الله الرحمن الرحيم
Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada
keluarganya, kepada para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga
hari Kiamat, amma ba’du:
ini beberapa larangan dalam Aqidah, semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan
penulisan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin.
نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ، وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوا مِنْهُ
مَا اسْتَطَعْتُمْ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مَنْ قَبْلَكُمْ كَثْرَةُ
مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلاَفُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ .
yang aku larang hendaklah kalian menjauhinya, dan apa yang aku perintahkan maka
lakukanlah semampu kalian. Sesungguhnya binasanya orang-orang sebelum kalian
adalah karena mereka banyak bertanya dan karena penentangan mereka terhadap
nabi-nabi mereka. (HR. Bukhari dan
Muslim)
ini menunjukkan bahwa setiap yang dilarang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam wajib ditinggalkan seluruhnya kecuali ada uzur yang membolehkannya
seperti memakan bangkai karena darurat atau terpaksa, berbeda dengan perintah
maka disesuaikan dengan kemampuan. Oleh karena itu ada kaidah,
الْعَجْزِ
ada kewajiban ketika tidak mampu.”
ditinggalkan segera, karena hal itu mudah yakni hanya dengan berhenti dari
melakukannya, berbeda dengan perintah; di mana ada yang bisa dikerjakan oleh
seseorang dan ada yang tidak, dan lagi mengerjakan itu mengadakan suatu
perbuatan yang butuh adanya kemampuan.
تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُم مُّدْخَلاً
كَرِيمًا
kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang atas kamu
mengerjakannya, niscaya Kami hapuskan kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang
kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).” (QS. An Nisaa’:
31)
bagi orang yang menjauhi dosa-dosa besar, bahwa Dia akan memasukkannya ke surga
dengan izin dan karunia-Nya. Hal itu, karena dosa-dosa kecil dapat terhapuskan
dengan shalat yang lima waktu, shalat Jum’at, dan puasa Ramadhan. Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ
“Shalat yang lima waktu, shalat Jum’at yang satu kepada
shalat Jum’at berikutnya, dan puasa Ramadhan yang satu ke puasa Ramadhan
selanjutnya akan menghapuskan dosa-dosa antara keduanya jika ia menjauhi dosa
besar.” (HR. Muslim dan lainnya)
Beberapa Larangan dalam Aqidah
ketahui dan kita jauhi.
Allah Subhaanahu wa Ta’ala) secara mutlak, baik syirk besar maupun syirk kecil.
Contoh: menyembah atau mengarahkan ibadah kepada selain Allah, berdoa kepada
selain Allah, menganggap bahwa di samping Allah ada juga yang ikut serta
mengatur alam semesta, berbuat riya’, beramal saleh dengan niat memperoleh
dunia, dsb.
peramal dan membenarkan perkataan mereka.
Subhaanahu wa Ta’ala.
ilmu.
pelet, dan santet.
memiliki pengaruh terhadap peristiwa di bumi dan terhadap keadaan pribadi
seseorang.
tertentu memiliki kemampuan memberikan manfaat dan menolak madharat (bahaya).
seharusnya yang dipikirkan adalah ciptaan Allah Azza wa Jalla.
Azza wa Jalla.
penghuni neraka tanpa dasar dalil.
tanpa hujjah syar’i.
untuk urusan dunia.
dengan wajah Allah, bahkan harus diberikan selama tidak mengandung dosa. Hal
ini untuk mengagungkan hak Allah Ta’ala.
musyrik.
sebagai wali (pemimpin, pemegang jabatan, dan teman akrab); meninggalkan kaum
mukmin.
selain kepada tiga masjid; Masjidilharam, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsha.
dan menjadikannya sebagai masjid (tempat ibadah).
shallallahu ‘alaihi wa sallam dan membicarakan secara mendalam tentang
perselisihan yang terjadi antara mereka.
tentang masalah taqdir agar tidak tergelincir.
tanpa ilmu.
mengolok-olok ayat Al Qur’an.
dan Al Qur’an meskipun bercanda.
orang-orang kafir jika mengakibatkan mereka mencaci-maki Allah Subhaanahu wa
Ta’ala.
haramkan atau mengharamkan apa yang Allah halalkan.
Azza wa Jalla.
orang-orang munafik atau orang-orang fasik.
di sini adalah orang-orang yang berada di atas kebenaran.
Nasrani, dan Majusi. Contohnya: membiarkan kumis dan memotong janggut. Bahkan
seharusnya, kita biarkan janggut dan kita potong kumis.
kepada orang-orang kafir.
berita yang disampaikan orang-orang Ahli Kitab yang mereka riwayatkan dari
kitab-kitab mereka, dimana kita tidak mengetahui kebenaran atau kedustaannya.
dalam urusan agama (dengan maksud mencari ilmu atau mengambil faedah).
Allah Subhaanahu wa Ta’ala.
Allah wa syi’ta,” (artinya: Atas kehendak Allah dan kehendakmu).
mengatakan, “Rabbi atau Rabbati” (artinya: Gusti) kepada majikannya.
Bahkan harus diganti dengan ‘maulaya, sayyidiy, atau sayyidati’ (artinya: majikanku,
tuanku).
kepada budak atau pembantu, “Abdi atau Amati” (artinya: hambaku).
Bahkan harus diganti dengan ‘fataya, fatatiy, atau ghulami’ (artinya: De’, Mba’
atau Nak).
masa.”
Allah, kemurkaan-Nya, atau neraka.
Rasul-Nya.
Azza wa Jalla.
orang munafik.
makhluk bernyawa, serta memajangnya.
berlepas diri dari Islam.”
mengingkari qadar dan menghadiri jenazahnya.
dunia, dan larangan menyembunyikan ilmu.
Allah Subhaanahu wa Ta’ala.
Allah.
sesuatu).
kepada sesuatu yang tidak dijadikan Allah sebagai tempat keberkahan.
Aza wa Jalla.
kepada orang-orang saleh.
sihir.
kepada selain Allah Azza wa Jalla.
Allah yang buruk.
dengan nama Qadhil Qudhat (artinya: hakimnya para hakim).
dengan nama yang menghambakan kepada selain Allah Subhaanahu wa Ta’ala.
‘alallah,” (artinya: semoga salam terlimpah kepada Allah).
Azza wa Jalla, seperti bersumpah bahwa seseorang tidak akan diampuni dosanya
oleh Allah Azza wa Jalla.
a’lam, wa shallallahu ‘alaa Nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa
sallam.
Maraji’: Maktabah Syamilah versi 3.35, Al Manhiyyat Asy Syar’iyyah (M. Bin
Shalih Al Munajjid), Mukhtashar Al Kaba’ir, Kitabut Tauhid (M. Bin Abdul Wahhab), Untaian Mutiara Hadits
(Marwan bin Musa), dll.




































