الله الرحمن الرحيم
والسلام على من لانبي بعده اما بعد:
ini merupakan lanjutan doa dan dzikr harian yang telah kami sebutkan dalam risalah
sebelumnya. Kami meminta kepada Allah agar risalah ini bermanfaat, Allahumma
aamin.
إِنِّيْ عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ،
عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ
لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ،
أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ،
أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ
هَمِّيْ
Allah! Sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu (Adam) dan anak hamba
perempuan-Mu (Hawa). Ubun-ubunku di tangan-Mu, keputusan-Mu berlaku padaku,
qadha-Mu kepadaku adalah adil. Aku memohon kepada-Mu dengan setiap nama yang
telah Engkau gunakan untuk diri-Mu, yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, Engkau
ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu atau yang Engkau khususkan untuk
diri-Mu dalam ilmu ghaib di sisiMu, agar Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai
penenteram hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap duka dan kesedihanku.” (HR. Ahmad 1/391. Menurut Syaikh Al Albani, hadits
tersebut adalah sahih)
Tidak Disenangi
اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ
sudah menakdirkan, dan apa yang Dia kehendaki Dia lakukan.” (HR. Muslim)
إِنْ شَاءَ اللهُ
mengapa, semoga sakitmu ini membuat dosamu bersih, insya Allah.” (HR. Bukhari)
رَبَّ النَّاسِ، مُذْهِبَ البَاسِ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لاَ شَافِيَ إِلَّا
أَنْتَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا
Tuhan manusia, yang menghilangkan rasa sakit. Sembuhkanlah. Engkau adalah
Penyembuh. Tidak ada yang menyembuhkan selain Engkau. Engkau menyembukan tanpa
meninggalkan rasa sakit.” (HR. Bukhari)
وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، اَللَّهُمَّ أُجُرْنِيْ فِيْ مُصِيْبَتِيْ وَأَخْلِفْ لِيْ خَيْرًا مِنْهَا
kami milik Allah dan kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, berilah pahala
kepadaku dan gantilah untukku dengan yang lebih baik (dari musibahku).” (HR. Bukhari)
إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمُ، لاَ
إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ
اْلأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمُ
ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Agung dan Maha Pengampun.
Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Tuhan yang menguasai Arsy,
Yang Maha Agung. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Tuhan yang
menguasai langit dan bumi. Tuhan Yang menguasai Arsy, lagi Maha Mulia.” (HR.
Bukhari dan Muslim)
إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا
aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya.”
(HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan lihat Shahih Ibnu Majah 2/305)
يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمِدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ
bertasbih dengan memuji-Nya, begitu juga para malaikat, karena takut
kepada-Nya.” (Al Muwaththa’ 2/992.
Al-Albani berkata: Hadits di atas mauquf (sampai kepada sahabat) yang shahih
sanadnya.)
bermanfaat (untuk manusia, tanaman dan binatang).” (HR. Bukhari)
diberi hujan karena karunia Allah dan rahmat-Nya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
الشَّجَرِ
Allah, hujanilah di sekitar kami, jangan kepada kami. Ya, Allah, berilah hujan
ke dataran tinggi, beberapa anak bukit, perut lembah dan beberapa tanah yang
menumbuhkan pepohonan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
إِنَّا نَجْعَلُكَ فِيْ نُحُوْرِهِمْ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ شُرُوْرِهِمْ
Allah, sesungguhnya kami menjadikan Engkau pada leher mereka (agar kekuatan
mereka tidak berdaya ketika berhadapan dengan kami). Dan kami berlindung
kepada-Mu dari kejahatan mereka.” (HR. Abu Dawud 2/89, dishahihkan oleh Hakim
dan disepakati oleh Adz Dzahabi 2/142)
رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ، وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، كُنْ لِيْ جَارًا مِنْ فُلاَنٍ بْنِ فُلاَنٍ،
وَأَحْزَابِهِ مِنْ خَلاَئِقِكَ، أَنْ يَفْرُطَ
عَلَيَّ أَحَدٌ مِنْهُمْ أَوْ يَطْغَى، عَزَّ جَارُكَ، وَجَلَّ ثَنَاؤُكَ، وَلاَ إِلَـهَ
إِلاَّ أَنْتَ
Allah, Tuhan Penguasa tujuh langit, Tuhan Penguasa ‘Arsy yang agung. Jadilah
Engkau pelindung bagiku dari Fulan bin Fulan, dan kelompok-kelompoknya dari
makhluk-Mu. Jangan ada seorang pun dari mereka yang menyakitiku atau melampaui
batas terhadapku. Sungguh kuat perlindungan-Mu, dan sungguh agung pujian-Mu.
Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau.” (HR. Bukhari dalam Al
Adabul Mufrad no. 707, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Al
Adabil Mufrad no. 545)
مُنْزِلَ الْكِتَابِ، سَرِيْعَ الْحِسَابِ، اهْزِمِ اْلأَحْزَابَ، اَللَّهُمَّ اهْزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُمْ
Yang menurunkan Kitab Suci, yang menghisab perbuatan manusia dengan cepat. Ya
Allah, cerai beraikanlah golongan musuh dan goncangkanlah mereka.” (HR. Muslim
3/1362)
اكْفِنِيْهِمْ بِمَا شِئْتَ
cukupilah aku dalam menghadapi mereka dengan apa yang Engkau kehendaki.” (HR.
Muslim 4/2300)
Keimanan
Memohon
perlindungan kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala (HR. Bukhari di Al Fath 6/336 dan Muslim 1/120).
Berhenti
dari keraguannya (HR. Bukhari di Fathul
6/336 dan Muslim 1/120)
Hendaklah
mengucapkan:
beriman kepada Allah dan para rasul-Nya.” (HR. Muslim 1/119-120)
Membaca
firman Allah Ta’ala:
الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ}
sesuatu sebelum-Nya), Yang Akhir (Yang tidak ada segala sesuatu setelah-Nya),
yang Zhahir (Yang tidak ada seala sesuatu di atas-Nya), Yang Bathin (Yang tidak
ada segala sesuatu di bawah-Nya). Dialah Yang Maha Mengetahui atas segala
sesuatu.” (Al Hadid: 3)
Albani dalam Shahih Abi Dawud 3/926)
اكْفِنِيْ بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
cukupilah aku dengan rezeki-Mu yang halal (hingga aku terhindar) dari yang
haram. Cukupilah aku dengan karunia-Mu (hingga aku tidak butuh) kepada selain-Mu.”
(HR. Tirmidzi, lihat Shahih At Tirmidzi 2/180)
Membaca Al Qur’an
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
dari godaan setan yang terkutuk.”
ke kiri sebanyak tiga kali (HR. Muslim dari hadits Utsman bin Abil ‘Aash).
Memohon
perlindungan kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala darinya (HR. Abu Dawud 1/206,
Tirmidzi, lihat Shahih At Tirmidzi 1/77, dan lihat pula
Mengumandangkan
azan (HR. Muslim 1/291 dan Bukhari 1/151).
Membaca
dzikr yang telah diterangkan dalam Al Qur’an dan As Sunnah, dan membaca Al
Qur’an. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنْ الْبَيْتِ
الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ
sebagai kuburan. Sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang dibacakan di
dalamnya
Al Baqarah.” (HR. Muslim)
antara dzikr yang dapat mengusir setan adalah dzikr pagi dan petang, dzikr
ketika akan tidur dan bangun tidur, dzikr masuk rumah dan keluar rumah, dsb.
بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ
kepada Allah untukmu dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari setiap setan,
binatang yang berbisa dan pandangan mata yang jahat.” (HR. Bukhari 4/119 dari
hadits Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma)
Kepada Orang Yang Akan Meninggal
‘alaihi wa sallam bersabda:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ
yang akhir ucapannya adalah Laailaahaillallah, maka ia akan masuk surga.” (HR.
Abu Dawud, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Ahkamul Janaa’iz (34)) dan
Shahihul Jaami’ no. 6479)
لِفُلاَنٍ … وَارْفَعْ دَرَجَتَهُ فِي الْمَهْدِيِّيْنَ،
وَاخْلُفْهُ فِيْ عَقِبِهِ فِي الْغَابِرِيْنَ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ،
وَافْسَحْ لَهُ فِيْ قَبْرِهِ وَنَوِّرْ لَهُ فِيْهِ
derajatnya bersama orang-orang yang mendapat petunjuk, berilah penggantinya
bagi orang-orang yang ditinggalkan setelahnya. Dan ampunilah kami dan dia,
wahai Tuhan seluruh alam. Luaskanlah kuburannya dan berilah cahaya di
dalamnya.” (HR. Muslim 2/634)
شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ
memberikan sesuatu. Segala sesuatu yang di sisi-Nya dibatasi dengan ajal yang
ditentukan. Oleh karena itu, bersabarlah dan carilah pahala Allah.” (HR.
Bukhari dan Muslim)
Abu Dawud 3/314 dengan sanad yang shahih. Adapun Imam Ahmad meriwayatkan dengan
lafaz sebagai berikut, “Bismillaah wa ‘alaa millati Rasulillaah,”
sanadnya juga shahih)
Dawud 3/315 dan Hakim, ia menshahihkannya dan disepakati oleh Adz-Dzahabi
1/370)
الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَإِنَّاإِنْ
شَاءَ اللهُ بِكُمْ لاَحِقُوْنَ (وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِيْنَ مِنَّا
وَالْمُسْتَأْخِرِيْنَ) أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ
(Barzakh) dari kalangan orang-orang mukmin dan muslim. Sesungguhnya kami –insya
Allah- akan menyusulmu (semoga Allah merahmati orang-orang yang terdepan di
antara kami (memasukinya) dan yang terakhir), saya memohon kepada Allah untuk
kami dan kamu, agar diberikan keselamatan (dari apa yang tidak diinginkan).”
(HR. Muslim 2/671 dan Ibnu Majah. Lafazh hadits di atas milik Ibnu Majah 1/494
dari Buraidah, sedangkan doa yang ada di antara dua tanda kurung, menurut
riwayat Muslim, 2/671)
إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ
وَهُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ
عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah
Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan. Dia-lah Yang Hidup, tidak akan mati. Di
tangan-Nya kebaikan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.” (HR. At-Tirmidzi, Hakim, dan Al-Albani menyatakan, hadits
tersebut hasan dalam Shahih Ibnu Majah 2/21 dan Shahih At-Tirmidzi 2/152)
سَقَانِيْ
Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberikan makanan kepadaku dan
berilah minuman kepada orang yang memberikan minuman kepadaku.” (HR. Muslim
3/126)
shahbihi wa sallam.
bin Musa
Maraji’: Hishnul Muslim (Dr. Sa’id Al Qahthani), Al Maktabatusy Syaamilah dll.







































