


Merasa tertekan, Prince Albert kehilangan kepercayaan bahwa gagapnya bisa disembuhkan. Di saat dia mulai menjauhi Lionel, cobaan menghampirinya. Sang ayah, King George V (Michael Gambon), mangkat, dan kakaknya yang ditunjuk sebagai pewaris tahta malah menyatakan ketidaksanggupannya demi menikahi janda Amerika yang dia cintai. Mau tidak mau, Prince Albert lah yang menjadi satu – satunya harapan kerajaan Inggris. Di saat inilah Prince Albert atau King George VI kembali menemui Lionel. Kali ini tidak sebagai pasien, melainkan sebagai seorang sahabat. Cukup mengejutkan saya ternyata The King’s Speech memiliki kisah yang berbeda dari drama historikal sejenis yang biasanya berkutat mengenai romantisme atau perebutan kekuasaan. Hooper lebih menekankan pada persahabatan unik yang terjalin antara King George VI dengan Lionel dan justru inilah yang membuatnya menarik buat disimak. Barisan cast-nya tak ada yang mengecewakan terutama Colin Firth yang bermain gemilang sebagai King George VI dan Geoffrey Rush yang tampil meyakinkan sebagai terapis ‘sinting’. Helena Bonham Carter yang sekali ini tampil normal, pas sekali dalam menghidupkan peran Elizabeth. Akankah juri Oscar memenangkan mereka ? Sulit untuk diwujudkan, namun satu hal yang pasti Colin Firth harus membawa pulang piala Best Actor. Harus !
Tidak dituturkan dengan drama berdialog panjang, The King’s Speech memilih untuk mengalir dengan santai. Seidler memenuhi dialognya dengan humor – humor khas Inggris yang segar dan menggelitik yang sanggup membuat penonton tertawa renyah berkali – kali. Tak hanya lucu, The King’s Speech juga menyentuh sekaligus menginspirasi. Bagi yang menderita gagap maupun mereka yang sulit untuk berbicara di depan khalayak ramai tentu akan tersentuh mengikuti kisah hidup King George VI. Persahabatannya dengan Lionel juga digambarkan dengan begitu manis, menjelaskan kepada penonton apa makna dari persahabatan dan apa itu sahabat sejati. Ya, The King’s Speech bukanlah drama historikal biasa yang mengisahkan kehidupan seorang raja, namun lebih dari itu, menyampaikan pesan yang penting mengenai persahabatan dan keberanian. Sungguh film yang menginspirasi. Saat film berakhir, saya hampir tak sadar telah menitikkan air mata dan pada akhirnya mengacungkan dua jempol untuk film yang digarap dengan sangat baik oleh Tom Hooper ini. Sebuah film yang sangat sayang untuk dilewatkan.
Outstanding
Trailer :





![[TERBARU] Info Penerimaan Santri Baru Ma’had Ahlussunnah Salafy](https://i0.wp.com/aopok.com/wp-content/uploads/2024/10/info2520penerimaan2520santri2520baru2520mahad2520salafi.jpg?fit=643%2C361&ssl=1)



