SETIAP ORANG
SEDANG BERJALAN MENUJU RABB-NYA
Disusun oleh : Azwir
B.Chaniago
Saudaraku,
perhatikanlah firman Allah dalam Al-Qur’an yang mengingatkan tentang mati :
يَٰٓأَيُّهَا
ٱلْإِنسَٰنُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَىٰ رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلَٰقِيهِ
Wahai manusia
!, sesungguhnya kalian ini benar-benar telah bekerja menuju Rabb kalian, dan
kalian pasti akan menjumpai-Nya. (Q.S al Insyiqaq 6).
Tentang
ayat ini Syaikh as Sa’di berkata : Yakni, sesungguhnya engkau TELAH BERJALAN
MENUJU ALLAH TA’ALA, mengerjakan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya dan
MENDEKAT KEPADANYA dengan kebaikan dan keburukan. Kemudian engkau bertemu
dengan Allah Ta’ala pada hari Kiamat. Balasan (dari Allah Ta’ala) tidak
terlepas dari karunia dan keadilan. Karunia bila engkau termasuk orang yang
berbahagia dan hukuman bila engkau termasuk orang yang sengsara. (Tafsir Taisir
Karimir Rahman).
Dan juga
Allah Ta’ala menjelaskan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati yaitu sebagaimana firman-Nya :
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ
الْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.
Kemudian hanya kepada Kami kamu akan dikembalikan.(Q.S al Ankabut 57).
Tentang perjalanan
yang sedang kita lakukan menuju akhirat dan kematian yang pasti datang, Allah Ta’ala telah mengingatkan
kita agar senantiasa bertakwa dan berbekal atau memperhatikan apa yang telah
kita lakukan sebagai persiapan menuju akhirat. Sungguh Allah
Ta’ala berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ
وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ
خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Wahai orang orang yang beriman. Bertakwalah kepada
Allah dan hendaknya setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya
untuk hari esok, dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Mahateliti
terhadap apa yang kamu kerjakan. (Q.S al Hasyr 18).
Imam
Ibnu Katsir menjelaskan tafsir ayat ini, yaitu terdapat tiga perintah Allah
didalamnya :
Pertama : Perintah bertakwa kepada Allah dalam
firman-Nya: “Bertakwalah kalian kepada Allah”. Kata takwa berarti
mengerjakan segala hal yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya, dan
meninggalkan segala hal yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.
Kedua : Perintah untuk melakukan introspeksi diri (muhasabah),
sudah seberapa persiapan bekal amal shalih yang akan ia bawa untuk menghadap
Allah di hari akhir kelak. Sebagaimana firman-Nya :“… Hendaklah setiap diri
memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).”
Ketiga : Perintah untuk kembali bertakwa. Perintah ini
menjadi penguat dari perintah bertakwa yang pertama. Ketakwaan yang diinginkan
adalah ketakwaan yang benar-benar kuat mengakar dalam jiwa dan dibuktikan dalam
amalan nyata. Itulah ketakwaan yang telah diperkuat oleh proses evaluasi diri
(muhasabah), sehingga menyampaikan seorang hamba kepada tingkatan merasakan
pengawasan Allah yang melekat (muraqabah), sebagaimana firman-Nya : ”Sungguh
Allah Mahateliti terhadap apa yang kalian kerjakan”.
Ketika
seseorang tak berusaha mempersiapkan bekal maka pastilah akan menyesal di
akhirat kelak. Tentang bentuk penyesalan mereka adalah sebagaimana dijelaskan
dalam firman Allah Ta’ala dan sabda Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam. Allah
Ta’ala berfirman :
رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ
صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ
(Mereka berkata), Ya Rabb kami, kami telah melihat dan
mendengar maka kembalikanlah kami (ke dunia) niscaya kami akan mengerjakan
kebajikan. Sungguh kami adalah orang orang yang yakin. (Q.S as Sajdah 12)
Orang orang yang sudah meninggal dunia ada yang berangan-angan bisa hidup kembali
UNTUK BERSEDEKAH dan menjadi orang shalih, sebagaimana
dijelaskan Allah Ta’ala dalam firman-Nya :
فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ
قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ
Maka lalu dia berkata (menyesali) : Ya Rabb-ku
sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian) ku sedikit waktu lagi maka aku
dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang orang yang shalih. (Q.S al Munafiqun10)
Bahkan ada pula yang ingin dikembalikan ke
dunia untuk bisa shalat sunnah dua rakaat. Kenapa ?, karena setelah berada di alam barzah
mereka mengetahui bagaimana hebatnya nilai shalat sunnah dua rakaat di sisi Allah Ta’ala. Dahulu
dia di sibukkan oleh urusan dunia, sehingga sering
meninggalkan shalat sunnah. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah :
أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ مَرَّ بِقَبْرٍ فَقَالَ : مَنْ
صَاحِبَ هَذَا الْقَبْرِ؟ فَقَالُوْا: فُلاَنُ، فَقَالَ : رَكْعَتَانِ أَحَبَّ
إِلَى هَذَا مِنْ بَقِيَّةِ دُنْيَاكُمْ
Rasulullah Salallahu ‘alaihi
Wasalam melewati sebuah kuburan, kemudian bertanya : Siapa
penghuni kuburan ini ?. Mereka menjawab : Ini kuburan si
Fulan. Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Dua rakaat lebih dia cintai daripada dunia kalian. (Shahihut Targhib Wat
Tarhib)
Oleh karena itu hamba hamba Allah yang saat ini masih
diberi kesempatan hidup di dunia dan sedikit waktu lagi PASTI MATI, MAKA
BERFIKIRLAH DENGAN SUNGGUH SUNGGUH. Mau mempersiapkan bekal sekarang ini atau
mau menyesal setelah mati.
Wallahu A’lam. (2.723)








