Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Religi

Terjemah Umdatul Ahkam (28)

Religius by Religius
03.12.2018
Reading Time: 9 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Amalan Menjelang Bulan Syakban: Persiapan Menuju Ramadan

ADVERTISEMENT

بسم
الله الرحمن الرحيم

Terjemah Umdatul Ahkam (28)

Segala puji bagi Allah
Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga
terlimpah kepada Rasulullah, keluarganya, para
sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari
Kiamat,
amma ba’d
u:

Berikut lanjutan terjemah Umdatul Ahkam
karya Imam Abdul Ghani Al Maqdisi (541 H – 600 H) rahimahullah.
Semoga Allah Azza wa
Jalla menjadikan penerjemahan kitab ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma
aamin
.

Bab Wasiat

Wasiat adalah pesan khusus
untuk mengelola harta atau menyedekahkan sebagiannya setelah ia meninggal
dunia.

300
– عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله
عليه وسلم – قَالَ: ((مَا حَقُّ امْرِئٍ مُسْلِمٍ , لَهُ شَيْءٌ يُوصِي فِيهِ , يَبِيتُ
لَيْلَتَيْنِ إلاَّ وَوَصِيَّتُهُ مَكْتُوبَةٌ عِنْدَهُ)) .

زَادَ مُسْلِمٌ: قَالَ ابْنُ عُمَرَ: ((مَا مَرَّتْ
عَلَيَّ لَيْلَةٌ مُنْذُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ
ذَلِكَ , إلاَّ وَعِنْدِي وَصِيَّتِي)) .

300.
Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma bahwa Rasulullah shallallahu alaihi
wa sallam bersabda, “Tidak patut bagi seorang muslim yang memiliki sesuatu
untuk dia wasiatkan sampai bermalam dua hari melainkan wasiatnya sudah tertulis
di sisinya.”

Imam
Muslim menambahkan, “Ibnu Umar berkata, “Sejak aku mendengar hadits itu dari
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, maka tidak ada satu hari pun yang
berlalu melainkan wasiatku ada di sisiku.”

301
– عَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ – رضي الله عنه – قَالَ: ((جَاءَني رَسُولُ اللَّهِ
– صلى الله عليه وسلم – يَعُودُنِي عَامَ حَجَّةِ الْوَدَاعِ مِنْ وَجَعٍ اشْتَدَّ
بِي فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , قَدْ بَلَغَ بِي مِنْ الْوَجَعِ مَا تَرَى، وَأَنَا
ذُو مَالٍ , وَلا يَرِثُنِي إلاَّ ابْنَةٌ أَفَأَتَصَدَّقُ بِثُلُثَيْ مَالِي؟ قَالَ:
لا، قُلْتُ: فَالشَّطْرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: لا، قُلْت: فَالثُّلُثُ قَالَ:
الثُّلُثُ , وَالثُّلُثُ كَثِيرٌ، إِنَّكَ أَنْ تَذَرَ ورَثَتَكَ أَغنياءَ خيرٌ منْ
أَنْ تَذَرَهمْ عالَةً يَتَكَفَّفونَ النَّاسَ، وإنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِي
بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إلاَّ أُجِرْتَ بِهَا , حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِي فِي امْرَأَتِكَ.
قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أُخَلَّفُ بَعْدَ أَصْحَابِي؟ قَالَ: إنَّكَ لَنْ
تُخَلَّفَ فَتَعْمَلَ عَمَلاً تَبْتَغِي بِهِ وَجْهَ اللَّهِ إلاَّ ازْدَدْت بِهِ دَرَجَةً
وَرِفْعَةً , وَلَعَلَّكَ أَنْ تُخَلَّفَ حَتَّى يَنْتَفِعَ بِكَ أَقْوَامٌ , وَيُضَرُّ
بِكَ آخَرُونَ. اللَّهُمَّ أَمْضِ لأَصْحَابِي هِجْرَتَهُمْ , وَلا تَرُدَّهُمْ عَلَى
أَعْقَابِهِمْ، لَكِنِ الْبَائِسُ سَعْدُ بْنُ خَوْلَةَ يَرْثِي لَهُ رَسُولُ اللَّهِ
– صلى الله عليه وسلم – أَنْ مَاتَ بِمَكَّةَ)) .

301.
Dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu anhu ia berkata, “Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam pernah datang menjengukku pada tahun haji wada
karena sakit parah yang menimpaku, lalu aku berkata, “Wahai Rasulullah,
penyakit yang menimpaku sudah sedemikian parah seperti yang engkau saksikan,
sedangkan aku orang yang memiliki harta yang banyak, tidak ada ahli warisku
selain puteriku, maka bolehkah aku bersedekah dengan 2/3 dari hartaku?” Beliau
menjawab, “Tidak boleh.” Aku bertanya lagi, “Bagaimana jika aku sedekahkan
separuhnya?” Beliau menjawab, “Tidak boleh.” Aku bertanya lagi, “Bagaimana jika
sepertiga?” Beliau menjawab, “Sepertiga saja. Sepertiga itu sudah banyak. Hal
itu, karena jika engkau tinggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya lebih baik
daripada engkau tinggalkan mereka dalam keadaan miskin dan meminta-minta kepada
manusia. Tidaklah engkau keluarkan infak karena mencari keridhaan Allah
melainkan engkau akan diberi pahala terhadapnya, sekalipun terhadap suapan yang
engkau berikan ke mulut istrimu.” Aku pun bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah
aku
tetap masih hidup setelah para sahabatku?”[i] Beliau bersabda, “Engkau
tidaklah diberi usia panjang lalu mengerjakan amal karena mencari keridhaan
Allah melainkan dirimu semakin tinggi derajatnya di sisi Allah. Boleh jadi
engkau akan diberi usia panjang sehingga sebagian manusia dapat mengambil
manfaat darimu dan yang lain merasakan madharat. Ya Allah, lanjutkanlah hijrah
para sahabatku dan jangan Engkau kembalikan mereka ke belakang.” Akan tetapi
ketika itu yang malang adalah Sa’ad bin Khaulah, Rasulullah shallallahu alaihi
wa sallam bersedih terhadapnya karena meninggal di Mekkah.”

302
– عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: ((لَوْ أَنَّ النَّاسَ
غَضُّوا مِنْ الثُّلُثِ إلَى الرُّبْعِ؟ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم
– قَالَ: الثُّلُثُ , وَالثُّلُثُ كَثِيرٌ))

302.
Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma ia berkata, “Kalau sekiranya
manusia mengurangi wasiat mereka dari sepertiga ke seperempat (tentu lebih
baik), karena Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Sepertiga
saja, dan sepertiga itu sudah banyak.”

Bab Faraidh

303
– عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما عَنْ النَّبِيِّ – صلى الله عليه
وسلم – قَالَ: ((أَلْحِقُوا الْفَرَائِضَ بِأَهْلِهَا، فَمَا بَقِيَ فَهُوَ لأَوْلَى
رَجُلٍ ذَكَرٍ)) .
وَفِي رِوَايَةٍ: ((اقْسِمُوا الْمَالَ بَيْنَ أَهْلِ
الْفَرَائِضِ عَلَى كِتَابِ اللَّهِ فَمَا تَرَكَتْ: فَلأَوْلَى رَجُلٍ ذَكَرٍ)) .

303.
Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma, dari Nabi shallallahu alaihi wa
sallam, Beliau bersabda, “Serahkanlah bagian faraidh kepada yang berhak.
Sisanya untuk laki-laki yang terdekat (dengan si mayit/ashabah).” Dalam sebuah
riwayat disebutkan, “Bagikanlah harta antara ahli waris yang mendapatkan bagian
yang disebutkan dalam Kitabullah, sisanya untuk laki-laki yang terdekat.”

304
– عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ رضي الله عنهما قَالَ: ((قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ
, أَتَنْزِلُ غَداً فِي دَارِكَ بِمَكَّةَ؟ قَالَ: وَهَلْ تَرَكَ لَنَا عَقِيلٌ مِنْ
رِبَاعٍ؟ ثُمَّ قَالَ: لا يَرِثُ الْكَافِرُ الْمُسْلِمَ وَلا الْمُسْلِمُ الْكَافِرَ))

304.
Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu anhuma ia berkata, “Aku bertanya, “Wahai
Rasulullah, apakah besok engkau akan singgah di rumahmu di Mekkah?” Beliau
bersabda, “Apakah Aqil mewariskan untuk kita sebagian pekarangan dan rumah?”
Lalu Beliau bersabda lagi, “Orang kafir tidak mewarisi harta orang muslim, dan
orang muslim tidak mewarisi harta orang kafir.”

305
– عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما ((أَنَّ النَّبِيَّ – صلى الله عليه
وسلم – نَهَى عَنْ بَيْعِ الْوَلاءِ وَعَنْ هِبَتِهِ)) .

303.
Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma, bahwa Nabi shallallahu alaihi wa
sallam melarang menjual wala dan menghibahkannya.

Wala artinya hak orang yang
memerdekakan mewarisi harta orang yang dimerdekakannya.

306
– عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: ((كَانَتْ فِي بَرِيرَةَ ثَلاثُ سُنَنٍ: خُيِّرَتْ
عَلَى زَوْجِهَا حِينَ عَتَقَتْ , وَأُهْدِيَ لَهَا لَحْمٌ , فَدَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ
اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – وَالْبُرْمَةُ عَلَى النَّارِ , فَدَعَا بِطَعَامٍ
فَأُتِيَ بِخُبْزٍ وَأُدْمٍ مِنْ أُدْمِ الْبَيْتِ فَقَالَ: أَلَمْ أَرَ الْبُرْمَةَ
عَلَى النَّارِ فِيهَا لَحْمٌ؟ قَالُوا: بَلَى , يَا رَسُولَ اللَّهِ. ذَلِكَ لَحْمٌ
تُصُدِّقَ بِهِ عَلَى بَرِيرَةَ فَكَرِهْنَا أَنْ نُطْعِمَكَ مِنْهُ فَقَالَ: هُوَ
عَلَيْهَا صَدَقَةٌ , وَهُوَ مِنْهَا لَنَا هَدِيَّةٌ , وَقَالَ النَّبِيُّ – صلى الله
عليه وسلم – فِيهَا: إنَّمَا الْوَلاءُ لِمَنْ أَعْتَقَ))

306.
Dari Aisyah radhiyallahu anha ia berkata, “Pada kisah Barirah terdapat tiga
sunnah, yaitu: (1) diberikan pilihan terhadap suaminya saat ia dimerdekakan,
(2) pernah dihadiahkan kepadanya daging, lalu Rasulullah shallallahu alaih wa
sallam masuk menemuiku, sedangkan tungku telah dipanaskan di atas api, lalu
Beliau meminta disiapkan makanan, kemudian dihidangkan roti dan lauk yang ada
di rumah, maka Beliau bersabda, “Bukankah tadi aku lihat ada tungku berisi
daging yang dipanaskan di atas api?” Lalu disampaikan, “Ya, wahai Rasulullah.
Itu adalah daging yang disedekahkan kepada Barirah, sehingga kami tidak suka
memberinya kepadamu,” maka Beliau bersabda, “Daging itu baginya adalah sedekah,
dan dari Barirah kepada kami adalah hadiah.” Nabi shallallahu alaihi wa sallam
juga bersabda tentang Barirah, “Sesungguhnya hak wala untuk orang yang
memerdekakan.”

KITAB NIKAH

307
– عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ: قَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله
عليه وسلم -: ((يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ , مَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ الْبَاءَة فَلْيَتَزَوَّجْ
فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ , وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ , وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ
بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ))

307.
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu ia berkata, “Rasulullah shallallahu
alaihi wa sallam pernah bersabda kepada kami, “Wahai para pemuda! Siapa saja di
antara kalian yang sudah mampu menikah, maka menikahlah, karena ia dapat
menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan. Barang siapa yang tidak sanggup,
maka hendaknya ia berpuasa, karena puasa itu sebagai pengebirinya.”

308
– عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ – رضي الله عنه -: ((أَنَّ نَفَراً مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ
– صلى الله عليه وسلم – سَأَلُوا أَزْوَاجَ النَّبِيِّ – صلى الله عليه وسلم – عَنْ
عَمَلِهِ فِي السِّرِّ؟ فَقَالَ بَعْضُهُمْ: لا أَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ. وَقَالَ بَعْضُهُمْ:
لا آكُلُ اللَّحْمَ. وَقَالَ بَعْضُهُمْ: لا أَنَامُ عَلَى فِرَاشٍ. فَبَلَغَ ذَلِكَ
النَّبِيَّ – صلى الله عليه وسلم – فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ وَقَالَ: مَا
بَالُ أَقْوَامٍ قَالُوا كَذَا؟ لَكِنِّي أُصَلِّي وَأَنَامُ وَأَصُومُ وَأُفْطِرُ
, وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي)) .

308.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, bahwa beberapa orang dari sahabat Nabi
shallallahu alaihi wa sallam bertanya kepada istri-istri Nabi shallallahu
alaihi wa sallam terkait amalan yang Beliau lakukan di saat tersembunyi?
(Setelah disampaikan) maka salah seorang di antara mereka berkata, “Aku tidak
akan menikahi wanita.” Yang lain berkata, “Aku tidak akan makan daging.” Yang
lain lagi berkata, “Aku tidak akan tidur di atas kasur.” Maka berita itu pun
sampai ke telinga Nabi shallallahu alaihi wa sallam, lalu Beliau memuji Allah
dan menyanjung-Nya kemudian bersabda, “Mengapa orang-orang berkata begini dan
begitu?! Bahkan keadaanku adalah shalat dan tidur, berpuasa dan berbuka, dan
menikahi wanita. Barang siapa yang membenci sunnahku, maka ia bukan termasuk
golonganku.”

309
– عَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ – رضي الله عنه – قَالَ: ((رَدَّ رَسُولُ اللَّهِ
– صلى الله عليه وسلم – عَلَى عُثْمَانَ بْنِ مَظْعُونٍ التَّبَتُّلَ وَلَوْ أَذِنَ
لَهُ لاخْتَصَيْنَا)) .

309.
Dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu anhu ia berkata, “Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam menolak permintaan Utsman bin Mazh’un untuk tidak
menikah (karena hendak ibadah). Kalau sekiranya Beliau mengizinkan Utsman bin
Mazh’un, tentu kami melakukan pengebirian.”

Bersambung…

Wallahu a’lam wa shallallahu ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad wa
alaa aalihi wa shahbihi wa sallam

Penerjemah:

Marwan bin Musa



[i] Bisa juga diartikan,
apakah aku akan ditinggalkan di Mekkah?

Tags: Agama IslamDakwahIlmuInformasiIslamiMuslimWawasan Pengetahuan
ShareTweetPin
Religius

Religius

Related Posts

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta
Religi

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi
Religi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Amalan Menjelang Bulan Syakban: Persiapan Menuju Ramadan
Religi

Amalan Menjelang Bulan Syakban: Persiapan Menuju Ramadan

13.01.2026
Puasa Ramadan 2026 — Tanggal & Niat Qadha yang Wajib Diketahui Umat Muslim
Religi

Puasa Ramadan 2026 — Tanggal & Niat Qadha yang Wajib Diketahui Umat Muslim

09.01.2026
Hadiah Pahala – Fatwa al-`Asqalani
Religi

Hadiah Pahala – Fatwa al-`Asqalani

15.06.2025
Mahasiswa UI Gelar Konvoi Solidaritas untuk Palestina, Tolak Penjajah Zionis Israel
Religi

Mahasiswa UI Gelar Konvoi Solidaritas untuk Palestina, Tolak Penjajah Zionis Israel

13.06.2025
Next Post

Resep Momoh Jeroan Sapi Asli Kendal

JAFF, Festival Film Paling Menyenangkan di Dunia

JAFF, Festival Film Paling Menyenangkan di Dunia

Iklan

Recommended Stories

Kota Pariaman

04.09.2013

Fiqh Su’ur & Awani

08.12.2013

Hanung Bramantyo Sabet Sutradara Terbaik JAFF – Indonesian Screen Awards 2018

05.12.2018

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?