![]() |
| Sebuah Crane terjatuh di Masjidil Haram hingga merusak area tawaf (Mataf) (Foto: Arabnews) |
bersamaislam.com – Foto-foto ini memperlihatkan beratnya cuaca yang ‘tidak biasa’ atau anomali di kota Jeddah dan Mekkah sebelum Crane terjatuh di Masjidil Haram, pada Jumat (12/09/2015) petang. Pada hari itu hujan turun sangat deras, bisa dilihat dari curahan air di talang emas Ka’bah dekat Hijr Ismail dan kilatan petir yang tertangkap kamera di atas bangunan Masjidil Haram.
Sesudah hujan reda, terlihat beberapa titik di kota Mekkah mengalami banjir. Banyak kendaraan yang memilih untuk berhenti meski satu dua mobil terlihat tetap melaju. Situasi ini menyusul badai debu yang sempat menggelapi Mekkah pada hari Selasa sebelumnya.
Meskipun begitu, suasana di dalam Masjidil Haram tetap dipadati oleh jamaah haji yang sedang melaksanakan tawaf dan ibadah lainnya.

Hujan adalah hal yang langka di Arab Saudi. Di Mekkah sendiri, sebelum Agustus 2015 hujan baru turun satu kali. Pada hari Kamis (27/08/2015) hujan sempat mengguyur kota selama lebih kurang 15 menit saja. Demikian juga badai pasir bukanlah hal yang rutin muncul.
Sebelumnya diberitakan, Jumat (11/09/2015) sekitar pukul 17.30 waktu setempat, sebuah Crane jatuh di Masjidil Haram hingga ke mataf (areal tawaf). Beberapa bagian dari Masjid mengalami kerusakan yang cukup parah. Cuaca buruk disertai angin kencang diperkirakan menjadi penyebab ambruknya Crane tersebut.
Hingga hari ini, Sabtu, korban jiwa diberitakan mencapai 107 orang dan ratusan lainnya luka-luka. Dari Indonesia, dua jamaah haji meninggal dunia dalam musibah tersebut sementara 34 orang lainnya harus mendapatkan perawatan.
Petugas dari pihak Arab Saudi bergerak cepat untuk menangani situasi dan kondisi. Suasana kini berangsur normal dan lokasi tawaf di areal Ka’bah sudah dapat dipergunakan kembali.
Seorang saksi mata yang berada di dalam Masjidil Haram petang itu, menuliskan bagaimana kronologi musibah itu terjadi melalui laman Facebook.
“Kami baru selesai melakukan tawaf sesudah shalat ashar ketika badai pasir, petir lalu hujan sangat deras mengguyur sehingga kami masuk ke dalam Masjidil Haram. Tiba-tiba petir menyambar salah satu Crane hingga rubuh dan besi-besinya menabrak sebuah tiang masjid hingga jatuh ke mataf. Kami akhirnya terpisah dengan rombongan. Beberapa di antara mereka menyaksikan segala sesuatunya terjatuh dari atas hanya beberapa meter dari tempat mereka berdiri. Mereka melihat banyak sekali jamaah menjadi syahid di depan mata mereka. Di mataf, mungkin ada puluhan orang. Namun di atas atap cukup banyak korban. Salah seorang petugas memperkirakan mungkin ada seribuan orang yang menjadi syahid. Semoga Allah mengampuni mereka dan melindungi para hujjaj hingga dapat menyelesaikan rangkaian ibadah haji dengan aman. Amin,” kata Shaykh Abdul Raheem yang diteruskan oleh Arab News (11/09/2015).
Semoga Allah melindungi seluruh dhuyufurrohman. Amin.
Berikut foto-foto cuaca buruk yang mengiringi jatuhnya Crane di Masjidil Haram, dikutip dari Arab News.
![]() |
| Badai pasir di kota Jeddah |
![]() |
| Banjir membuat beberapa kawasan di kota Mekkah tergenang air |


![]() |
| Petir menyambar terlihat di atas Masjidil Haram |
![]() |
| Derasnya hujan terlihat dari curahan air di talang emas ini |
(Ahmad Yasin)














