Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Religi

Mengobati Penyakit ‘Ain (2)

Religius by Religius
16.09.2018
Reading Time: 14 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

ADVERTISEMENT

بسم
الله الرحمن الرحيم

Mengobati Penyakit ‘Ain (2)

Segala puji bagi Allah
Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah,
keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari
kiamat, amma ba’d
u:

Berikut lanjutan
pembahasan tentang penyakit ‘ain dan cara mengobatinya, semoga Allah menjadikan
penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin.

Cara mengatasi penyakit
‘Ain Setelah Terjadi

Adapun ketika telah
tertimpa penyakit ‘ain maka mengobatinya dengan beberapa cara:

Cara Pertama, melakukan ruqyah
syar’iyyah yang  dilakukan oleh orang
yang saleh dan biasa mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal.

Malaikat Jibril alaihis
salam pernah meruqyah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dengan doa
berikut:

«بِاسْمِ اللهِ أَرْقِيكَ،
مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ، مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ، اللهُ
يَشْفِيكَ بِاسْمِ اللهِ أَرْقِيكَ»

“Dengan nama Allah, aku
meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitkanmu, dari setiap jiwa atau mata
yang hasad. Allah yang menyembuhkanmu. Dengan nama Allah, aku meruqyahmu.” (Hr.
Muslim)

Cara Kedua, melakukan mandi.
Maksudnya meminta orang yang menurut perkiraan kuat menimpakan penyakit ‘ain
kepada orang lain untuk berwudhu, lalu diambil air bekas wudhunya, kemudian
dituangkan ke kepala orang yang terkena penyakit ‘ain dari belakangnya berikut
punggungnya. Dengan cara seperti ini, maka orang yang terkena penyakit ‘ain
akan sembuh insya Allah.

Hal ini berdasarkan
hadits Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif ia berkata,

مَرَّ عَامِرُ بْنُ رَبِيعَةَ بِسَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ، وَهُوَ يَغْتَسِلُ
فَقَالَ: لَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ، وَلَا جِلْدَ مُخَبَّأَةٍ فَمَا لَبِثَ أَنْ لُبِطَ
بِهِ، فَأُتِيَ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقِيلَ لَهُ: أَدْرِكْ
سَهْلًا صَرِيعًا، قَالَ «مَنْ تَتَّهِمُونَ بِهِ» قَالُوا عَامِرَ بْنَ رَبِيعَةَ،
قَالَ: «عَلَامَ يَقْتُلُ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ، إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيهِ
مَا يُعْجِبُهُ، فَلْيَدْعُ لَهُ بِالْبَرَكَةِ» ثُمَّ دَعَا بِمَاءٍ، فَأَمَرَ عَامِرًا
أَنْ يَتَوَضَّأَ، فَغَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ، وَرُكْبَتَيْهِ
وَدَاخِلَةَ إِزَارِهِ، وَأَمَرَهُ أَنْ يَصُبَّ عَلَيْهِ

“Suatu ketika Amir bin
Rabi’ah melewati Sahl bin Hunaif yang sedang mandi, lalu ia berkata, “Aku belum
pernah melihat kulit wanita gadis yang dipingit seperti pada hari ini!” Maka
tidak lama kemudian Sahl bin Hunaif jatuh pingsan, kemudian dibawa kepada Nabi
shallallahu alaihi wa sallam dan dikatakan kepada Beliau, “Sahl pingsan.”
Beliau pun bersabda, “Siapa orang yang menurut kalian membuatnya demikian?”
Mereka menjawab, “Amir bin Rabi’ah.” Beliau pun bersabda, “Atas dasar apa salah
seorang di antara kalian menyakiti saudaranya? Apabila salah seorang di antara
kalian melihat hal yang mengagumkan pada diri saudaranya, maka doakanlah
keberkahan untuknya.” Lalu Beliau meminta disiapkan air dan menyuruh Amir
berwudhu, ia pun membasuh muka dan kedua tangannya sampai kedua sikut, serta
kedua lutut dan bagian dalam sarungnya. Setelah itu, Rasulullah shallallahu
alaihi wa sallam memerintahkan untuk menyiram Sahl (dengan air wudhu Amir).”

Sufyan berkata, “Ma’mar
berkata, “Dari Az Zuhriy, “Beliau memerintahkan agar menuangkan wadah air dari
belakang tubuhnya.”

Maksud ‘bagian dalam
sarungnya’ adalah bagian tertentu dari badannya, atau bagian dzakarnya, atau
bagian paha dan pinggulnya, atau sarung bagian dalamnya yang berhadapan
langsung dengan badannya, wallahu a’lam.

Ibnu Syihab Az Zuhriy
rahimahullah berkata, “Mandi yang kami dapatkan dari pada ulama kami adalah disiapkan
wadah (berisi air) untuk seorang yang menimpakan ‘ain, lalu ia memasukkan
telapak tangannya ke dalamnya dan berkumur-kumur, kemudian membuangnya ke dalam
wadah, lalu ia membasuh mukanya di wadah, kemudian memasukkan tangan kirinya
dan menuangkan air ke atas telapak tangan kanannya di wadah, lalu memasukkan
tangan kanannya dan menuangkan air ke atas telapak tangan kirinya sekali saja,
kemudian ia masukkan tangan kirinya lalu menuangkan air ke atas sikut kanannya
dan memasukkan tangan kanannya lalu menuangkan air ke atas sikut kirinya, lalu
ia masukkan tangan kirinya  ke dalam wadah
dan menuangkan air ke atas kaki kanan dan memasukkan tangan kanannya ke dalam
wadah lalu menuangkan air ke atas kaki kirinya, kemudian ia masukkan tangan
kirinya lalu menuangkan air ke atas lutut kanannya dan memasukkan tangan
kanannya lalu menuangkan air ke atas lutut kirinya. Semua itu dilakukan di atas
wadah air, lalu ia membasuh bagian dalam sarungnya (dan membiarkan sisa air
jatuh ke dalam wadah), dan wadah itu tidak diletakkan di atas tanah, kemudian
airnya disiramkan ke kepala orang yang terkena ‘ain dari bagian belakangnya
sekali saja.” (As Sunan, karya Baihaqi 9/252)  

Dalil disyariatkan bagi
orang yang menimpakan ‘ain untuk mandi

Rasulullah shallallahu
alaihi wa sallam bersabda,

«الْعَيْنُ حَقٌّ، وَلَوْ
كَانَ شَيْءٌ سَابَقَ الْقَدَرَ سَبَقَتْهُ الْعَيْنُ، وَإِذَا اسْتُغْسِلْتُمْ فَاغْسِلُوا»

‘Ain itu benar. Jika ada
sesuatu yang bisa mendahahului takdir, maka tentu ‘ain dapat mendahuluinya.
Jika kalian diminta mandi, maka mandilah.” (Hr. Muslim)

Aisyah radhiyallahu anha
berkata, “Orang yang menimpakan ‘ain diminta untuk mandi, lalu ia berwudhu, dan
orang yang terkena ‘ain mandi darinya.” (Hr. Abu Dawud)

Kedua hadits di atas
menunjukkan disyariatkan wudhu atau mandi bagi orang yang menimpakan ‘ain untuk
orang yang tertimpa ‘ain.

Cara Ketiga, meletakkan tangan kita
ke kepala orang yang terkena ‘ain, lalu membaca,

بِسْمِ اللهِ أَرْقِيكَ، مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ، مِنْ شَرِّ كُلِّ
نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ اللهُ يَشْفِيكَ، بِسْمِ اللهِ أَرْقِيكَ

“Dengan
nama Allah, aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang mengganggumu, dari setiap
jiwa dan mata yang hasad. Allah yang menyembuhkanmu. Dengan nama Allah,  aku meruqyahmu.” (Hr. Muslim)

Atau membaca,

بِاسْمِ اللهِ يُبْرِيكَ، وَمِنْ كُلِّ دَاءٍ يَشْفِيكَ،
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ، وَشَرِّ كُلِّ ذِي عَيْنٍ

“Dengan
nama Allah yang menyembuhkanmu dan menjagamu, dari segala penyakit, dari segala
kejahatan orang yang dengki ketika ia dengki, dan dari kejahatan orang yang
matanya hasad.” (Hr. Muslim)

Atau membaca,

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ البَاسَ، اشْفِهِ
وَأَنْتَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

“Ya
Allah Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Sembuhkanlah penyakit yang ada,
Engkaulah yang menyembuhkan; tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu,
kesembuhan dari-Mu tidak meninggalkan penyakit.” (Hr. Bukhari dan Muslim)

Atau membaca,

أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

“Aku meminta kepada
Allah Tuhan Pemilik Arsyi yang besar agar Dia menyembuhkanmu.” [i]
(7 X) (Hr. Abu Dawud, dishahihkan oleh Al Albani)

Cara Keempat, meletakkan tangan ke
bagian badan yang sakit lalu membacakan surah Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas.

Cara Kelima, siapkan air, lalu
bacakan padanya surah mu’awwidzat (Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas), kemudian
membaca doa,

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ البَاسَ، اشْفِهِ
وَأَنْتَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

“Ya
Allah Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Sembuhkanlah penyakit yang ada,
Engkaulah yang menyembuhkan; tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu,
kesembuhan dari-Mu tidak meninggalkan penyakit.” (3 X)

بِسْمِ اللهِ أَرْقِيكَ، مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ، مِنْ شَرِّ كُلِّ
نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ اللهُ يَشْفِيكَ، بِسْمِ اللهِ أَرْقِيكَ

“Dengan
nama Allah, aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang mengganggumu, dari setiap
jiwa dan mata yang hasad. Allah yang menyembuhkanmu. Dengan nama Allah,  aku meruqyahmu.” (3 X)

Lalu menuangkan air ke
atas kepala orang yang terkena ‘ain sekali saja dari bagian belakang dan bagian
punggung badannya.

Cara Keenam, membaca surah Al Fatihah
dan mu’awwidzat (Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas) di gelas berisi air, lalu
diminum oleh orang yang terkena penyakit ‘ain dan sisanya dituangkan kepadanya,
atau membaca pada minyak zaitun, kemudian minyaknya dioleskan kepadanya, atau
membaca surah Al Fatihah dan mu’awwidzat pada air zamzam atau air hujan jika
mudah baginya.

Dalilnya adalah tambahan
dalam hadits Sahl bin Hunaif yang disebutkan oleh Abdurrazzaq dalam As Sunan,
“Beliau memerintahkan untuk meminumnya, lalu Sahl meminumnya beberapa tegukan.”
(Dinyatakan shahih isnadnya oleh pentahqiqnya)

Cara Ketujuh, membaca ayat atau doa
ruqyah sambil meniup (disertai  air liur
sedikit) di akhir setiap ayat atau di akhir seluruh ayat, atau setelah
membacakan ruqyah.

Beberapa sebab yang
dapat menolak penyakit ‘ain dari orang yang hasad/dengki

1. Meminta perlindungan
kepada Allah dari keburukan hasad,

2. Bertakwa kepada
Allah, melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

3. Bertawakkal kepada
Allah Azza wa Jalla.

4. Bersabar terhadap
orang yang dengki, memaafkannya, dan tidak mengeluhkannya.

5.  Tidak takut kepada orang yang dengki, dan
tidak disibukkan fikirannya oleh hal tersebut.

6. Fokus kepada Allah,
ikhlas karena-Nya, dan mencari keridhaan-Nya.

7. Bertaubat dari dosa
dan maksiat, karena dosa dan maksiat yang membuat manusia berkuasa kepada dirinya.

8. Bersedekah dan
berbuat ihsan, karena yang demikian merupakan sebab terhindar dari musibah,
‘ain, dan kejahatan orang yang dengki.

9. Memadamkan api
kedengkian dengan berbuat baik kepadanya, dan tidak membalas keburukan dengan
keburukan serupa, bahkan membalasnya dengan kebaikan.

10. Memurnikan tauhid
kepada Allah Azza wa Jalla, dimana tidak ada yang dapat menimpakan bahaya dan
manfaat kecuali dengan izin-Nya (Lihat Bada’iul Fawaid 2/238-245)

Wallahu a’lam wa shallallahu ‘alaa Nabiyyina Muhammad wa ‘alaa alihi wa
shahbihi wa sallam.

Marwan bin Musa

Maraji’: Al Ilaj bir Ruqa Minal Kitab was Sunnah (Dr.
Sa’id bin Ali bin Wahf Al Qahthani),
Kaifa
Tu’alij Maridhaka bir ruqyah Asy Syar’iyyah
(Syaikh
Abdul Aziz As Sadhan),
http://www.nour-alchifaa.com, http://www.alukah.net/sharia/0/74841/#ixzz5Qe716Xyw,  http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=303682,
http://alroqya.com/portal/about_eye/effection/
 Maktabah Syamilah versi
3.45
, dll.



[i] Rasulullah shallalalhu alaihi wa sallam  bersabda, “Barang siapa yang menjenguk orang
sakit yang belum tiba ajalnya, lalu ia mengucapkan sebanyak tujuh kali “As’alullahal
‘azhim Rabbal ‘Arsyil ‘Azhim an yasyfiyak,”
melainkan Allah akan sembuhkan
orang itu dari penyakitnya.” (Hr. Abu Dawud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Al
Albani).
Tags: Agama IslamDakwahIlmuInformasiIslamiMuslimWawasan Pengetahuan
ShareTweetSendShare
Religius

Religius

Related Posts

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya
Religi

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

23.01.2026
Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta
Religi

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi
Religi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Amalan Menjelang Bulan Syakban: Persiapan Menuju Ramadan
Religi

Amalan Menjelang Bulan Syakban: Persiapan Menuju Ramadan

13.01.2026
Puasa Ramadan 2026 — Tanggal & Niat Qadha yang Wajib Diketahui Umat Muslim
Religi

Puasa Ramadan 2026 — Tanggal & Niat Qadha yang Wajib Diketahui Umat Muslim

09.01.2026
Hadiah Pahala – Fatwa al-`Asqalani
Religi

Hadiah Pahala – Fatwa al-`Asqalani

15.06.2025
Next Post
Observasi ke Asa Mulia Tour and Travel

Observasi ke Asa Mulia Tour and Travel

Mahasiswa Baru Culinary Class Sukseskan Acara 'Kitchen Hot Spot' di Midtown Hotel

Iklan

Recommended Stories

Alamat Kantor Imigrasi Di Babel

27.06.2016

Cara Promosi Akun IG dengan 6 Cara Paling Jitu Untuk Meningkatkan Followers

08.09.2022
Mencari Rezeki Bagi Keluarga Termasuk Jihad di Jalan Allah

Resep Klapertart Panggang

10.06.2016

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

23.01.2026
Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?