الله الرحمن الرحيم
Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada
keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari
Kiamat, amma ba’du:
seseorang ke surga. Akan tetapi perlu diingat, bahwa surga hanya dimasuki oleh
orang mukmin. Oleh karena itu, kalau sekiranya orang-orang kafir dan musyrik
mengerjakan sebagian amal saleh, maka tidaklah bermanfaat amalnya dan tidak
akan memasukkannya ke surga, karena Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman,
مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ
الْخَاسِرِينَ
kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Allah),
niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang
merugi.” (QS.
Az Zumar: 65)
اللّهُ عَلَيهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ
أَنصَارٍ
(sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan
tempatnya adalah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang
penolong pun.” (QS.
Al Maa’idah: 72)
hanya Allah balas di dunia, sehingga mereka datang ke akhirat tanpa membawa
amal saleh karena telah diberikan balasan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,
الدُّنْيَا وَيُجْزَى بِهَا فِي الْآخِرَةِ، وَأَمَّا الْكَافِرُ فَيُطْعَمُ
بِحَسَنَاتِ مَا عَمِلَ بِهَا لِلَّهِ فِي الدُّنْيَا، حَتَّى إِذَا أَفْضَى إِلَى
الْآخِرَةِ، لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَةٌ يُجْزَى بِهَا»
seorang mukmin, ia diberi balasan di dunia dan di akhirat karena perbuatan
baiknya itu. Adapun orang kafir, maka ia diberi makan karena perbuatan baik
yang ia lakukan karena Allah di dunia, sehingga ketika ia kembali ke akhirat,
maka ia tidak memiliki kebaikan untuk diberikan balasan.” (HR. Muslim)
menjadikan kita sebagai orang-orang muslim, karena orang-orang non muslim ingin
sekali di akhirat kalau sekiranya mereka menjadi orang-orang muslim. Allah
Subhaanahu wa Ta’ala berfirman,
كَانُواْ مُسْلِمِينَ
di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang
Muslim.” (QS.
Al Hijr: 2)
agar Dia mematikan kita di atas Islam, Allahumma aamin.
adalah seseorang harus di atas agama Islam.
sama, intinya menuju Allah meskipun jalannya berbeda-beda. Sebagaimana di
dunia, jika kita hendak pergi ke sebuah tempat, maka banyak jalan yang bisa
dilalui untuk menuju ke arahnya.”
tempat memang banyak jalannya. Akan tetapi, jalan menuju Allah dan menuju
surga-Nya hanya satu, karena Allah Tuhan kita dan sebagai pemilik surga tidak
meridhai jalan-jalan yang ada selain Islam saja sebagaimana firman-Nya,
يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di
akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali Imran: 85)
tidak diterima oleh Allah Subhaaanu wa Ta’ala, karena Dia yang menyatakan
demikian. Famaa dzaa ba’dal haqqi illadh dhalaal.
adalah dengan taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu
‘alaihi wa sallam. Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman,
جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ الْفَوْزُ
الْعَظِيمُ
niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya
sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang
besar.” (QS.
An Nisaa’: 13)
bersabda,
قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَنْ يَأْبَى؟ قَالَ: «مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ
الجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى»
yang enggan (masuk surga).” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah
orang yang enggan itu?” Beliau menjawab, “Orang yang taat kepadaku akan masuk
surga dan orang yang mendurhakaiku dialah orang yang enggan (masuk surga).”
(HR. Bukhari)
melaksanakan perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang wajib serta
tidak mau menjauhi larangan Beliau yang haram pada hakikatnya tidak mau surga.
perintah-perintah yang wajib seperti shalat yang lima waktu, membayar zakat,
berpuasa Ramadhan, berhaji ketika mampu, berbakti kepada kedua orang tua,
menyambung tali silaturrahim, menutup aurat, dan sebagainya, maka laksanakanlah
perintah-perintah tersebut agar kamu beruntung.
larangan-larangan yang haram seperti syirk, mendatangi dukun dan peramal,
durhaka kepada orang tua, berzina, menipu, berkata dusta, ingkar janji,
khianat, dan sebagainya, maka jauhilah larangan-larangan tersebut agar kamu
beruntung.
syirk, beribadah hanya kepada Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan
menyambung tali silaturrahim.
laki-laki yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata,
“tunjukkanlah kepadaku amal yang mendekatkanku ke surga dan menjauhkanku dari
neraka?” Beliau menjawab,
وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ، وَتَصِلُ ذَا رَحِمِكَ»
menyekutukan-Nya dengan sesuatu, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan
menyambung hubungan kerabatmu.”
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika ia berpegang dengan apa yang
diperintahkan itu, ia akan masuk surga.” (HR. Muslim)
semua shalat fardhu, dan menjaga shalat Subuh dan Ashar.
bersabda,
dan Ashar, maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)
mengiringi Jenazah, memberi makan orang miskin, dan menjenguk orang sakit.
bersabda di hadapan para sahabat, “Siapakah di antara kalian yang hari ini
berpuasa?” Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Saya.” Beliau bersabda lagi,
“Siapakah di antara kalian yang mengiringi jenazah hari ini?” Abu Bakar radhiyallahu
‘anhu berkata, “Saya.” Beliau bersabda lagi, “Siapakah di antara kalian yang
memberi makan orang miskin hari ini?” Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu berkata,
“Saya.” Beliau bersabda lagi, “Siapakah di antara kalian yang menjenguk orang
sakit hari ini?” Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Saya.” Maka Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
seseorang kecuali dia akan masuk surga.” (HR. Muslim)
99 nama Allah Ta’ala.
bersabda,
تَعَالَى تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا مِائَةً غَيْرَ وَاحِدٍ مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ
الجَنَّةَ
Allah Ta’ala memiliki sembilan puluh sembilan nama. Barang siapa yang mengihsha’nya,
maka ia akan masuk surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)
makna ihsha’ adalah menjumlahkan dan menghitungnya, memahami makna dan
kandungannya, dan berdoa kepada Allah Ta’ala dengannya.
Imam Nawawi, bahwa maksudnya adalah menghapalnya.
berarti bahwa nama-nama Allah Ta’ala hanya terbatas sampai 99 nama.
salam, menyambung tali silaturrahim, shalat malam, dan memberi makan orang
lain.
bersabda,
أَفْشُوا اَلسَّلَام, وَصِلُوا اَلْأَرْحَامَ, وَأَطْعِمُوا اَلطَّعَامَ,
وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ, تَدْخُلُوا اَلْجَنَّةَ بِسَلَامٍ
salam, sambung tali silaturrahim, berikan makan kepada orang lain, shalatlah di waktu malam ketika
orang tidur, niscaya kamu akan masuk surga dengan sejahtera.” (HR. Tirmidzi,
dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi (1855))
ucapan muazin
‘anhu ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَكْبَرُ فَقَالَ أَحَدُكُمْ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ …ثُمَّ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا
اللَّهُ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مِنْ قَلْبِهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ
Allahu akbar, lalu salah seorang di antara kamu mengucapkan, “Allahu
akbar- Allahu akbar.” …Kemudian ketika ia (muazin) mengucapkan, “Laailaahaillallah,”
ia mengucapkan, “Laailaahaillallah,” (dengan ikhlas) dari hatinya, maka
ia akan masuk surga.” (HR. Muslim)
shalah” dan “Hayya ‘alal falah” jawabannya adalah Laa haula walaa
quwwata illaa billah.
dzikr setelah shalat dan sebelum tidur
‘alaihi wa sallam, Beliau bersabda,
مُسْلِمٌ إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ، هُمَا يَسِيرٌ، وَمَنْ يَعْمَلُ بِهِمَا
قَلِيلٌ، يُسَبِّحُ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ عَشْرًا، وَيَحْمَدُ عَشْرًا،
وَيُكَبِّرُ عَشْرًا، فَذَلِكَ خَمْسُونَ وَمِائَةٌ بِاللِّسَانِ، وَأَلْفٌ
وَخَمْسُ مِائَةٍ فِي الْمِيزَانِ، وَيُكَبِّرُ أَرْبَعًا وَثَلَاثِينَ إِذَا
أَخَذَ مَضْجَعَهُ، وَيَحْمَدُ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَيُسَبِّحُ ثَلَاثًا
وَثَلَاثِينَ، فَذَلِكَ مِائَةٌ بِاللِّسَانِ، وَأَلْفٌ فِي الْمِيزَانِ»
hamba yang muslim pasti akan masuk surga. Kedua perkara itu mudah, namun yang
mengamalkannya sedikit, yaitu bertasbih 10 kali di akhir shalat, bertahmid 10
kali, dan bertakbir 10 kali. Itu semua menjadi 150 di lisan dan 1500 di
timbangan. Dia juga bertakbir sebanyak 34 kali ketika di tempat tidur,
bertahmid 33 kali, dan bertasbih 33 kali. Itu semua menjadi 100 di lisan dan
1000 di timbangan.” (HR. Abu Dawud, Nasa’i, dan Ibnu Majah, dishahihkan oleh Al
Albani)
Sayyidul Istighfar
bersabda,
وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ
بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ بِنِعْمَتِكَ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي
فَاغْفِرْ لِي، إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ أَوْ مِنْ لَيْلَتِهِ
دَخَلَ الْجَنَّةَ
hari mengucapkan, “Allahuumma anta Rabbiy…dst. (artinya: Ya Allah, Engkau adalah
Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang
menciptakan aku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku
dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat.
Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu,
ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau),
lalu ia meninggal dunia pada hari itu atau pada malamnya, kecuali ia akan masuk
surga.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan Hakim, dan
dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahihul Jami’ no. 6424)
kesucian diri
لِيْ سِتَّا مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَضْمَنْ لَكُمُ الْجَنَّةَ اُصْدُقُوْا إِذَا
حَدَّثْتُمْ وَ أَوْفُوْا إِذَا وَعَدْتُمْ وَ أَدُّوْا إِذَا ائْتُمِنْتُمْ وَ
احْفَظُوْا فُرُوْجَكُمْ وَ غَضُّواْ أَبْصَارَكُمْ وَ كُفُّوْا أَيْدِيَكُمْ
untukku untuk melakukan enam perkara, niscaya aku akan menjanjikan kamu surga;
berkatalah yang benar ketika kamu berbicara, penuhilah janji ketika kamu
berjanji, tunaikanlah amanah ketika kamu diamanahi, jagalah kehormatanmu,
tundukkanlah pandanganmu, dan tahanlah tanganmu (dari melakukan tindakan yang
diharamkan).” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, Hakim dan Baihaqi dalam Asy
Syu’ab, dan dihasankan oleh Al Albani dalam Shahihul Jaami’ no.
1018).
Laailaahaillallah sebagai ucapan terakhir sebelum meninggalnya.
bersabda,
الْجَنَّةَ»
maka ia akan masuk surga.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Hakim, dishahihkan oleh
Al Albani dalam Shahihul Jami’ no. 6479).
a’lam, wa shallallahu ‘alaa nabiyyinaa
Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.
Maraji’: Maktabatusy Syamilah 3.45, Kutubus Sittah, Tsalatsuuna sababan
lidukhul jannah,dll.





































