الله الرحمن الرحيم
shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarganya, para
sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
pengantar ilmu Balaghah agar kita mengetahui tingginya sastra Al Qur’an, semoga
Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, aamin.
untuk memberikan faedah kepada pendengar, maka sebaiknya disebutkan. Inilah
yang disebut Dzikr.
menunjukkan faedah lainnya, maka sebaiknya tidak perlu disebutkan tambahan
penjelasan. Inilah yang disebut Hadzf.
tidak dikuatkan salah satunya kecuali ada beberapa faktor.
Allah Ta’ala,
dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.” (Qs. Al Baqarah: 5)
untuk menguatkan dan memperjelas.
Mengakhirkan)
utama didahulukan dari pada yang lain, karena semua kata itu sama-sama penting
atau diperlukan. Oleh karena itu, saat ada yang didahulukan, maka karena ada
faktor tertentu, seperti untuk pengkhususan. Misalnya ayat,
kepada Engkau kami menyembah, dan hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan.”
(Qs. Al Fatihah: 5)
tidak yang lain. Biasanya menggunakan huruf nafy (tidak) ditambah istitsna
(pengecualian). Contoh:
Muhammad itu hanyalah seorang rasul.” (Qs. Ali Imran: 144)
” atau athaf dengan huruf “ لاَ
“, “
بَلْ
“, dan “
لَكِنْ
“ Contoh:
نَاظِمٌ لاَ نَاثِرٌ
seorang pengarang prosa bukan pengarang puisi.
أَنَا حَاسِبٌ بَلْ كَاتِبٌ
seharusnya diakhirkan, seperti pada ayat,
kepada Engkau kami menyembah, dan hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan.”
(Qs. Al Fatihah: 5)
menghubungkan suatu kalimat dengan kalimat lain, terutama menggunakan huruf
‘athaf wau. Sedangkan Fashl artinya tidak menghubungkan
(dengan huruf wau).
insya, dan ada segi persamaan atau persesuaian dalam pengertian, serta tidak
ada penghalang untuk ‘athaf. Contoh:
(14)
berbakti benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan,–Dan
sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.” (Qs. Al Infithar: 13-14)
menangis banyak,” (Qs. At Taubah: 82)
perbedaan dengan yang dimaksudkan.
sudah sembuh?” Jawab:
arti doa agar tidak sembuh, namun ketika ditambahkan huruf wau mengandung arti
doa agar disembuhkan Allah.
karena kedua kalimat sebagai satu kesatuan dengan kalimat pertama, dimana
kalimat kedua sebagai badal (pengganti), penjelas, atau penguat, dsb. Contoh:
وَبَنِينَ (133)
menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui.–Dia telah menganugerahkan
kepadamu binatang-binatang ternak, dan anak-anak,” (Qs. Asy Syu’ara: 132-133)
itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar.” (Qs. Ath Thariq: 17)
terhadap pertanyaan yang timbul dari kalimat pertama. Contoh pada ayat,
kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan.” (Qs. Yusuf: 53)
satu hukum (pernyataan) karena adanya penghalang. Contoh ayat:
مُسْتَهْزِئُونَ (14) اللَّهُ يَسْتَهْزِئُ بِهِمْ
setan-setan mereka, mereka mengatakan, “Sesungguhnya kami sependirian
dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok.”–Allah akan (membalas)
olok-olokan mereka.” (Qs. Al Baqarah: 14-15)
اللَّهُ يَسْتَهْزِئُ بِهِمْ ” tidak boleh di’athafkan dengan kalimat
sebelumnya karena dapat menimbulkan kesan, bahwa kalimat itu termasuk kalimat
mereka.
diungkapkan dengan tiga cara: musawah, ijaz, dan ithnab,
yakni dengan ungkapan yang sedang, tidak terlalu ringkas dan tidak terlalu
panjang sesuai keadaan mukhathab (pendengar) dan situasi pembicaraannya. Contoh
ayat:
memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka.” (Qs. Al An’aam: 68)
bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah.” (Qs. Al Baqarah: 110)
menyatakan maksud dengan ungkapan yang sangat ringkas, tetapi memenuhi
maksudnya. Contoh firman Allah Ta’ala,
kelangsungan) hidup bagimu,” (Qs. Al
Baqarah: 179)
hak Allah.” (Qs. Al A’raaf: 54)
alaihi wa sallam,
اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَاتِ
menyatakan maksud dengan ungkapan yang panjang dengan adanya faedah. Contoh
ayat,
lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban,”
(Qs. Maryam: 4)
setelah khusus, seperti pada ayat:
وَالْمُؤْمِنَاتِ
orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman
laki-laki dan perempuan.” (Qs. Nuh: 28)
mau memaafkan, seperti pada firman Allah Ta’ala,
تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap
mereka. Dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka),
maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. At Taghabun: 14)
peringatan, seperti firman Allah Ta’ala,
(akibat perbuatanmu itu),–Dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.” (Qs. At Takatsur: 3-4)
adanya lafaz di tengah kalimat karena suatu tujuan, seperti pada ayat,
perempuan –Maha suci Allah–, sedang untuk mereka sendiri (mereka tetapkan)
apa yang mereka sukai (yaitu anak-anak laki-laki).” (Qs. An Nahl: 57)
menambahkan kalimat dengan kalimat lain setelahnya sebagai penguatan. Contoh
firman Allah Ta’ala,
mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian
itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.” (Qs. Saba’: 17)
(penjagaan), yaitu tambahan kalimat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,
contoh firman Allah Ta’ala,
niscaya ia keluar putih tidak bercacat bukan karena penyakit.” (Qs. Al Qashas: 32)
Muhammad wa ‘alaa alihi wa shahbihi wa sallam.
bin Musa
Maraji’:
Maktabah Syamilah versi 3.45, Qawa’idul
Lughatil Arabiyyah (Hifni Bek Dayyab, dkk.), Hidayatul
Insan bitafsiril Qur’an (Penulis), https://www.alukah.net/sharia/0/103195/
, https://mawdoo3.com/الأساليب_البلاغية_في_اللغة_العربية#. , http://www.3refe.com/vb/showthread.php?t=225470 , http://kertugas.blogspot.com/2018/01/majaz-aqli-dalam-ilmu-balagah-kata.html, l.
Dll.




































![[Lirik+Terjemahan] Giga feat. Kagamine Len – Toluthin Antenna](https://i0.wp.com/aopok.com/wp-content/uploads/2026/01/KagamineLen-ToluthinAntenna.jpg?fit=400%2C400&ssl=1)
