas
Beberapa jenis sablon memiliki kelemahan pada suhu panas, misalnya saja
sablon plastisol. Jika sablonan plastisol pada kaos polos bersentuhan
dengan benda panas seperti setrika secara langsung, dapat dipastikan
desainnya akan rusak. Jadi, pastikan kamu efek jenis sablon terhadap
panas saat memilihnya di awal. Bukan berarti sablon yang tidak tahan
panas memiliki hasil buruk dan tidak direkomendasikan, akan tetapi perlu
trik tertentu untuk mempertahankan kualitasnya, misalnya dengan
menyetrika kaos dengan dibalik.
Cara Merawat Kaos
Kaos bukanlah benda yang sekali pakai langsung dibuang. Untuk itu, kaos
polos yang sudah disablon tentunya perlu dirawat dengan baik. Baik
pengusaha maupun pemakai kaos patut mengetahui jenis sablon kaos agar
bisa merawatnya dengan baik.
Sablonan superwhite akan menghasilkan desain vintage setelah terus
menerus dicuci. Sementara kaos yang disablon dengan glow in the dark
hanya bisa menyala selama sekitar 3 menit namun bagian yang bercahaya
bisa diisi ulang kembali dengan serbuk fosfor.
Pilih Jenis Desain yang Tepat
Yang juga tidak kalah penting adalah mempertemukan jenis desain dan
teknik sablon yang tepat untuk kaos polos Sahabat KeNai. Sablonan high
density misalnya, cocok dengan desain logo atau tipografi. Kemudian bila
ingin motif kaos yang tidak menyembul, sebaiknya menggunakan sablon
superwhite. Sementara, bila kalian memutuskan sablon yang banyak
digunakan seperti rubber, pilihlah desain block.
Pastikan Sahabat KeNai mengetahui desain yang tepat untuk masing-masing
jenis sablon. Jangan lupa untuk mempraktekkan tips-tips menyablon kain
polos agar hasilnya bagus.
[Silakan baca:
Tips Memilih Jasa Sablon Kaos]










