
Lakorn yang dilihat di minggu yang lalu, tetapi harus aku akui hanya aku lihat episode awalnya dan lompat tergoda langsung ke bagian akhir. Jadi, bisa dibilang aku masih mencari-cari lakorn lain yang bisa membuatku teralihkan dari Love Destiny / Bpoop Phaeh Saniwaat – บุพเพสันนิวาส (2018), sesuatu yang sulit sekali, karena lakorn yang membuatku tidak bisa move on itu, benar-benar terlalu bagus untuk bisa dialihkan dengan judul lainnya.
So, aku akan membahas judul ini di sini, tetapi hanya sebagai catatan kalau aku sudah pernah melihat lakorn ini.
Nai Leh Saneha menceritakan Pattinee dan Kawin, sepasang suami istri yang hidup cukup sukses. Sayangnya kesuksesan mereka membuat iri orang lain, dan mereka terlibat perselisihan yang berujung kepada kecelakaan dan menewaskan Pattinee. Jiwa Pattinee, usai kecelakaan itu justru terbangun kembali di tubuh Naluntha, anak perempuan seorang dokter yang mempunyai riwayat penyakit jantung. Naluntha sudah memiliki suami bernama Pheesama, yang mengkhianati dia. Pattinee kemudian bertekad untuk membalaskan dendam kepada suaminya.
Kisah mereka terkesan sederhana di dalam sinopsisnya, tetapi ada beberapa poin yang harus kamu lihat sendiri kalau mau tahu lebih jauh hubungan antara keempat tokohnya. Menurutku pribadi, kisahnya sederhana. Perempuan yang iri, kehidupan pernikahan yang kekurangan rasa percaya, dan libatkan reinkarnasi/reborn di sana, dan hoplaaa… jadilah sebuah kisah lakorn ini. Karena jarang melihat drama yang melibatkan reinkarnasi, aku cukup suka dengan konsep ini. Tetapi konsep reinkarnasi biasanya selalu bergandengan tangan dengan konsep balas dendam atau hubungan cinta, jadi yah, dinikmati sajalah.
Overall, setelah aku menonton lakorn ini (eps 1-2 dan 16), aku cukup suka dengan konklusinya. Manis. Tetapi aku lebih suka dengan wajah-wajah pemain dari Channel 3, jadi di sini aku agak tidak familiar dengan tokoh-tokohnya. Ini hanya pendapatku pribadi, karena cerita, chemistry dan plot yang lebih diperhatian dalam sebuah drama. Jika dibandingkan dengan lakorn lain yang juga aku perlakukan seperti ini (dilihat awalnya lalu dilompat), lakorn ini tidak berhasil membuatku berminat untuk menutupi kekurangan episode yang kosong dan menyusul menonton. Sorry. Mungkin judul lain nantinya.
ADVERTISEMENT






