ORANG ORANG SHALIH SANGAT MENJAGA SHALAT MALAM
Disusun oleh : Azwir B. Chaniago
Sungguh Rasulullah Salallahu ‘alaihim Wasalam
telah menjelaskan bahwa shalat lail atau shalat malam adalah salah satu
kebiasaan orang orang shalih yaitu sebagaimana sabda beliau :
عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ
فَإِنَّهُ دَأَبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ، وَإِنَّ قِيَامَ اللَّيْلِ قُرْبَةٌ
إِلَى اللَّهِ، وَمَنْهَاةٌ عَنْ الإِثْمِ، وَتَكْفِيرٌ لِلسَّيِّئَاتِ،
وَمَطْرَدَةٌ لِلدَّاءِ عَنِ الجَسَدِ
Hendaklah kalian mengerjakan shalat malam,
karena itu merupakan kebiasaan orang shalih sebelum kalian, mendekatkan diri
kepada Allah, mencegah dari perbuatan dosa, menghapus keburukan, dan mencegah
penyakit dari badan. (H.R. Imam Ahmad, at Tirmidzi dan al Hakim).
Dan juga shalat malam merupakan salah satu
sifat terpuji ‘ibadurrahman sebagaimana firman Allah :
وَالَّذِينَ
يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا
(Adapun hamba hamba Allah Yang Maha Pengasih
adalah) Dan orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Rabb
mereka dengan bersujud dan berdiri. (Q.S
al Furqan 64).
Oleh karena itu ketika seseorang ingin menjadi
‘ibadurrahman yang terpuji dan menjadi orang shalih maka HENDAKLAH SELALU
BERUSAHA MENJAGA SHALAT MALAMNYA.
Sungguh shalat malam adalah shalat yang paling
utama setelah shalat fardhu, sebagaimana sabda Rasulullah Salallahu ‘alaihi
Wasallam :
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم:
أي الصلاة أفضل بعد المكتوبة؟ قال: (الصلاة في جوف الليل
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah
shallallahu alaihi wasallam pernah ditanya, shalat apakah yang paling utama
setelah shalat fardhu ?. Beliau
menjawab : Shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah
shalat (sunnah) di tengah malam. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).
Imam Hasan al
Bashri berkata : Saya tidak pernah melihat ibadah yang lebih utama selain
shalat di tengah malam. Ketika ditanya : Mengapa orang orang yang mengerjakan
shalat tahajud tampak lebih mulia ?. Hasan al Bashri menjawab : Karena mereka
menyendiri dengan Allah sehingga mereka (lebih utama dalam) mendapat petunjuk
dari Allah Ta’ala.
Perhatikanlah kisah Abu Hurairah yang menjaga
shalat di rumahnya. Abu Utsman an Nahdi, dia berkata : Aku pernah bertamu pada
Abu Hurairah beberapa hari. Aku lihat Abu Hurairah, istrinya dan pembantunya
senantiasa membagi malam menjadi tiga untuk shalat. Apabila yang satu telah
shalat lalu membangunkan yang lain. (Kitab Hiyatul Auliyaa’).
Dikisahkan pula dari seorang teman Waki’ dia
berkata : Belum pernah aku melihat seorang
pun yang lebih utama dari Waki’ bin al Jarrah. Dia tekun melakukan shalat,
menghafalkan banyak hadits, sering shalat malam dan banyak berpuasa. Ibrahim
putera Waki’ berkata : Ayahku shalat malam dan begitu pula semua penghuni
rumah, sampai sampai pembantu kami juga ikut shalat malam. (Shifatush Shafwah).
Begitulah perhatian orang shalih terdahulu
dalam menjaga shalat malam. Mereka bersungguh sungguh karena sangat memahami
keutamaannya dan sangat yakin akan mendapatkan manfaat dari shalat malamnya.
Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua.
Wallahu A’lam. (2.115)









