DAN UNSUR INTRINSIK
1990
akan kuat. Biar aku saja!”

: Pidi Baiq
: Pastel Books
: Romance
halaman
muda dengan tokoh Dilan dan sepeda motornya yang dijadikan covernya. Nah,
gambar Dilan yang menggunakan seragam SMA dengan gaya yang sangat santai
yang terletak di Cover diilustrasikan sendiri oleh sang penulis Pidi
Baiq. Gambar yang terdapat di cover menjadi ciri dari isi novel yang
menggambarkan kehidupan remaja. Dibawah gambar Dilan tercantum quotes Pidi Baiq
menambah kesan menarik bagi sampulnya.
walaupun sudah berlalu sekian lama, tetap saja, saat dikenang begitu manis.
dia kembali ke tahun 1990 untuk menceritakan seorang laki-laki yang pernah
menjadi seseorang yang sangat dicintainya, Dilan.
yang mendekatinya (milea) bukan dengan seikat bunga atau kata-kata manis untuk
menarik perhatiannya. Namun, melalui ramalan seperti tergambarkan pada
penggalan cerita berikut :
ramal, nanti kita bertemu di kantin.” – Dilan -hlm. 20
sayang sekali ramalannya salah. Hari itu, Miela tidak ke kantin karena ia harus
membicarakan urusan kelas dengan kawan-kawannya. Sebuah cara sederhana namun
bikin senyum dipilih Dilan untuk kembali menarik perhatian dari Milea. Dian
mengirim Piyan untuk menyampaikan suratnya yang isinya :
ramalanku, kita akan bertemu di kantin. Ternyata salah. Maaf, tapi ingin
meramal lagi : besok kita akan bertemu.” – Dilan – halaman. 22
besok yang dimaksud oleh dilan itu adalah hari minggu. Ngga mungkin, kan mereka
bertemu? Namun, ternyata ramalannya kali ini benar. Dilan datang ke rumah Miela
untuk menyampaikan surat undangannya yang isinya :
lagiPenyayang. Dengan ini, dengan penuh perasaan, mengundang Milea Adnan untuk
sekolah pada : Hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu.” – Dilan – hlm. 27
yang sederhana ini nyatanya dapat membuat Milea tersenyum, dan perlahan mulai
menaruh perhatiannya kepada Dilan. Sampai-sampai, sebentar dia lupa, ada Beni
yaitu pacarnya yang berada di Jakarta.
tak mau kehilangan Dilan. Baginya, Dilan seperti sesuatu yang selalu dapat
membuat hari-harinya penuh warna. Tapi, dia tampak sangat jahat pada Dilan,
karena dia mau untuk menerima perhatian dari Dilan, padahal dia sudah ada yang
memiliki.
pada waktu milea memutuskan hubungannya dengan beni, pacarnya di jakarta. Ia
cowok yang sangat emosian dan manja. Karena suatu hal yang ga perlu dijelaskan.
Semenjak itu hubugan Dilan dan Milea semakin erat saja.
terdapat dibelakang buku sebenarnya tidak memberikan ringkasan mengenai cerita
yang terdapat dalam novel dilan ini namun, lebih kepada memberikan gambaran
mengenai sikap Dilan oleh pendapat-pendapat para pembaca sinopsis novel dilan.
dan tokoh liannya seakan menghilang dan hanya Dilan lah yang menjadi ttitik
utama para pembaca, akan tetapi, hal inilah yang menjadikan novel Dilan ini
semakin menarik karena pembaca dibuat penasaran terhadap tokoh, alur cerita,
dan karakter dari masing-masing tokohnya yang tidak ungkapkan oleh pengarang
Pidi Baiq dalam sinopsisnya.
itu, Pidi Baiq juga menambahkan beberapa kalimat yang terdapat dalam percakapan
antara Dilan dan Milea yang dijadikan sebagai bagian yang menarik dari novelnya.
rumah milea, rumah bunda dan Jakarta.
- Milea : cantik, pintar, baik hati, sopan dan penyanyang
- Dilan : humoris, baik hati, setia kawan dan perhatian
- Beni : perhatian, over protect, pemarah dan manja
- Lusy : baik hati dan perhatian
- Bahar : baik hati, setia kawan dan mudah marah
- Bunda : penyayang, baik hati dan humoris
- Bi Eem : ramah, baik hati
- Ibu : penyayang, baik hati
novel ini adalah alur mundur. Buku ini dibuka dengan perkenalan nama dan wajah para tokoh, baik tokoh
utama maupun tokoh sampingan. Pada bab pertama, Milea akan memperkenalkan
segala sesuatu tentang dirinya, keluarga dan kisah cintanya. Pada bab kedua,
Milea akan menceritakan tentang kisah cintanya bersama Dilan di tahun 1990.
Cerita cinta yang sangat romantis dengan segala kesederhanaannya.
yang digunakan dalam novel ini tidak menggunakan bahasa yang baku dan mudah
dimengerti tapi dalam novel ini ada beberapa menggunakan bahasa sunda sebagai
penguat karna berasa di daerah bandung, tapi ada translet agar pembaca tidak
bingung.
rindu setidaknya pada tiga hal. Pertama, masa SMA. Dari saat saat melihat warna
cover buku saja, kita sudah diingatkan dengan warna celana seragam SMA. Lalu,
kita akan dihadapkan kepada scene persekolahan seperti situasi
jam istirahat di kantin, bandel saat upacara, tragedi guru sok jagoan, serta
suasana tempat tongkrongan.
Maklum, cerita ini kan memang berkisah tentang sejoli yang menjajaki hubungan
dari nol sampe ke tahap paling klimaks dalam hubungan: jadian. Kalian yang
sudah punya pacar pasti bakal jatuh cinta lagi dan diam-diam bakal merencanakan
aksi romantis seperti yang dilakukan Dilan.
novel ini adalah nuansa 90an. Buku ini adalah mesin waktu yang mengajak kita
untuk melihat lagi bagaimana pacaran tanpa ponsel dan hanya mengandalkan telpon
rumah dan betapa sakralnya sebuah surat cinta. Karena terbatas dan selalu
berjeda, komunikasi antara Dilan dan Milea saat tak bersama jadi begitu
istimewa. Cerita cinta jaman lawas tan tak serba instan selalu punya
kualitasnya sendiri.
dalam novel ini adalah sudut pandang orang pertama serba tau
mendetail, seperti tinggi, warna kulit, rupa wajah.
seperti gak, enggak,
(meskipun bukan benar-benar akhir, mengingat adanya buku kedua), tapi tetap
bikin gregetan.
dipaksakan.
dialog, karena setting tempatnya hanya sedikit dan itu pun tidak semuanya
dijelaskan dengan detail.
langsung, tanpa embel ‘kataku’, ‘dia bertanya’dan sebagainya sehinga membuat
percakapan lebih hidup.
sederhana, tidak norak namun bisa terasa romantisme nya.
besar sehingga tidak terasa membacanya.
masa SMA
“Check it out”
Video : https://www.youtube.com/watch?v=X_b-wNkz4DU



































![Koisuru Keigo 24 Ji (2024) Episode 01-09 Subtitle Indonesia [TAMAT] + [BATCH]](https://i0.wp.com/aopok.com/wp-content/uploads/2026/02/SaveTwitterNet_GA4HaqraYAAZeE7.jpg?fit=456%2C322&ssl=1)





