Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Religi

Khutbah Idul Fitri

Religius by Religius
26.01.2012
Reading Time: 18 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Amalan Menjelang Bulan Syakban: Persiapan Menuju Ramadan

بسم الله الرحمن الرحيم
Bagaimana Kita Berhari Raya?
Ma’aasyiral muslimin wal muslimaat
Sidang shalat ‘Ied yang berbahagia!
Di pagi hari yang cerah ini, kita berkumpul bersama merasakan
kegembiraan karena telah berhasil menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan
dan dapat mengerjakan ibadah-ibadah lainnya, yang wajib maupun yang sunat.
Kegembiraan seperti ini merupakan kegembiraan yang terpuji, yakni kegembiraan
karena berhasil menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, bukan
kegembiraan ketika seseorang berada di atas maksiat. Allah Subhaanahu wa
Ta’aala berfirman:
Katakanlah, “Dengan karunia Allah dan
rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan
rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”.(terj. Yunus:
58)
Semoga Allah menerima amal ibadah yang kita
lakukan selama di bulan Ramadhan, Amin, Amin, Amin Yaa Rabbal ‘aalamiin.
Ma’aasyiral muslimin wal muslimaat
Sidang shalat ‘Ied yang berbahagia!
Selama sebulan penuh Allah Subhaanahu wa Ta’aala membebani kita
berpuasa agar kita menjadi insan yang bertakwa. Allah Subhaanahu wa Ta’aala
memiliki hikmah yang dalam mengapa Dia memilih puasa sebagai sarana utama agar
hamba-Nya dapat menjadi insan yang bertakwa. Yang demikian tidak lain, karena
besarnya pengaruh puasa bagi seseorang dalam menjadikannya insan yang bertakwa.
Bukankah ketika berpuasa seseorang menahan diri dari hal-hal yang
enak dan nikmat, seperti makan, minum, dan syahwatnya, maka diharapkan nantinya
setelah selesai menjalankan ibadah puasa ketika ia dihadapkan perbuatan maksiat
yang dijadikan terasa nikmat, ia pun mampu menahan dirinya? Karena perbuatan
maksiat dijadikan terasa enak sebagai cobaan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:
حُفَّتِ الْجَنَّةُ
بِالْمَكَارِهِ وَ حُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ
“Surga dikelilingi oleh hal-hal yang tidak mengenakkan, dan neraka
dikelilingi oleh syahwat.” (HR. Ahmad, Muslim, dan Tirmidzi)
Bukankah ketika berpuasa seseorang merasakan penderitaan lapar dan
haus, sehingga menjadikan dirinya merasakan beban yang dialami
saudara-saudaranya yang fakir dan miskin, yang membuatnya ingin bersedekah dan
membantu mereka?
Bukankah ketika berpuasa kita diuji oleh Allah Subhaanahu wa
Ta’aala untuk menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dan hal-hal yang
merusak pahalanya seperti berkata-kata kotor, mencaci-maki orang lain, berdusta
dan perkataan maksiat lainnya, serta diuji untuk menahan diri dari
tindakan-tindakan maksiat, seperti berkelahi, menzalimi orang lain, dsb.?
Dari sini, kita mengetahui, bahwa ujian yang diberikan oleh Allah
Subhaanahu wa Ta’aala tidak membuat seseorang binasa sebagaimana puasa tidak
menjadikan seseorang mati. Akan tetapi, Allah Subhaanahu wa Ta’aala menghendaki
kebaikan bagi diri kita.
Oleh karena syari’at puasa memiliki pengaruh yang demikian besar
dalam menjadikan manusia bertakwa, maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala
mewajibkannya kepada generasi terdahulu maupun kepada kita generasi yang datang
 setelah mereka, dan tidak menghapus
syari’at tersebut. Dia berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan
atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar
kamu bertakwa,” (terj. Al Baqarah: 183)
Ma’aasyiral muslimin wal muslimaat
Sidang shalat ‘Ied yang berbahagia!
Oleh karena yang diinginkan Allah dari hamba-hamba-Nya setelah
menjalankan puasa adalah menjadi insan yang bertakwa, maka tidak selayaknya
bagi kita setelah menjalankan ibadah puasa kembali kepada kebiasaan yang dahulu
kita kerjakan, seperti meninggalkan shalat, durhaka kepada orang tua, memutuskan
tali silaturrahim, bermusuhan, menyakiti tetangga, tidak menjaga lisannya dari
dusta, ghibah (membicarakan orang lain), namimah (adu domba), melepas jilbab,
dan melakukan maksiat lainnya, wal ‘iyadz billah.
Sidang shalat ‘Ied yang berbahagia!
Sesungguhnya tanda diterimanya ibadah dari seorang hamba adalah,
hamba tersebut diberi taufik oleh Allah untuk mengerjakan ibadah-ibadah
lainnya, mengerjakan ketaatan kepada-Nya dan menjauhi maksiat.
Ma’aasyiral muslimin wal muslimaat
Sidang shalat ‘Ied yang berbahagia!
Setelah kita menjalankan ibadah puasa di bulan Ramdhan, Allah
Subhaanahu wa Ta’aala memerintahkan kita mengagungkan-Nya, Dia berfirman:
 “Hendaklah
kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas
petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.” (terj. Al Baqarah:
185)
Oleh karenanya di antara ulama ada yang berpendapat bahwa takbiran
dimulai dari malam hari tanggal satu Syawwal hingga shalat Ied ditunaikan.
Namun jumhur (mayoritas) ulama berpendapat bahwa takbir pada ‘Idul Fitri
dimulai dari keluarnya menuju tempat shalat hingga ditunaikan shalat ‘Idul
Fithri.
Ini untuk Idul Fitri, sedangkan untuk Idul Ah-ha takbiran dimulai dari Subuh hari ‘Arafah
(9 Dzulhijjah) dan tetap terus bertakbir hingga Ashar akhir hari tasyriq.
Adapun bacaan takbirnya dalam hal ini ada keluasan, ia
bisa membaca:
اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ
لَاِالهَ اِلَّا اللهُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ وَ ِللهِ اْلحَمْدُ
Ini adalah takbir
Ibnu Mas’ud yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang shahih,
dan tidak mengapa ucapan takbirnya 3 kali.
Atau,
اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ
اَللهُ اَكْبَرُ وَ ِللهِ اْلحَمْدُ اَللهُ اَكْبَرُ وَاَجَلُّ اَللهُ اَكْبَرُ
عَلىَ مَاهَدَانَا
Ini adalah
takbir Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Baihaqi dengan sanad shahih juga.
Atau,
اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا
Ini adalah takbir dari Salman Al Khair yang
diriwayatkan oleh Baihaqi dengan sanad yang shahih.
Dalam membaca takbir dianjurkan dikeraskan sebagai syi’ar Islam,
namun tidak dengan alat musik. Imam Daruquthni meriwayatkan dengan sanad shahih
bahwa Ibnu Umar berangkat pada hari Idul Fithri dan Idul Adh-ha dengan
mengeraskan takbirnya, sampai tiba di lapangan, ia pun tetap terus bertakbir
sampai imam datang. Adapun wanita cukup dengan mensirr(pelan)kan suaranya ketika bertakbir.
Demikian juga berangkat menuju lapangan shalat Ied dianjurkan
menempuh jalan yang berbeda dengan pulangnya, dan dianjurkan dengan berjalan
kaki. Ini semua merupakan syi’ar Islam.
Ma’aasyiral muslimin wal muslimaat
Sidang shalat ‘Ied yang berbahagia!
Idul Fitri yang artinya hari raya berbuka puasa adalah hari raya
umat Islam, di mana hanya ada tiga hari raya bagi umat Islam, yaitu Idul Fitri,
Idul Adh-ha dan hari Jum’at. Adapun selain tiga hari ini, maka yang demikian
bukanlah hari raya umat Islam.
Idul Fithri dan Idul Adh-ha adalah pengganti terhadap hari raya
yang pernah dirayakan oleh masyarakat jahiliyyah dahulu, Anas bin Malik
radhiyallahu ‘anhu pernah berkata, “Dahulu masyarakat jahiliyyah memiliki dua
hari  dalam setiap tahunnya, di mana
mereka bersuka-ria di hari itu, maka ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
datang ke Madinah, Beliau bersabda:
كَانَ لَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُونَ فِيهِمَا وَقَدْ أَبْدَلَكُمُ
اللَّهُ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الْأَضْحَى *
“Dahulu kamu memiliki dua hari untuk bersuka-ria, dan Allah
telah menggantikannya dengan yang lebih baik darinya, yaitu Idul Fithri dan
Idul Adh-ha.” (Shahih, diriwayatkan oleh Nasa’i)
Oleh karena keduanya pengganti hari raya yang
biasa diperingati oleh masyarakat jahiliyyah dahulu, maka keduanya juga
pengganti terhadap hari raya-hari raya dan hari besar yang diperingati sebagian
kaum muslimin zaman sekarang, seperti hari raya maulid,  hari ibu, hari Valentin, hari Israa’-Mi’raaj,
Tahun baru dsb.
Sidang shalat ‘Ied yang berbahagia!
Hadits yang disebutkan tadi menunjukkan bolehnya bagi kaum
muslimin bersuka-ria, bersenang-senang dan melakukan permainan mubah di hari
raya. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak
mengingkari orang-orang Habasyah yang bermain tombak di masjid, dan tidak mengingkari
gadis-gadis kecil bernyanyi di hari raya.
Ma’aasyiral muslimin wal muslimaat
Sidang shalat ‘Ied yang berbahagia!
Di hari raya ini, para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
mengucapkan tahni’ah (selamat) kepada saudaranya. Ucapannya adalah:
تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ
 “Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan
kamu.” (Diriwayatkan oleh Al Muhaamiliy, Tamaamul Minnah hal. 355)
Adapun ucapan “Minal ‘aaidiin wal faa’izin” maka kami
belum mendapatkan keterangannya baik dalam kitabullah maupun dalam sunnah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ma’aasyiral muslimin wal muslimaat
Sidang shalat ‘Ied yang berbahagia!
Meskipun bulan Ramadhan telah berlalu, bulan di mana
amal saleh dilipatgandakan pahalanya. Namun kesempatan meraih pahala yang
banyak masih ada, di antaranya adalah dengan melanjutkan berpuasa selama enam
hari di bulan Syawwal, di mana bagi mereka yang melakukannya akan dianggap
seperti berpuasa setahun. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ
صَامَ رَمَضَانَ, ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ
اَلدَّهْرِ 
“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian diikuti dengan
berpuasa enam hari di bulan Syawwal, maka ia seperti berpuasa setahun.” (HR.
Jama’ah ahli hadits selain Bukhari dan Nasa’i)
Dalam melakukannya lebih utama secara berturut-turut, namun boleh
juga tidak berturut-turut.
Para ulama
mengatakan, “Dianggap seperti berpuasa setahun adalah karena satu kebaikan
dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan, bulan Ramadhan dihitung sepuluh
bulan, sedangkan enam hari di bulan Syawwal dihitung dua bulan.”
Sungguh sangat beruntung orang yang
memanfaatkan kesempatan ini untuk berpuasa sebelum waktunya habis. Namun perlu
diingat, hendaknya kita menjalankan puasa Syawwal setelah hutang puasa kita di
bulan Ramadhan telah dibayar, demikian menurut ulama madzhab Maliki dan
Syafi’i.
Di samping bulan Ramadhan, ada pula hari-hari
yang utama, di mana beramal saleh pada hari-hari itu sangat dicintai Allah
Subhaanahu wa Ta’aala, yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ
الصَّالِحُ فِيْهَا أَحَبُّ إِلىَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ –
يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ – قَالُوْا يَا رَسُوْلَ اللهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِي
سَبِيْلِ اللهِ ؟ قَالَ “وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ إِلاَّ رَجُلٌ
خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ
“Tidak ada hari di mana amal saleh pada hari itu lebih dicintai
Allah ‘Azza wa Jalla daripada hari-hari ini –yakni sepuluh hari (pertama bulan
Dzulhijjah)- para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, tidak juga jihad fii
sabiilillah?” Beliau menjawab, “Tidak juga jihad fii sabiilillah, kecuali orang
yang keluar (berjihad) dengan jiwa-raga dan hartanya, kemudian tidak bersisa
lagi.” (HR. Bukhari)
Ma’aasyiral muslimin wal muslimaat
Sidang shalat ‘Ied yang berbahagia!
Sebagai penutup, sesungguhnya Allah Maha
Kaya, tidak membutuhkan ibadah hamba-hamba-Nya oleh karena itu,
“Barang siapa yang mengerjakan amal yang
saleh Maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa mengerjakan
perbuatan jahat, Maka (dosanya) untuk dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah
Tuhanmu menganiaya hamba-hamba-Nya. (Fushshilat: 46)
Marwan bin Musa
ADVERTISEMENT
Tags: Agama IslamDakwahIlmuInformasiIslamiMuslimWawasan Pengetahuan
ShareTweetPin
Religius

Religius

Related Posts

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta
Religi

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi
Religi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Amalan Menjelang Bulan Syakban: Persiapan Menuju Ramadan
Religi

Amalan Menjelang Bulan Syakban: Persiapan Menuju Ramadan

13.01.2026
Puasa Ramadan 2026 — Tanggal & Niat Qadha yang Wajib Diketahui Umat Muslim
Religi

Puasa Ramadan 2026 — Tanggal & Niat Qadha yang Wajib Diketahui Umat Muslim

09.01.2026
Hadiah Pahala – Fatwa al-`Asqalani
Religi

Hadiah Pahala – Fatwa al-`Asqalani

15.06.2025
Mahasiswa UI Gelar Konvoi Solidaritas untuk Palestina, Tolak Penjajah Zionis Israel
Religi

Mahasiswa UI Gelar Konvoi Solidaritas untuk Palestina, Tolak Penjajah Zionis Israel

13.06.2025
Next Post

Khutbah Jum'at

Khutbah Nikah

Iklan

Recommended Stories

TIDAK BOROS DAN TIDAK PULA KIKIR DALAM BERINFAK

19.07.2018

Tips Jitu Memulai Waralaba

10.11.2009
Kejelekan-Kejelekan Nasyid

Kejelekan-Kejelekan Nasyid

17.11.2015

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Hayati Kamelia Bantah Cekcok dengan Irish Bella di Medsos: Kenal Saja Enggak

Hayati Kamelia Bantah Cekcok dengan Irish Bella di Medsos: Kenal Saja Enggak

23.01.2026
Insanul Fahmi Akhirnya Minta Maaf pada Wardatina Mawa, Akui Khilaf Lakukan Poligami

Insanul Fahmi Akhirnya Minta Maaf pada Wardatina Mawa, Akui Khilaf Lakukan Poligami

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?