الله الرحمن الرحيم
semoga dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan
orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
risalah Syaikh Abdul Aziz bin Baz (mufti Saudi Arabia yang wafat pada tahun
1420 H/1999 M) berkenaan dengan fiqih seputar puasa Ramadhan dengan judul Shiyam Ramadhan, Fadhluhu ma’a
Bayan Ahkam Muhimmah Takhfa ‘Ala Ba’dhin Naas. Semoga
Allah menjadikan penerjemahan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma
aamin.
Puasa Ramadhan
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz kepada kaum muslimin yang melihat risalah ini,
semoga Allah memudahkan diriku dan mereka untuk menempuh jalan orang-orang yang
beriman, memberikan kepadaku dan kepada mereka pemahaman terhadap Al Qur’an dan
As Sunnah, amin.
alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
ba’du:
nasihat ringkas berkenaan dengan keutamaan puasa Ramadhan dan melakukan
qiyamullail (shalat tarawih) di malam harinya, menerangkan tentang keutamaan
berlomba-lomba mengisi bulan tersebut dengan berbagai amal saleh, serta
menerangkan tentang hukum-hukum penting berkenaan dengannya yang mungkin masih
samar bagi sebagian manusia.
ada riwayat dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa Beliau menyampaikan
kabar gembira kepada para sahabatnya tentang kedatangan bulan Ramadhan. Beliau
juga menerangkan, bahwa pada bulan itu pintu rahmat dan surga dibuka, sedangkan
pintu neraka ditutup, dan para setan dibelenggu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda,
لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الجَنَّةِ، فَلَمْ يُغْلَقْ
مِنْهَا بَابٌ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَصُفِّدَتِ
الشَّيَاطِينُ، وَيُنَادِي مُنَادٍ: يَا بَاغِيَ الخَيْرِ أَقْبِلْ، وَيَا بَاغِيَ
الشَّرِّ أَقْصِرْ، وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ، وَذَلكَ كُلُّ لَيْلَةٍ
tiba awal malam bulan Ramadhan, maka pintu
surga dibuka, sehingga tidak ada yang tertutup, pintu neraka ditutup, sehingga
tidak ada yang terbuka, dan setan-setan dibelenggu, lalu ada yang memanggil, “Wahai
orang yang menginginkan kebaikan! Datangilah. Wahai orang yang menginginkan
keburukan! Berhentilah.” Allah membebaskan banyak manusia dari neraka, dan
hal itu terjadi pada setiap malam.” [HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Hakim, dan
Baihaqi, dihasankan oleh Al Albani dalam Shahihul Jami’ no. 759]
شَهْرُ
بَركَةٍ، يَغْشَاكُمُ اللهُ فِيْهِ، فَيَنْزلُ الرَّحْمَةَ وَيَحُطُّ
الْخَطَايَا وَيَسْتَجِيْبُ الدُّعَاءَ، يَنْظُرُ اللهُ إِلَى تَنَافُسِكُمْ فِيْهِ فَيُبَاهِيْ بِكُمْ مَلاَئِكَتَهُ، فَأَرْوُا
اللهَ مِنْ أَنْفُسِكُمْ خَيْراً، فَإِنَّ الشَّقِيَّ مَنْ حُرِمَ فِيْهِ رَحْمَةُ اللهِ
berkah. Allah meliputi kalian di dalamnya, Dia turunkan rahmat, Dia gugurkan
dosa-dosa, dan mengabulkan doa. Allah
memperhatikan sikap berlomba-lomba kalian dalam kebaikan, lalu Dia berbangga
dengan kalian di hadapan para malaikat-Nya, maka perlihatkanlah kepada Allah
kebaikan kalian, karena sesungguhnya orang yang sengsara adalah orang yang
terhalangi dari rahmat Allah di bulan itu.” [Hadits ini dinyatakan maudhu (palsu)
oleh Syaikh Al Albani dalam Dha’if At Targhib wat Tarhib no. 592]
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
mengharapkan pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” [HR. Bukhari dan Muslim]
إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
siapa yang melakukan qiyam Ramadhan (shalat tarawih) karena iman dan mengharap
pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah
lalu.” [HR. Bukhari dan Muslim]
إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ،
siapa yang melakukan qiyamullail pada malam Lailatul Qadr karena iman dan
mengharap pahala, maka akan diampuni
dosa-dosanya yang telah lalu.” [HR. Bukhari]
كُلُّ
عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ الْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ
ضِعْفٍ إِلاَّ الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِيْ وَأَنَا أَجْزِيْ بِهِ، تَرَكَ شَهْوَتَهُ
وَطَعَامَهُ وَشَرَابَهُ مِنْ أَجْلِيْ، لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ
فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ، وَلَخَلُوْفُ
فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيْحِ الْمِسْكِ
adalah untuknya selain puasa, satu kebaikan dilipatgandakan menjadi tujuh
ratus. Puasa itu untuk-Ku, dan Akulah yang akan membalasnya. Dia meninggalkan
syahwatnya, makanannya, dan minumannya karena-Ku. Orang yang berpuasa memiliki
dua kegembiraan, yaitu ketika berbuka, dan ketika bertemu dengan
Rabbnya. Sungguh, bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah
daripada wangi kesturi.” [HR. Ahmad, Muslim, Nasa’i,
dan Ibnu Majah, Shahihul Jami no. 4538]
Ramadhan, qiyamullail di bulan itu, serta keutamaan puasa secara umum sangat banyak.
kesempatan ini, yaitu nikmat Allah kepadanya dengan disampaikan-Nya ke bulan Ramadhan. Ia pun segera melakukan ketaatan,
menjauhi kemaksiatan, bersungguh-sungguh melakukan kewajiban yang Allah perintahkan
kepadanya, terutama shalat lima waktu, karena ia merupakan tiang Islam dan
merupakan kewajiban yang paling agung setelah syahadat. Oleh karena itu,
laki-laki muslim dan wanita muslimah harus menjaganya dan melaksanakannya pada
waktunya dengan khusyu dan thuma’ninah.
shalat itu dengan berjamaah di rumah-rumah Allah yang diizinkan untuk
ditinggikan dan disebut nama-Nya di dalamnya sebagaimana firman Allah Ta’ala,
وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
bersama dengan orang-orang yang ruku.” (QS. Al Baqarah: 43)
الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ
semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa (Ashar). Berdirilah untuk
Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.” (QS. Al Baqarah: 238)
الْمُؤْمِنُونَ (1) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ (2)
beruntunglah orang-orang yang beriman,–(yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam
shalatnya.” (QS. Al Mu’minun: 1-2)
صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ (9) أُولَئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ (10) الَّذِينَ
يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (11)
orang-orang yang memelihara shalatnya.–Mereka itulah orang-orang yang akan
mewarisi,–(yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” (QS.
Al Mu’minun: 9-11)
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلَاةُ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ
yang mengikat antara kami dengan mereka adalah shalat. Barang siapa yang
meninggalkannya, maka dia telah kafir.” [HR. Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Al
Albani]
lain yang sangat penting juga setelah shalat fardhu adalah menunaikan zakat
sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla,
لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ
وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ (5)
mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan
kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan
shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS.
Al Bayyinah: 5)
وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
shalat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul agar kamu diberi rahmat.” (QS.
An Nuur: 56)
dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan, bahwa barang
siapa yang tidak membayar zakat hartanya, maka dia akan diazab dengannya pada
hari Kiamat.
setelah shalat dan zakat adalah puasa Ramadhan, dimana ia adalah salah satu di
antara rukun Islam yang disebutkan dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam,
اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ
مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ
الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ
dibangun di atas lima (dasar); bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak
disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan
shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa Ramadhan.” [HR. Tirmidzi dan Muslim]
Penerjemah dan pemberi
keterangan takhrij hadits dengan tanda “ [ ] “oleh Marwan
bin Musa





































